Begini Gejalanya Bila Terpapar Racun VX

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 25 Februari 2017 | 15:40 WIB
Begini Gejalanya Bila Terpapar Racun VX
Molekul agent VX. (Shutterstock)

Suara.com - Pihak Kepolisian Malaysia mengatakan bahwa satu dari dua perempuan yang diduga membunuh Kim Jong Nam juga merasakan dampak dari paparan racun VX yang menewaskan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Dilansir dari Reuters, gejala yang dirasakan salah seorang terduga pembunuhan tersebut adalah muntah.

Menanggapi hal ini, ahli saraf Dr.dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP, mengatakan bahwa racun VX merupakan gas yang sangat mematikan dimana ketersediaannya di dunia sedikit, karena proses produksinya yang cukup sulit. Zat kimia ini, kata dia, tergolong antikolinergenik yang menyerang sel saraf.

Biasanya korban yang terpapar gas ini, menurut dr Wawan, akan mengalami kejang otot, ingusan, diikuti dengan kelumpuhan di semua otot tubuh.

"Kemudian penderita akan roboh, tak mampu bernapas, dan dapat segera meninggal karena tidak mampu bernapas akibat kelumpuhan otot pernapasan," ujarnya ketika dihubungi Suara.com, Sabtu (25/2/2017).

Lebih lanjut dr Wawan menambahkan bahwa ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghambat proses mematikan racun ini. Salah satunya dengan membasuh kulit yang terkontaminasi racun dengan air mengalir sebanyak mungkin.

Namun yang harus diperhatikan adalah muara pembuangan air basuhan racun yang harus dikuburkan agar tidak mengontaminasi orang lain.

"Air tersebut harus ditampung dan dibuang terpisah atau dikuburkan nantinya, karena gas VX mempunyai konsentrasi pekat dan mudah mengumpul atau menempel dan sulit hilang pada pembuangan," tambah dia.

Tim penyelamat juga bisa memberikan obat penawar, jenis antikolin esterase yang bisa didapatkan di toko obat. Obat penawar ini biasanya terdapat di ruang operasi rumah sakit atau unit gawat darurat bernama sulfas atrofin (SA) yang biasa digunakan sebagai obat penawar pada kasus keracunan obat semprot nyamuk.

Meski demikian upaya penanganan kasus keracunan gas saraf VX harus cepat dilakukan, karena daya mematikan zat kimia ini sangat besar. Hanya dalam dosis 10-15 miligram bisa menewaskan seseorang dalam hitungan menit bahkan detik.

"Bayangkan itu seperti Anda menyemprotkan parfum ke tubuh setelah mandi, lalu beberapa detik atau menit kemudian orang yang disemprotkan parfum itu roboh dan segera menghembuskan napas terakhir. Jadi, sangat-sangat membahyakan," pungkas dr Wawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apa Kata Pakar Kesehatan tentang VX yang Membunuh Kim Jong Nam?

Apa Kata Pakar Kesehatan tentang VX yang Membunuh Kim Jong Nam?

Health | Sabtu, 25 Februari 2017 | 13:43 WIB

VX, Realita Zat Pembunuh Kim Jong Nam Vs Fiksi Ala "The Rock"

VX, Realita Zat Pembunuh Kim Jong Nam Vs Fiksi Ala "The Rock"

Entertainment | Sabtu, 25 Februari 2017 | 07:40 WIB

Begini Cara VX Bunuh Korbannya

Begini Cara VX Bunuh Korbannya

Tekno | Sabtu, 25 Februari 2017 | 06:05 WIB

Seberbahaya Apa Sih VX yang Membunuh Kim Jong Nam?

Seberbahaya Apa Sih VX yang Membunuh Kim Jong Nam?

Tekno | Jum'at, 24 Februari 2017 | 18:46 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB