Punya Hubungan Baik, Anda Bisa Terhindar dari Risiko Demensia

Ririn Indriani, Risna Halidi

Rabu, 03 Mei 2017 | 11:30 WIB
Punya Hubungan Baik, Anda Bisa Terhindar dari Risiko Demensia
Ilustrasi lansia menikmati waktu bersama keluarga tercinta. (Shutterstock)

Suara.com - Selama satu dekade penuh, para peneliti menganalisis data sebanyak 10.055 responden tanpa demensia dari ELSA pada awal penelitian 2002-2003.

Hasilnya, memiliki hubungan yang dapat diandalkan, mampu mendekati dan memahami pasangan, anak-anak dan anggota keluarga dekat lainnya ternyata bisa membuat seseorang memiliki risiko terkena demensia lebih kecil.

Sebaliknya, studi 10 tahun yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer's Disease mengatakan dukungan sosial negatif yang ditandai dengan pengalaman perilaku kritis, tidak dapat diandalkan dan mengganggu, dikaitkan dengan peningkatan risiko.

"Sudah diketahui bahwa memiliki jaringan hubungan erat yang kaya, termasuk menikah dan memiliki anak dewasa, terkait dengan penurunan risiko penurunan kognitif dan demensia," kata salah satu penulis studi Mizanur Khondoker dari University of East Anglia di Inggris dilansir Zeenews.

Namun, tambah dia, hubungan sosial yang tidak berjalan dengan baik bisa menjadi sumber stres interpersonal yang kuat, yang mungkin berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental orang dewasa yang lebih tua. Bukan hanya jumlah koneksi sosial, tapi juga kualitas koneksi tersebut bisa menjadi faktor penting yang mempengaruhi kesehatan kognitif orang tua.

Penelitian ini didasarkan pada data dari Studi Longitudinal Penuaan Inggris atau ELSA. Para peneliti menganalisis selama satu dekade penuh data yang diikuti 10.055 peserta inti dari ELSA yang bebas demensia pada awal penelitian pada 2002-2003.

Peserta diwawancara setiap dua tahun selama 2004-2012 dan kejadian demensia diidentifikasi dari laporan sendiri oleh peserta atau informasi yang diberikan oleh informan yang ditunjuk. Ukuran pengalaman positif dan negatif dari dukungan sosial dihitung pada awal (2002) dengan menggunakan seperangkat enam item dalam daftar pertanyaan 'Kesehatan dan gaya hidup orang berusia 50 dan lebih' dari ELSA.

Skala berkisar antara satu sampai empat dengan nilai lebih tinggi menunjukkan lebih banyak dukungan positif atau negatif. Peningkatan satu poin dalam skor dukungan sosial positif menyebabkan penurunan 17 persen risiko pembangan demensia.

Namun, nilai dukungan negatif menunjukkan efek yang lebih kuat yaitu kenaikan satu poin dalam skor dukungan negatif menyebabkan kenaikan risiko hingga 31 persen.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas, Kesepian Bisa Tingkatkan Risiko Pikun!

Awas, Kesepian Bisa Tingkatkan Risiko Pikun!

Health | Kamis, 06 Oktober 2016 | 10:44 WIB

Studi: Makanan Cepat Saji Bisa Bikin Gangguan Mental

Studi: Makanan Cepat Saji Bisa Bikin Gangguan Mental

Lifestyle | Kamis, 01 September 2016 | 12:09 WIB

Tes Ini Bisa Deteksi Alzheimer Sejak Usia 35 Tahun

Tes Ini Bisa Deteksi Alzheimer Sejak Usia 35 Tahun

Health | Kamis, 07 Juli 2016 | 15:13 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×