Gawat, Polusi Ternyata Bisa Membunuh Indera Penciuman Manusia!

Ririn Indriani, Risna Halidi

Senin, 27 Februari 2017 | 16:08 WIB
Gawat, Polusi Ternyata Bisa Membunuh Indera Penciuman Manusia!
Ilustrasi polusi udara. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang ilmuwan ahli evolusi indra penciuman, Dr Kara Hoover mengatakan bahwa polusi jalanan, sampah yang dibiarkan dan rumah yang berantakan, memiliki efek yang merugikan pada hidung manusia.

"Indra penciuman kita berkembang dalam lanskap yang sangat kaya di mana kita berinteraksi secara reguler dengan lingkungan," ucapnya saat berbicara di Konferensi Sains terbesar di Boston dilansir laman mirror.co.uk.

Menurut Dr Hoover, sekarang manusia berada di lingkungan yang sangat berpolusi dan polusi merusak indera penciuman.

"Itu berarti polusi menempatkan Anda pada risiko yang lebih besar untuk hal-hal gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan, dan juga menempatkan Anda pada risiko yang lebih besar untuk masalah kesehatan fisik seperti obesitas," lanjutnya.

Bukan hanya kesehatan, Dr Hoover juga mengatakan bahwa polusi dapat membuat manusia bermasalah dengan 'kesehatan sosial' seperti tidak bisa menangkap isyarat sosial dari manusia lain.

"Orang-orang yang telah menderita anosmia telah meningkat kecemasannnya atas bau badan mereka sendiri karena mereka tidak tahu apakah mereka mencium bau busuk atau tidak," terangnya.

Dr Hoover khawatir manusia akan sulit mencium bau pertanda bahaya seperti kebocoran gas atau asap. Penurunan fungsi indera penciuman juga dikhawatirkan dapat membuat kualitas hidup memburuk karena manusia akan kesulitan dengan aroma makanan dan hubungan dengan orang terkasih yang menyangkut indera penciuman.

Studi juga telah menunjukkan hubungan antara hilangnya bau dan obesitas.

Berbicara pada event The American Association for the Advancement of Science (AAAS), Dr Hoover berkata, "Jika Anda memiliki gangguan penciuman Anda mencari kepuasan lebih dari rasa dan mencari selera seperti asin dan makanan berlemak."

Ucapan Hoover di hadapan peneliti Amerika didukung oleh salah satu penelitian yang mengatakan bahwa orang dewasa dengan indera penciuman yang kuat cenderung memiliki berat badan yang ringan.

Orang-orang dengan latar belakang yang kurang beruntung atau kaum papa lebih berisiko karena eksposur yang lebih besar terhadap polusi.

Bukan hanya itu, penumpang bus juga delapan kali lebih besar terpapar polusi lalu lintas dari pengendara mobil. Demikian pula, orang yang terpaksa hidup di tempat yang kotor dan tercemar, atau di kawasan di mana sampah tidak dikumpulkan secara teratur.


 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usia 2 Tahun Anak Belum Bisa Bicara, Waspadai Gangguan Ini

Usia 2 Tahun Anak Belum Bisa Bicara, Waspadai Gangguan Ini

Health | Sabtu, 28 Januari 2017 | 08:04 WIB

Implan Koklea, Ini Biaya yang Harus Dikeluarkan

Implan Koklea, Ini Biaya yang Harus Dikeluarkan

Health | Rabu, 25 Januari 2017 | 14:56 WIB

Awas! Toksoplasma Ternyata Bisa Sebabkan Gangguan Pendengaran

Awas! Toksoplasma Ternyata Bisa Sebabkan Gangguan Pendengaran

Health | Selasa, 24 Januari 2017 | 17:48 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×