Kedua Tertinggi Dunia, Indonesia Darurat TB

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Sabtu, 25 Maret 2017 | 05:00 WIB
Kedua Tertinggi Dunia, Indonesia Darurat TB
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia darurat tuberkulosis (TB). Hal ini terlihat dari angka kejadian TB di Indonesia yang masih tinggi.

Data 2015 menyebut bahwa kasus TB di Indonesia mencapai 395 kasus per 100 ribu penduduk. Hal ini menempatkan Indonesia pada peringkat dua negara dengan jumlah penderita TB tertinggi di dunia.

Wakil Ketua Komite Ahli Tuberkulosis dr Erlina Burhan, Sp.P dari RS Persahabatan mengatakan bahwa tingginya jumlah penderita TB di Indonesia salah satunya dipicu oleh banyaknya pasien TB yang putus obat.

Di RSUP Persahabatan yang merupakan rujukan penyakit respirasi saja, lanjut dia, jumlah pasien putus obat mencapai 30 persen. Hal ini meningkatkan potensi penularan pada orang-orang di sekitarnya.

"Kumannya ada dari dulu, obatnya ada dan gratis tapi masih banyak pasien TB yang putus obat. Itu sebabnya jumlah kasus TB masih banyak di Indonesia," ujar Erlina pada Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di RSUP Persahabatan, Jumat (24/3/2017).

Beberapa alasan tingginya kasus putus obat pada pasien TB di Indonesia adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk patuh minum obat.

Padahal hanya dengan mengonsumsi obat secara teratur, pasien bisa membantu orang-orang di sekitarnya agar terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh infeksi mycobacterium tuberkulosis.

"Pasien yang drop out atau putus obat di rumah sakit itu susah dilacak. Makanya kita butuh tenaga kesehatan masyarakat untuk datang ke rumah pasien dan mengajaknya kembali berobat. Ini yang masih kurang, padahal treatment dan diagnosis kita sudah mampu atasi," bebernya.

Mencapai eliminasi tuberkulosis di Indonesia, kata Erlina, akan sulit tanpa bantuan lintas sektor. Menurutnya perlu dukungan seperti dari kepala daerah untuk membantu Kementerian Kesehatan dalam menurunkan kasus tuberkulosis di Indonesia.

"Nggak bisa Kemenkes saja yang jalan. Kemendagri bisa perintahkan lurah untuk melacak pasien TB yang putus obat. Karena kalau mereka tidak menjalani pengobatan maka akan semakin banyak warganya yang kena TB," ujar Erlina.

Begitu juga dengan Kominfo, misalnya, bisalah membuat pesan singkat (SMS) blast untuk mengingatkan masyarakat bahwa TB bisa sembuh asal diobati. "Saya rasa itu lebih efektif kalau dikerjakan bersama-sama," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bertukar Gelas dengan Penderita TB, Mungkinkah Langsung Tertular?

Bertukar Gelas dengan Penderita TB, Mungkinkah Langsung Tertular?

Health | Jum'at, 24 Maret 2017 | 21:18 WIB

Kasus TB, Indonesia Terbesar Kedua di Dunia

Kasus TB, Indonesia Terbesar Kedua di Dunia

Health | Kamis, 26 Januari 2017 | 16:52 WIB

Agar Tak Menular, Ini yang Harus Dilakukan Penderita TB

Agar Tak Menular, Ini yang Harus Dilakukan Penderita TB

Health | Kamis, 08 Desember 2016 | 14:30 WIB

Waspada Terhadap Tuberkulosis Laten

Waspada Terhadap Tuberkulosis Laten

Health | Kamis, 08 Desember 2016 | 08:14 WIB

Terkini

7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File WhatsApp Menumpuk

7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File WhatsApp Menumpuk

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 09:32 WIB

Nasib 7 Masyarakat Adat Sulawesi Tengah di Ujung Verifikasi

Nasib 7 Masyarakat Adat Sulawesi Tengah di Ujung Verifikasi

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 09:32 WIB

Batu Bara RI Rp75 T, CORE Indonesia: Cuan Dagangnya Diduga Nyangkut di Singapura

Batu Bara RI Rp75 T, CORE Indonesia: Cuan Dagangnya Diduga Nyangkut di Singapura

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:28 WIB

IHSG Semakin Terpuruk Rabu Pagi ke Level 4.800

IHSG Semakin Terpuruk Rabu Pagi ke Level 4.800

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:20 WIB

Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso, Dua Jenderal Polisi yang Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit

Profil Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso, Dua Jenderal Polisi yang Ikut Ditahan Bersama Listyo Sigit

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:18 WIB

BI Sebut Intervensi Pasar Terus Berlanjut, Ini Rincian Strateginya

BI Sebut Intervensi Pasar Terus Berlanjut, Ini Rincian Strateginya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:14 WIB

Ekspansi Industri Kelapa Dikebut, Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan

Ekspansi Industri Kelapa Dikebut, Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:14 WIB

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:06 WIB

Bahlil Mulai Cari Lokasi Proyek Gudang Minyak Mentah di Wilayah Sumatra

Bahlil Mulai Cari Lokasi Proyek Gudang Minyak Mentah di Wilayah Sumatra

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:01 WIB

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:51 WIB

×