Kasihan, Bayi Ini Miliki Kaki Seperti Putri Duyung

Ririn Indriani, Risna Halidi

Kamis, 16 Maret 2017 | 19:37 WIB
Kasihan, Bayi Ini Miliki Kaki Seperti Putri Duyung
Ilustrasi. (shutterstock)

Suara.com - Bayi berusia 10 bulan asal Thailand memiliki kaki yang 'terikat' keduanya dan satu mata yang tak berfungsi dengan baik. Bayi malang tersebut bernama Jermkwan Krathumnat.

Ia menderita kondisi medis yang langka yang disebut Sirenomelia atau sindrom putri duyung. Kwam, begitulah biasa ia disapa, juga terlahir dengan bibir sumbing yang parah.

Dokter sendiri tidak dapat menentukan jenis kelamin Kwam, karena sindrom Sirenomelia yang dideritanya. Bayi yang berasal dari Kananchaburi, Thailand, ini menjadi perhatian media sosial berkat seseorang yang dijuluki sebagai 'Supermonk'.

Meski sudah meninggalkan kehidupan kebhikkhuan, supermonk yang kini lebih dikenal sebagai Pak Bhin mengatakan bahwa Ayah Kwan memiliki mental baja dan ibunya sangat muda ketika melahirkan Kwan.

Dokter berencana untuk melakukan operasi dan memperbaiki langit-langit mulut Kwan sebelum akhirnya melakukan tindakan lain pada anggota tubuh Kwan yang lain.

Sindrom putri duyung adalah penyakit yang bisa mengancam jiwa dan menyebabkan tubuh tampak memiliki anggota tubuh tunggal menyerupai ekor ikan.

Seorang pakar medis Lindsey Fitzharris PhD dari Universitas Oxford, mengatakan bahwa kondisi ini terjadi karena kegagalan pasokan vaskular normal dan tali pusat gagal untuk membentuk dua arteri.

Akibatnya, tidak ada pasokan darah yang cukup mencapai janin dan membuat arteri satu-satunya 'mencuri' darah dan nutrisi dari tubuh bagian bawah dan mengalihkan kembali ke dalam plasenta.

Kondisi ini sangat langka dan hanya terjadi pada satu berbanding 100.000 bayi dan 100 kali lebih mungkin terjadi pada kembar identik.

Saat ini Kwan tengah dirawat di Rumah Sakit Srirat Bangkok. Karenanya, orangtua Kwan maupun pihak keluarga lain harus melakukan perjalanan 75 mil untuk melihat perkembangan bayi tersebut.

Pak Bhin sendiri telah memberikan sumbangan sebesar 30.000 baht (700 poundsterling) untuk membantu membayar biaya hidup keluarga Kwan. Sebuah perusahaan TV lokal juga menyumbangkan 10.000 baht (230 poundsterling) untuk membantu pihak keluarga.

"Ini akan membantu keluarga dalam jangka pendek tetapi mereka akan membutuhkan bantuan lebih lanjut sebagai pengobatan Kwan akan memakan waktu yang sangat lama," tutur Kwan seperti yang dikutip dari dailymail.com.

Kondisi yang sama juga sempat terjadi di India pada Mei tahun lalu. Namun tragisnya, bayi yang terlahir di  Sahranpur, Uttar Pradesh, India tersebut hanya hidup selama 10 menit di dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Hal Ini Hambat Penanganan Penyakit Langka di Indonesia

Dua Hal Ini Hambat Penanganan Penyakit Langka di Indonesia

Health | Rabu, 01 Maret 2017 | 07:18 WIB

Perkawinan Sedarah, Waspadai Terkena Penyakit Langka

Perkawinan Sedarah, Waspadai Terkena Penyakit Langka

Health | Selasa, 28 Februari 2017 | 19:24 WIB

Ini 5 Penyakit Langka di Dunia

Ini 5 Penyakit Langka di Dunia

Health | Selasa, 22 November 2016 | 11:09 WIB

Penyakit Langka, Perempuan Ini Alergi Parah dengan Suaminya

Penyakit Langka, Perempuan Ini Alergi Parah dengan Suaminya

Health | Kamis, 17 November 2016 | 14:32 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×