Pasien Gagal Jantung Tak Boleh Putus Obat, Ini Alasannya

Chaerunnisa, Firsta Nodia

Sabtu, 29 Juli 2017 | 20:28 WIB
Pasien Gagal Jantung Tak Boleh Putus Obat, Ini Alasannya
Seorang pria alami serangan jantung (Shutterstock)

Suara.com - Jantung berfungsi memompa darah dari dan ke seluruh tubuh. Namun, pada penderita pasien gagal jantung, fungsi ini tak bisa dilakukan secara maksimal.

Untuk menjaga kerja jantung berjalan maksimal, pasien gagal jantung harus mengonsumsi obat seumur hidup. Jika tidak, maka pasien gagal jantung harus menjalani perawatan ulang dari tahap awal.

"Jika pasien berhenti minum obat, maka perawatannya harus diulang. Obat bagi pasien gagal jantung ada lima, nah kalau tidak dikonsumsi salah satunya, akibatnya pasien bisa merasa dadanya sesak," ujar dokter spesialis jantung pembuluh darah dari RS Jantung Harapan Kita, Prof. Dr. Bambang Budi Siswanto di Jakarta, Sabtu (29/7/2017).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, pasien gagal jantung harus patuh mengonsumsi obat untuk menjaga kondisinya tetap stabil. Begitu obat habis, maka ia menganjurkan pasien untuk kembali kontrol dan mendapatkan obat yang sesuai dengan perkembangan kondisinya.

"Jadi dokter nanti akan menilai apakah pasien cocok dengan obat ini atau tidak lewat serangkaian pemeriksaan. Kalau tekanan darah pasien tinggi nanti dosis bisa dikurangi," tambah dia.

Melalui pemeriksaan darah, dokter juga akan menilai kemungkinan komplikasi akibat dari efek samping pemberian obat bagi kasus gagal jantung. Untuk itu, dia merekomendasikan pasien gagal jantung untuk rutin melakukan kontrol ke dokter.

Milan Paleja, President Director Novartis Group Indonesia mengatakan bahwa studi menunjukkan kualitas hidup pasien gagal jantung lebih buruk dibandingkan penderita penyakit kronis lainnya. Kondisi itu tentunya mengganggu pasien untuk melakukan tugas sederhana dan melakukan aktivitas fisik sehari-hari.

Untuk itu, guna mengurangi memburuknya kondisi pasien gagal jantung, kini telah ditemukan obat baru yaitu LCZ696. Obat yang dikeluarkan oleh Novartis Indonesia ini, kata Paleja, menggabungkan dua molekul menjadi satu sehingga berfungsi meringankan beban kerja jantung yang sudah sakit.

"Novartis menghadirkan pengobatan gagal jantung baru LCZ696 dengan nama molekul sacubitril valsartan sodium hydrate di kelas perawatan ARNi (Angiotensin Receptor-Neprilysin inhibitor) di Indonesia, sejak pertama kali diluncurkan di Eropa dan Amerika Serikat 18 bulan yang lalu. Obat ini secara bertahap bisa mengembalikan kondisi jantung yang lemah menjadi seperti semula," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Pasien Gagal Jantung Meninggal, Setelah 1 Tahun Diagnosis

Studi: Pasien Gagal Jantung Meninggal, Setelah 1 Tahun Diagnosis

Health | Rabu, 26 Juli 2017 | 09:01 WIB

Polusi Ozon Penyebab Serangan Jantung, Darah Tinggi dan Stroke?

Polusi Ozon Penyebab Serangan Jantung, Darah Tinggi dan Stroke?

Health | Rabu, 19 Juli 2017 | 11:02 WIB

Menulis Cerita Setelah Putus Cinta, Ini Manfaatnya bagi Jantung

Menulis Cerita Setelah Putus Cinta, Ini Manfaatnya bagi Jantung

Health | Sabtu, 15 Juli 2017 | 13:15 WIB

Jam Kerja Berlebihan, Awas Risiko Penyakit Jantung Mengintai

Jam Kerja Berlebihan, Awas Risiko Penyakit Jantung Mengintai

Health | Jum'at, 14 Juli 2017 | 21:21 WIB

Awas! Kebisingan Kota Bisa Picu Masalah Jantung yang Serius

Awas! Kebisingan Kota Bisa Picu Masalah Jantung yang Serius

Health | Selasa, 27 Juni 2017 | 11:06 WIB

Terkini

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:52 WIB

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:12 WIB

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Banten | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×