Bila Ini yang Terjadi, Itu Tanda Anak Kecanduan Gula

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 21 Juli 2017 | 18:57 WIB
Bila Ini yang Terjadi, Itu Tanda Anak Kecanduan Gula
Donat merupakan salah satu makanan manis yang digemari anak-anak. (Shutterstock)

Suara.com - Makanan manis sangat disukai anak-anak. Berbagai panganan manis yang banyak ditawarkan dengan tampilan yang sangat memikat hati memang menggoda untuk dilahap dibandingkan makanan sehat. Bahkan kini camilan yang sedang "ngetren" didominasi oleh aneka makanan manis dan tepung-tepungan yang mengandung kadar gula yang tinggi.

Melihat kondisi ini, para orangtua tentu saja harus bijak menyikapinya. Pasalnya, keliru dalam menerapkan pola asuh dapat membuat anak kecanduan gula. Lalu bagaimana ciri-ciri jika anak telah kecanduan gula?

Menurut dr. Reni Wigati, SpA, Dokter Spesialis Anak dari RS Dharmais, tanda anak kecanduan gula bisa dilihat dari reaksinya jika dilarang untuk mengonsumsi makanan tinggi gula.

"Anak tidak bisa lepas. Dia akan temperamen atau marah ketika nggak diberi makanan atau minuman manis yang dimintanya. Dia bisa berteriak atau melempar barang seperti tantrum," ujarnya pada temu media di Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Jika anak sudah menunjukkan gelagat seperti ini, Reni mengimbau agar orangtua segera memodifikasi perilaku makan anak dan mengajaknya untuk melakukan aktivitas fisik. Orangtua juga diharapkan tegas dalam membuat aturan sehingga dampak negatif dari kecanduan gula bisa diminimalisir.

"Anak seusianya itu banyak sekali negoisasi. Tapi jangan sampai orangtua melepas kontrol kepada anak. Buat kesepakatan agar anak membatasi konsumsi makanan atau minuman tinggi gula dan biasakan ia untuk melakukan aktivitas bisa dengan berjalan atau naik tangga agar kalori yang masuk bisa dibakar," terangnya.

Sebagai pencegahan dari kecanduan gula, Reni menambahkan, sebaiknya pola makan yang benar sudah mulai diperkenalkan sejak anak memasuki masa makanan pendamping ASI (MPASI). Pola makan yang benar tersebut mencakup menjadwalkan makanan utama tiga kali sehari dan menyelingi dengan camilan dengan pemberian buah segar saja dan air putih.

"Jadi, camilannya jangan yang manis-manis atau cookies gitu tapi buah segar bukan jus. Dan kalau mau minum, itu harus air putih. Selanjutnya kebutuhan kalori disesuaikan dengan berat badan anak," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Elvina Karyadi, M.Sc., Ph.D, SpGK, Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) DKI Jakarta mengatakan, orangtua juga harus menerapkan aturan dalam membuat makanan di rumah, seperti tak terlalu berlebihan dalam menambahkan gula pada makanan atau minuman.

"Ada survei yang menunjukkan bahwa sumber gula terbanyak dari minuman yang kita buat di rumah, seperti teh, kopi, jus. Kadang gulanya dua sendok teh, terus tiga kali sehari. Sudah berapa itu sehari konsumsi gulanya. Jadi memang harus dibatasi," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mana Lebih Bahaya, Kebanyakan Gula atau Garam?

Mana Lebih Bahaya, Kebanyakan Gula atau Garam?

Health | Senin, 19 Juni 2017 | 15:11 WIB

Penyuka Manis? Bisa Jadi karena Si Hati!

Penyuka Manis? Bisa Jadi karena Si Hati!

Health | Rabu, 03 Mei 2017 | 13:56 WIB

Kecanduan Makanan Manis, Begini Cara Mengatasinya

Kecanduan Makanan Manis, Begini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Kamis, 05 Januari 2017 | 15:50 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×