Kasihan, Lelaki Ini Sulit Dapat Pekerjaan karena Tangan Besarnya

Chaerunnisa, Risna Halidi

Kamis, 01 Juni 2017 | 19:10 WIB
Kasihan, Lelaki Ini Sulit Dapat Pekerjaan karena Tangan Besarnya
Ilustrasi lelaki bertangan besar (Shutterstock)

Suara.com - Seorang ayah tiga anak asal Pakistan tidak dapat mendapatkan pekerjaan karena ukuran tangannya yang begitu besar, hingga membuat dia terpaksa mengemis di jalanan agar dapat memberi makan keluarganya.

Ashraf-ud-din (70), yang berasal dari Karachi menderita kondisi langka disebut macrodactyly atau bentuk gigantisme bawaan sejak lahir. Sebelumnya, Ashraf bekerja di sebuah restoran. Dia kemudian dipecat karena pelanggan menolak untuk menerima makanan darinya.

Banyak usaha yang dilakukan Ashraf agar mendapatkan pekerjaan lain, namun tak juga berhasil.

Kini, waktu dia habiskan di jalanan untuk mengemis selama sembilan jam sehari. Meski kerap disiksa orang asing dan mengejeknya sambil memberikan komentar buruk, keluarga Ashraf dan teman dekatnya tidak tahu dia mengemis karena terlalu malu untuk mengakuinya.

"Orang selalu mengejek saya. Mereka bilang saya dikutuk atau saya telah dihukum oleh Tuhan. Orang merasa jijik saat melihat saya. Ini sangat memalukan. Ukuran tangan saya telah menghentikan saya mendapatkan keterampilan atau bakat untuk mendapatkan uang. Dan orang tidak memberi saya pekerjaan karena kondisi ini jadi saya tidak punya pilihan selain mengemis. Ini bukan profesi saya karena pilihan, tapi karena tidak berdaya," curhat Ashraf.

"Saya telah melakukan segalanya untuk mencari pekerjaan. Saya bahkan mencoba bekerja di restoran beberapa tahun yang lalu tapi orang-orang menolak untuk menerima makanan dari saya jadi saya dipecat. Sejak saat itu belum ada yang merekrut saya. Saya telah ditawari bekerja sebagai buruh tapi tangan saya tidak mengizinkan saya melakukan pekerjaan seperti itu," sambungnya.

Ashraf mengaku tidak ingin melakukan operasi karena semua dokter telah menyarankan amputasi, yang telah ditolaknya. Sebaliknya, dia yakin Tuhan akan baik padanya suatu hari nanti.

"Saya berdoa suatu hari nanti saya akan baik-baik saja. Saya ingin membuka toko yang bisa saya jalani bersama istri dan anak-anak saya tapi rasanya hanya sekadar mimpi. Anak-anak saya menderita karena kondisi saya dan saya ingin mereka memiliki lebih baik daripada yang bisa saya tawarkan kepada mereka," ungkapnya.

Ashraf terlahir dengan ukuran tangan lebih besar dari manusia biasanya dan seiring bertambahnya usia, kondisi tersebut semakin memburuk.

Selama ini dia telah berusaha keras untuk mencari pekerjaan tapi tidak ada yang bersedia mempekerjakannya. Ashraf menikahi seorang perempuan yang namanya tidak diketahui lima tahun  lalu dan kini memiliki tiga anak masing-masing berusia lima, tiga dan 18 bulan. Ashraf tidak pernah ingin anak-anaknya tahu bagaimana dia menghasilkan uang.

"Saya mengemis agar saya bisa menyekolahkan anak-anak saya. Saya ingin mereka pergi ke sekolah dan mengejar karir pilihan mereka. Tapi saya ingin berhenti mengemis sebelum anak-anak saya tumbuh dewasa sehingga mereka tidak pernah tahu. Saya harap seseorang dapat memberi saya istirahat sebelum anak-anak saya mengetahui bahwa ayah mereka harus mengemis," ujar dia.

Dr Jaswan Shakya, direktur medis Rumah Sakit Memorial Sushma Koirala, di Nepal, telah menangani banyak kasus kelainan gigantisme. Dia mengatakan, tangan Ashraf hanya bisa dioperasikan jika tulangnya tidak bertambah besar akibat kondisi tersebut.

"Ini bukan situasi yang mengancam jiwa tapi ini menyebabkan banyak masalah dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Macrodactyly merupakan sebuah kondisi gigantisme langka. Macrodactyly biasanya memengaruhi bagian tangan atau kaki. Sebagian besar hanya mempengaruhi satu tangan atau kaki, dan terkadang hanya mempengaruhi satu jari tangan atau jari kaki.

Ini adalah kondisi bawaan yang disebabkan oleh pertumbuhan tulang dan jaringan lunak secara berlebihan. Pembedahan biasanya diperlukan untuk memperbaiki jaringan yang terkena dampak macrodactyly.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lelaki Bertato Ini Meninggal Usai Berenang

Lelaki Bertato Ini Meninggal Usai Berenang

Health | Kamis, 01 Juni 2017 | 16:06 WIB

Kocak! Anda akan Tertawa Melihat Aksi Renang Lelaki Ini

Kocak! Anda akan Tertawa Melihat Aksi Renang Lelaki Ini

Tekno | Rabu, 31 Mei 2017 | 19:40 WIB

Kasihan, Kulit Lelaki Ini Melepuh karena Lupa Pakai Tabir Surya

Kasihan, Kulit Lelaki Ini Melepuh karena Lupa Pakai Tabir Surya

Lifestyle | Rabu, 31 Mei 2017 | 18:00 WIB

Awas, Bahaya Ini Mengincar Lelaki yang Kurang Tidur!

Awas, Bahaya Ini Mengincar Lelaki yang Kurang Tidur!

Health | Rabu, 24 Mei 2017 | 19:46 WIB

Studi: Lelaki Pendek Lebih Berisiko Alami Kebotakan di Usia Muda

Studi: Lelaki Pendek Lebih Berisiko Alami Kebotakan di Usia Muda

Health | Minggu, 21 Mei 2017 | 07:07 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB