Ibu Pertahankan Bayi Meninggal di Rahimnya agar Kembarannya Hidup

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 12 April 2017 | 10:26 WIB
Ibu Pertahankan Bayi Meninggal di Rahimnya agar Kembarannya Hidup
Ilustrasi seorang perempuan tengah hamil kembar. [shutterstock]

Suara.com - Seorang ibu muda dari Inggris, Emma Dutton berusaha mempertahankan bayinya yang telah meninggal di dalam rahimnya, agar kembaran si bayi tetap hidup. Kondisi ini dilakukannya selama tiga bulan, yang mana menurut dokter hal ini bisa mengancam kesehatan Emma secara keseluruhan.

Pada usia 20 minggu, dokter mengatakan bahwa salah satu anak dalam rahimnya meninggal, akibat suatu penyakit. Untuk memberi kesempatan hidup pada kembarannya, Emma memutuskan mempertahankan bayi yang telah meninggal itu dalam kandungannya.

Sekitar 15 minggu kemudian, Emma dan suaminya, Mark Prince akhirnya menyambut Oliver dan kembarannya, yang lahir melalui operasi sesar. Emma menamai bayi yang meninggal itu, Elia.

“Berita tentang kematian salah seorang bayiku sangat menyedihkan. Ketika itu, saya merasa yakin bahwa saya akan kehilangan yang satu lagi,” katanya kepada Mirror Online, seperti dilansir The Sun.

Elia tetap ada bersama dalam kandungan hingga lahir. Emma mengaku amat bahagia, karena diberi kesempatan untuk melahirkannya bersama dengan Oliver.

Oliver dan Elia menderita twin to twin transfusion syndrome (TTTS), suatu kondisi dimana satu bayi menerima aliran darah dari plasenta bayi yang lain. Jika terjadi gangguan, hal ini bisa berakibat fatal bagi keduanya.

Kini usia Oliver sekitar 10 bulan. Emma dan suaminya telah mendirikan sebuah yayasan untuk membantu keluarga yang menderita TTTS.

Keduanya melakukan penggalangan dana secara aktif melalui JustGiving fundraising page. (Nessy Febrinastri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Meski Tak Bisa Dicegah, Bayi Kembar Siam Bisa Dideteksi Dini

Meski Tak Bisa Dicegah, Bayi Kembar Siam Bisa Dideteksi Dini

Health | Kamis, 06 April 2017 | 10:22 WIB

Bahayanya Bila Ibu Hamil Konsumsi Vitamin A Berlebihan

Bahayanya Bila Ibu Hamil Konsumsi Vitamin A Berlebihan

Health | Selasa, 14 Maret 2017 | 15:06 WIB

Cegah Kaki Bengkak saat Hamil dengan Cara Ini

Cegah Kaki Bengkak saat Hamil dengan Cara Ini

Health | Jum'at, 24 Februari 2017 | 18:30 WIB

Ibu Hamil Minum Air Kemasan, Ini Risiko yang Mengancam Janin

Ibu Hamil Minum Air Kemasan, Ini Risiko yang Mengancam Janin

Health | Sabtu, 11 Februari 2017 | 10:17 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB