Studi: Pasien Gagal Jantung Meninggal, Setelah 1 Tahun Diagnosis

Dythia Novianty, Risna Halidi

Rabu, 26 Juli 2017 | 09:01 WIB
Studi: Pasien Gagal Jantung Meninggal, Setelah 1 Tahun Diagnosis
Ilustrasi gagal jantung. [Shutterstock]

Suara.com - Di India, 23 persen pasien gagal jantung meninggal dalam kurun waktu satu tahun setelah diagnosis. Bahkan, di Afrika tingkat kematian setahun setelah diagnosis mencapai 34 persen.

Dari total kematian yang terjadi pada pasien gagal jantung, 46 persen disebabkan masalah jantung. Penyebab masalah non-jantung mencapai 16 persen kematian pada pasien.

Ini adalah studi komprehensif pertama mengenai kegagalan jantung yang dilakukan di enam geografi di seluruh dunia oleh International Congestive Heart Failure (INTER-CHF).

Para peneliti juga mengungkapkan, bagaimana tingkat kematian pasien karena gagal jantung setahun pascadiagnosis seperti di kawasan Asia Tenggara yang mencapai 15 persen, tujuh persen di Cina, sembilan persen baik di Amerika Selatan maupun kawasan Asia Barat.

"Di India, penyakit yang berhubungan dengan jantung terjadi satu dekade lebih awal dari pada orang-orang di barat. Kurangnya kesadaran dari pengeluaran kantong dan kurangnya infrastruktur, menguatkan pada penyakit yang berhubungan dengan jantung," kata Sundeep Mishra, Profesor Kardiologi di All India Institute of Medical Sciences.

Ahli kardiologi mengatakan bahwa variasi mortalitas yang ditandai di negara-negara berpenghasilan rendah, seperti India dapat dikaitkan juga dengan kualitas dan akses terhadap layanan kesehatan yang lebih rendah.

Penelitian ini sendiri bertujuan mengukur angka kematian pada satu tahun paska diagnosis pasien gagal jantung di India, Afrika, Cina, Timur Tengah, Asia Tenggara dan Amerika Selatan.

Selama penelitian, peneliti memantau kesehatan 5.823 pasien di 108 pusat lokasi. Pasien kemudian ditindaklanjuti pada saat enam bulan dan satu tahun sejak didiagnosis.

Usia rata-rata pasien adalah 59 tahun, dengan rasio laki-laki lebih besar daripada perempuan sekitar 60:40. Hasil utama penelitian ini adalah untuk mencatat semua penyebab kematian dalam satu tahun kjadian.

baca juga

Sebuah studi yang sebelumnya dilakukan oleh AIIMS dan diterbitkan dalam jurnal Practice of Cardiovascular Sciences, menyoroti bahwa hasil diagnosis kerap terlambat pada sepertiga pasien dan meninggal saat dirawat di rumah sakit serta diobati hanya satu sampai empat kali saja dalam rentang waktu tiga bulan setelah diagnosis.

Lewat pendekatan berbasis masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini, Mishra mengatakan bahwa banyak orang tidak mengerti perbedaan antara gagal jantung dan serangan jantung karena mereka tidak berkonsultasi dengan dokter.

"Gagal jantung mengacu pada kondisi dimana kapasitas pemompaan darah jantung berkurang. Sedangkan serangan jantung sekunder akibat sirkulasi koroner yang tersumbat, di mana suplai darah ke otot jantung terpotong atau berkurang drastis. Gagal jantung adalah bahaya kesehatan yang serius dan Dapat mengancam nyawa jika diabaikan," ucap Mishra.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, gagal jantung berdampak lebih dari 60 juta orang di seluruh dunia. Risiko kematian pasien gagal jantung sebanding dengan pasien dengan kanker tingkat lanjut.

Meskipun, gagal jantung dapat menyerang pada usia berapapun, hal ini lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 65 tahun.

Mishra mengatakan, alasan utama rendahnya kesadaran akan gagal jantung adalah kenyataan bahwa pasien menganggapnya sebagai tanda bertambahnya usia.

"Meskipun tidak ada obat untuk gagal jantung, pasien yang didiagnosis dini perlu mengikuti pengobatan mereka dan membuat perubahan gaya hidup untuk hidup lebih lama, merasa lebih baik dan lebih aktif. Oleh karena itu, penting bagi pasien dan pemberi perawatan untuk mengetahui gejala gagal jantung, mengarah pada pengenalan yang lebih baik dan diagnosis dini, "kata Mishra. [Zeenews]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rajin Main Teka-teki Silang, Otak 10 Tahun Lebih Muda

Rajin Main Teka-teki Silang, Otak 10 Tahun Lebih Muda

Health | Selasa, 18 Juli 2017 | 10:00 WIB

Banyak Makan Jeruk, Kurangi Risiko Demensia

Banyak Makan Jeruk, Kurangi Risiko Demensia

Health | Senin, 10 Juli 2017 | 13:13 WIB

Lama Menganggur Bisa Picu Gagal Jantung?

Lama Menganggur Bisa Picu Gagal Jantung?

Health | Senin, 01 Mei 2017 | 10:14 WIB

Terkini

Apakah Lip Crayon Make Over Tahan Lama? Ini Keunggulan dan Pilihan Warnanya

Apakah Lip Crayon Make Over Tahan Lama? Ini Keunggulan dan Pilihan Warnanya

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Skin Food Viva Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Tepat Biar Hasilnya Maksimal

Skin Food Viva Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Tepat Biar Hasilnya Maksimal

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Kritik MSCI Soal Penurunan Status BEI, DPR: Jangan Ditelan Mentah-Mentah, Mereka Bukan Nabi!

Kritik MSCI Soal Penurunan Status BEI, DPR: Jangan Ditelan Mentah-Mentah, Mereka Bukan Nabi!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:48 WIB

Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.574.000/Gram

Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.574.000/Gram

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Tema dan Maknanya

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Tema dan Maknanya

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir per Hari

Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir per Hari

Jabar | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Klaim Keberhasilan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik: Kontradiksi dengan Kepuasan Rakyat!

Klaim Keberhasilan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik: Kontradiksi dengan Kepuasan Rakyat!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:33 WIB

IHSG Masih Melemah, Rupiah Jadi Tertekan ke Level Rp18.056

IHSG Masih Melemah, Rupiah Jadi Tertekan ke Level Rp18.056

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:29 WIB

×