Ingin Terhindar dari Dua Penyakit Ini? Batasi Lemak Trans

Ririn Indriani, Risna Halidi

Minggu, 16 April 2017 | 11:45 WIB
Ingin Terhindar dari Dua Penyakit Ini? Batasi Lemak Trans
Lemak trans banyak ditemui pada makanan yang digoreng dan panggang. (Shutterstock)

Suara.com - Menurut sebuah studi terbaru, sebuah daerah yang membatasi lemak trans dalam konsumsi makanannya akan lebih sedikit terjadi kasus serangan jantung dan stroke dibandingkan dengan penduduk yang tinggal di daerah tanpa pembatasan.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Cardiology, ditulis oleh penulis senior Tamar S. Polonsky, MD, MSCI, seorang ahli jantung dan asisten profesor kedokteran di University of Chicago.

"Hasil yang mengesankan, mengingat bahwa studi ini difokuskan pada larangan asam lemak trans di restoran, sebagai lawan untuk menyelesaikan larangan yang termasuk makanan yang dibeli di toko-toko. Jika kita memberlakukan pembatasan lebih lengkap tentang asam lemak trans, itu bisa berarti manfaat lebih luas bagi orang dalam jangka panjang," ucapnya.

Asam lemak trans atau lemak trans, biasanya ditemukan dalam makanan yang digoreng, keripik, kerupuk dan makanan yang dipanggang. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans bahkan terkait dengan risiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular, yang menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Beberapa komunitas terutama New York City telah menghilangkan penggunaan lemak trans di restoran selama beberapa tahun ini.

Untuk  mempelajari dampak, para ilmuwan membandingkan hasil  orang-orang yang tinggal di New York dengan orang-orang yang tinggal di daerah tanpa pembatasan. Para peneliti memfokuskan pada kunjungan rumah sakit untuk serangan jantung dan stroke pada periode 2002-2013.

Para peneliti menemukan bahwa tiga tahun setelah pembatasan dilaksanakan, pasien yang menjalani rawat inap karena serangan jantung dan stroke secara signifikan lebih sedikit dibandingkan dengan daerah perkotaan yang sama di mana tidak ada pembatasan.

Penurunan untuk kondisi gabungan tersebut bahkan mencapai 6,2 persen. "Ini adalah penurunan yang cukup besar. Penelitian kami menyoroti kekuatan kebijakan publik untuk mempengaruhi kesehatan jantung dari suatu populasi," kata pemimpin penulis Eric Brandt, MD, seorang rekan klinis dalam pengobatan kardiovaskular di Yale School of Medicine dilansir Zeenews.

AS Food and Drug Administration menyetujui larangan nasional pada minyak terhidrogenasi parsial dalam makanan, yang secara efektif akan menghilangkan lemak trans makanan ketika berlaku dalam pedoman pelabelan 2018.

FDA memungkinkan penggunaan lemak trans sebanyak 0,49 gram per porsi untuk kemudian diberi label sebagai nol gram. "Dengan peraturan FDA yang akan datang, orang tidak perlu begitu waspada," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gaya Hidup 'Bersih' Malah Bikin Tulang Menjadi Lemah?

Gaya Hidup 'Bersih' Malah Bikin Tulang Menjadi Lemah?

Health | Kamis, 13 April 2017 | 20:35 WIB

Sarapan Kue Setiap Hari Bisa Turunkan Berat Badan?

Sarapan Kue Setiap Hari Bisa Turunkan Berat Badan?

Lifestyle | Rabu, 05 April 2017 | 09:33 WIB

Santap 6 Menu Sarapan Ini, Awas Tubuh Bisa Tambah Melar!

Santap 6 Menu Sarapan Ini, Awas Tubuh Bisa Tambah Melar!

Lifestyle | Senin, 03 April 2017 | 08:10 WIB

Ini Mengapa Anda Harus Mengurangi Gorengan

Ini Mengapa Anda Harus Mengurangi Gorengan

Health | Senin, 16 Januari 2017 | 13:05 WIB

Terkini

Punya Uang Bisa Bayar Buzzer, Prabowo: Jangan Percaya Antek-antek Asing dan yang Ada di Medsos

Punya Uang Bisa Bayar Buzzer, Prabowo: Jangan Percaya Antek-antek Asing dan yang Ada di Medsos

News | Sabtu, 19 September 2026 | 16:27 WIB

Investor China Bidik Deli Serdang, Industri Daur Ulang Bisa Serap 10.000 Tenaga Kerja

Investor China Bidik Deli Serdang, Industri Daur Ulang Bisa Serap 10.000 Tenaga Kerja

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 16:25 WIB

Review Runner: Aksi Simpel tapi Menghibur Banget, Keren!

Review Runner: Aksi Simpel tapi Menghibur Banget, Keren!

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 16:15 WIB

Ulasan Do Do Sol Sol La La Sol: Tentang Harapan yang Tumbuh dari Kehilangan

Ulasan Do Do Sol Sol La La Sol: Tentang Harapan yang Tumbuh dari Kehilangan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 16:10 WIB

Anime The Fable Season 2 Tayang Januari 2027, Yamaoka Arc Resmi Diadaptasi

Anime The Fable Season 2 Tayang Januari 2027, Yamaoka Arc Resmi Diadaptasi

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 16:00 WIB

Road to HKBP 165 Padel Series di Medan, Effendi Simbolon: Ajang Sportivitas-Silaturahmi Masyarakat

Road to HKBP 165 Padel Series di Medan, Effendi Simbolon: Ajang Sportivitas-Silaturahmi Masyarakat

Sumut | Sabtu, 19 September 2026 | 15:50 WIB

ColorOS 16 Makin Pintar, Oppo Bikin Foto, Musik hingga Keamanan Smartphone Lebih Praktis

ColorOS 16 Makin Pintar, Oppo Bikin Foto, Musik hingga Keamanan Smartphone Lebih Praktis

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 15:50 WIB

Berdiri di Depan Rakyat, Prabowo Percaya Diri Bukan Pemimpin Omon-omon

Berdiri di Depan Rakyat, Prabowo Percaya Diri Bukan Pemimpin Omon-omon

News | Sabtu, 19 September 2026 | 15:36 WIB

Rokok Bakal Berlabel Halal Oktober 2026? Komite Nasional Pengendalian Tembakau Bereaksi Keras

Rokok Bakal Berlabel Halal Oktober 2026? Komite Nasional Pengendalian Tembakau Bereaksi Keras

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 15:30 WIB

Belajar Berdamai dengan Kehilangan Lewat Novel Serangkai

Belajar Berdamai dengan Kehilangan Lewat Novel Serangkai

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 15:30 WIB

×