RSAB Harapan Kita Berhasil Pisahkan Kembar Siam Rafky-Rifky

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 09 Februari 2017 | 19:00 WIB
RSAB Harapan Kita Berhasil Pisahkan Kembar Siam Rafky-Rifky
Jumpa pers keberhasilan operasi pemisahan kepala bayi kembar siam, Rafky-Rifky di RSAB Harapan Kita, Jakarta, Kamis (9/2/2017). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Bayi kembar siam kembali berhasil dipisahkan di Indonesia. Kali ini, tim dokter RS Anak Bunda Harapan Kita, sukses memisahkan bayi kembar siam Craniopagus dimana memiliki kesulitan yang sangat tinggi.

Sebelum dioperasi, bayi kembar siam bernama Rafky Setia Sumita dan Rifky Setia Sumita dempet di bagian kepala atas dengan kondisi pembuluh darah saling menyilang. Menurut dr. Syamsul Ashari, Sp.BS, yang menjadi operator utama dalam pemisahan bayi kembar siam ini, bayi Rafky-Rifky menjalani dua tahap operasi.

Operasi pertama dilakukan pada 2 Februari 2017 yang melibatkan 17 dokter spesialis selama 10 jam. Pada tahap ini tim dokter membuka sisi belakang kepala untuk dipisahkan.

Sedangkan operasi tahap kedua dilakukan pada 4 Februari 2017 dan membutuhkan waktu selama 18 jam untuk memisahkan tulang bagian depan dan memisahkan kedua kepala bayi lalu kemudian merekonstruksi kulit kepala bayi kembar siam tersebut.

"Untuk menyukseskan operasi ini total melibatkan 70 dokter dari berbagai disiplin ilmu dan 25 perawat. Tantangan terbesar karena pembuluh darah satu sama lain saling menyilang dan membuat kami agak kewalahan. Tapi Alhamdulillah berhasil," ujar Syamsul pada temu media di RSAB Harapan Kita, Kamis (9/2/107).

Orangtua bayi kembar siam Rafky-Rifky, Bani Sumita dan Yuni Setiawati mengaku, kali pertama mengetahui bahwa putra ketiganya kembar siam saat melakukan pemeriksaan USG usia 3 bulan. Namun kala itu dokter tak menjelaskan bahwa putra mereka kembar siam.

"Kami baru tahu kalau kembar siam saat lahir. Sebelumnya hanya tahu kembar saja," tambah Bani dalam kesempatan yang sama.

baca juga

Kondisi bayi kembar siam yang lahir pada 23 Oktober 2016 silam di RS Kartika Husada Bekasi saat ini semakin stabil. Meski demikian, Syamsul mengatakan bahwa untuk makan dan bernapas, keduanya masih membutuhkan alat bantu.

Operasi pemisahan bayi kembar siam Rafky-Rifky bukan hal baru yang ditangani RSAB Harapan Kita. Februari 2016 sebelumnya juga berhasil dilakukan pemisahan kembar siam Maxxon dan Mexxen oleh 30 dokter spesialis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Senangnya Keluarga Tani Ini, Pulang Bawa Bayi Safira dan Saqira

Senangnya Keluarga Tani Ini, Pulang Bawa Bayi Safira dan Saqira

News | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 18:17 WIB

Begini Kebahagiaan Ibu Bayi Kembar Dempet Usai Operasi Pemisahan

Begini Kebahagiaan Ibu Bayi Kembar Dempet Usai Operasi Pemisahan

News | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 16:18 WIB

Pemisahan Bayi Dempet Safira dan Saqira Sukses, Mereka Imut-imut

Pemisahan Bayi Dempet Safira dan Saqira Sukses, Mereka Imut-imut

News | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 12:24 WIB

Bayi Kembar Siam Berhasil Dipisahkan

Bayi Kembar Siam Berhasil Dipisahkan

Foto | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 12:08 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×