Menkes: Dokter Spesialis Terbanyak Masih Terpusat di Kota Besar

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 06 Februari 2017 | 18:26 WIB
Menkes: Dokter Spesialis Terbanyak Masih Terpusat di Kota Besar
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengukuhkan 21 anggota Komite Penempatan Dokter Spesialis periode 2016-2019 di Gedung Kemenkes, Jakarta, Senin (6/2/2017). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Indonesia memiliki geografi berupa daratan, lautan, pegunungan, serta banyaknya pulau yang tersebar sehingga akses pelayanan kesehatan untuk daerah tertentu yang masih sulit dijangkau. Rumah sakit yang disediakan pemerintah masih mengalami kekosongan tenaga kesehatan khususnya dokter spesialis.

Berdasarkan data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), per 31 Desember 2015, jumlah dokter spesialis dan dokter spesialis gigi yang terdaftar Surat Tanda Registrasinya di KKI berjumlah 29.665 orang. Sebenarnya, jika dihitung dengan ratio spesialis dan jumlah penduduk, sudah melebihi target yang ditetapkan yaitu 10.2 per 100.000.

Sayangnya jumlah dokter spesialis terbanyak, terpusat di kota-kota besar seperti DKI Jakarta, D.I Yogyakarta, dan Bali. Sedangkan untuk kota di perbatasan seperti NTT, Sulbar dan Maluku Utara tergolong kekurangan dokter spesialis.

Untuk itu Kementerian Kesehatan (kemenkes) menginisiasi program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) sehingga pemerataan dokter spesialis di seluruh pelosok Indonesia bisa tercapai. Dan, sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, hari ini, Senin (6/2/2017), Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengukuhkan 21 anggota Komite Penempatan Dokter Spesialis periode 2016-2019.

Komite ini, kata Menkes Nila, akan membantu dirinya dalam menyusun perencanaan pemerataan dokter spesialis, menyiapkan wahana untuk kesiapan WKDS, memberikan masukan dalam menyusun rencana tahunan, membantu pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaran WKDS, serta melakukan pencatatan dan pelaporan penyelenggaraan WKDS.

"Dengan dibentuknya komite ini maka kami berharap agar program WKDS segera berjalan dan mengatasi permasalahan kekurangan dokter spesialis. Sesuai dengan UU No 36 Tahun 2009 dimana setiap orang memiliki hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan, memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau," ujar Menkes Nila pada Senin (6/2/2017).

Komite Penempatan Dokter Spesialis ini terdiri dari unsur Kementerian Kesehatan; Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi; Kementerian Dalam Negeri; Organisasi Profesi dan Kolegium; Konsil Kedokteran Indonesia; Asosiasi Institusi Pendidikan; Ikatan Dokter Indonesia, Asosiasi Perumahsakitan dan Badan Pengawas Rumah Sakit.

Menkes mengatakan sebelum WKDS dilakukan, telah dilaksanakan visitasi ke Rumah Sakit untuk menilai kesesuaian dan kesiapan berupa sarana prasarana, sumber daya manusia, kelengkapan peralatan, dan kemananan.

"Dengan dukungan Organisasi Profesi Cabanh dan Dinas Kesehatan setempat, saya harap semua pihak punya komitmen untuk mencapai pemerataan dokter spesialis dan Rumah Sakit sebagai tempat penugasan dapat disiapkan dengan baik," pungkas dia.

 

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus TB, Indonesia Terbesar Kedua di Dunia

Kasus TB, Indonesia Terbesar Kedua di Dunia

Health | Kamis, 26 Januari 2017 | 16:52 WIB

Ini Cara Menkes Antisipasi Banjir dan Longsor

Ini Cara Menkes Antisipasi Banjir dan Longsor

News | Jum'at, 02 September 2016 | 14:54 WIB

Kabar Zika Masuk Indonesia, Kemenkes: Itu Kasus Lama

Kabar Zika Masuk Indonesia, Kemenkes: Itu Kasus Lama

News | Rabu, 31 Agustus 2016 | 11:14 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB