Studi: Anak Prematur Bisa Berprestasi Seperti Anak Normal

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 13 Juni 2017 | 14:38 WIB
Studi: Anak Prematur Bisa Berprestasi Seperti Anak Normal
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi yang dilakukan pada 1,3 juta bayi prematur sekitar usia 23 atau 24 minggu yang lahir di Florida, dinyatakan siap memasuki taman kanak-kanak pada waktunya, bahkan hampir 2 persen dari mereka mendapatkan status berbakat di sekolah.

Bayi yang lahir prematur sangat dini biasanya menghasilkan skor yang lebih rendah pada tes standar daripada bayi yang terlahir normal. Namun seiring bertambahnya usia kehamilan, peneliti dari Northwestern University melalui jurnal JAMA Pediatrics medical mengatakan bahwa perbedaan nilai tes menjadi tidak penting.

"Apa yang menggairahkan bagi saya tentang penelitian ini adalah bahwa hal itu mengubah fokus pada ahli klinis dan keluarga bahwa bukan hanya memusatkan perhatian pada hasil medis anak tetapi juga masa depan pendidikan bagi seorang anak yang lahir lebih awal," kata penulis utama Craig Garfield, yang juga seorang profesor pediatri dan ilmu sosial medial di Northwestern Medicine dilansir Zeenews.

Periset menganalisis kinerja sekolah pada 1,3 juta bayi yang lahir di Florida sejak 1992 sampai 2002 yang memiliki masa perkembangan janin 23 sampai 41 minggu dan yang kemudian memasuki sekolah negeri pada 1995 dan 2012.

Mereka menemukan bahwa bayi yang lahir di antara 23 dan 24 minggu cenderung memiliki fungsi kognitif normal di kemudian hari, dengan 1,8 persen dari mereka bahkan mencapai status berbakat di sekolah.

Kelahiran prematur terjadi ketika bayi lahir sebelum setidaknya 37 minggu kehamilan, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sementara masa kehamilan normal sekitar 40 minggu. Kelahiran prematur dapat menyebabkan masalah medis serius seperti keterbelakangan pada masa kanak-kanak atau bahkan kematian pada bayi.

Studi tersebut tidak menjelaskan mengapa bayi yang sangat prematur  kemudian dapat tampil dengan baik di sekolah, Garfield mengatakan dalam pernyataan tersebut, tidak melihat apakah kesuksesan mereka dapat dikaitkan dengan dukungan ekstra dari keluarga atau sekolah, atau pembentukan biologis saat anak-anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenapa Bayi Lahir Prematur Rentan Terkena Flu Saat Dewasa?

Kenapa Bayi Lahir Prematur Rentan Terkena Flu Saat Dewasa?

Health | Sabtu, 10 Juni 2017 | 09:30 WIB

Studi: Polusi Udara Pemicu Kelahiran Prematur

Studi: Polusi Udara Pemicu Kelahiran Prematur

Health | Senin, 20 Februari 2017 | 19:28 WIB

Radang Gusi Selama Kehamilan Picu Bayi Lahir Prematur

Radang Gusi Selama Kehamilan Picu Bayi Lahir Prematur

Health | Senin, 30 Januari 2017 | 17:01 WIB

Terkini

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB