Menulis Cerita Setelah Putus Cinta, Ini Manfaatnya bagi Jantung

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Sabtu, 15 Juli 2017 | 13:15 WIB
Menulis Cerita Setelah Putus Cinta, Ini Manfaatnya bagi Jantung
Ilustrasi perempuan sedang menulis di buku hariannya. (Shutterstock)

Suara.com - Mengalami perpisahan bisa membuat perasaan menjadi buruk, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kondisi kesehatan Anda, bahkan dalam jurnal Psychosomatic Medicine disebutkan bahwa perpisahan bisa membuat Anda mengalami masalah jantung.

Namun Anda tak perlu terlalu khawatir bila menghadapi kondisi ini, karena ada penawarnya, yaitu sebuah praktik yang disebut naratif tulisan ekspresif. Cara ini dinilai bisa membantu seseorang yang sedang menghadapi perpisahan.

Selama ini, pakar medis melakukan eksplorasi tentang bagaimana menulis bisa menyembuhkan tubuh dan pikiran, dari suasana hati hingga fungsi jantung yang lebih baik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menciptakan narasi pengalaman Anda melalui tulisan, dapat membantu meningkatkan kesehatan kardiovaskular setelah putus cinta.

"Agar bisa membuat cerita dengan cara yang terstruktur, tidak hanya bagaimana Anda meluapkan emosi Anda, tapi juga bagaimana membuat makna daripada cerita tersebut. Ini memungkinkan Anda memproses perasaan itu dengan cara yang lebih fisiologis," kata Kyle Bourassa, seorang mahasiswa pascasarjana di bidang Psikologi klinis Universitas Arizona Ph.D. Program dan penulis utama studi ini, dilansir Huffington Post.

Peneliti di University of Arizona menganalisis data dari 109 orang dewasa (70 perempuan dan 39 lelaki) yang baru-baru ini mengalami perceraian.

Peserta dibagi secara acak menjadi tiga kelompok yang diberi latihan penulisan yang berbeda: tulisan ekspresif tradisional, penulisan ekspresif naratif dan tulisan harian. Mereka diinstruksikan untuk menulis dalam gaya yang sudah ditunjukkan, selama 20 menit dalam sehari, selama tiga hari berturut-turut.

Mereka yang berada dalam kelompok penulisan ekspresif tradisional diberi tahu untuk secara bebas mengekspresikan perasaan mereka yang paling mendalam, tentang hubungan dan perpisahan mereka, serupa dengan praktik penulisan jurnal populer.

Sedangkan, mereka yang ditugaskan untuk menulis ekspresif naratif diminta untuk menyusun narasi koheren tentang pernikahan mereka dalam kerangka cerita yang memiliki awal, tengah dan akhir yang jelas. Kelompok ketiga diberi tahu untuk menulis secara non-emosional tentang aktivitas keseharian mereka.

Respons kardiovaskular peserta terhadap stres juva dinilai sebelum mereka memulai penulisan mereka dan kemudian diuji lagi dalam dua kunjungan lanjutan.

Periset menemukan pola yang konsisten, yakni delapan bulan kemudian, dibandingkan dengan peserta di kedua kelompok lainnya. Mereka yang telah menciptakan cerita yang koheren tentang pernikahannya menunjukkan tingkat detak jantung yang cukup rendah secara keseluruhan, serta variabilitas denyut jantung yang lebih besar, yang mencerminkan ketahanan dalam menghadapi stres.

Ini adalah kabar baik bagi mereka yang ingin mengimbangi hasil kesehatan yang buruk terkait dengan perceraian, termasuk gangguan tidur dan angka kematian 23 persen lebih tinggi, yang telah ditemukan oleh banyak penelitian.

"Instruksi eksplisit untuk membuat narasi dapat memberikan perancah bagi orang-orang yang mengalami masa sulit ini," kata Bourassa.

Mengakhiri pernikahan yang buruk, bisa menjadi sebuah kepuasan hidup yang lebih baik. Namun stres jangka pendek bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan Anda.

"Mengeksternalisasikan kecemasan dan ketakutan tersebut melalui tulisan naratif dapat membantu mencegah kerusakan jangka panjang," kata Nancy Mramor, seorang psikolog klinis di Pittsburgh yang tidak berafiliasi dengan penelitian ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada! Patah Hati Juga Mematikan

Waspada! Patah Hati Juga Mematikan

Lifestyle | Selasa, 20 Juni 2017 | 13:00 WIB

Patah Hati ? Sumbangkan Barang Mantan Anda ke Museum Ini!

Patah Hati ? Sumbangkan Barang Mantan Anda ke Museum Ini!

Video | Senin, 05 Juni 2017 | 22:30 WIB

Mungkin Ini Penjelasan Kenapa Cinta Kadang Menyakitkan

Mungkin Ini Penjelasan Kenapa Cinta Kadang Menyakitkan

Lifestyle | Jum'at, 28 April 2017 | 19:58 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB