Lelaki Alami Kerusakan Otak Ini "Bangun" oleh Rangsangan Syaraf

Chaerunnisa

Rabu, 27 September 2017 | 06:56 WIB
Lelaki Alami Kerusakan Otak Ini "Bangun" oleh Rangsangan Syaraf
Ilustrasi lelaki terbaring di RS (Shutterstock)

Suara.com - Seorang lelaki berusia 35 tahun dan telah berada dalam "kondisi vegetatif" selama 15 tahun setelah satu kecelakaan mobil telah memperlihatkan tanda kesadaran sesudah alat perangsang syaraf vagus dipasangkan di dadanya, kata beberapa peneliti.

Hasilnya, sebagaimana dilaporkan di jurnal AS Current Biology, menantang kepercayaan umum bahwa gangguan kesadaran yang berlangsung lebih dari 12 bulan tak bisa diubah.

"Dengan merangsang syaraf vagus, kami memperlihatkan bahwa mungkin untuk meningkatkan kehadiran seorang pasien di dunia," kata Angela Sirigu dari Instut des Sciences Cognitives Marc Jeannerod di Lyon, Prancis, di dalam satu pernyataan, seperti diwartakan Antara.

Pengobatan tersebut, yang dikenal dengan naman vagus nerve stimulation (VNS), sudah digunakan untuk penyakit epilepsi dan depresi, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi.

Syaraf vagus menghubungkan otak dengan banyak bagian tubuh, termasuk usus, dan diketahui menjadi penting dalam membangunkan, menyadarkan dan banyak lagi fungsi dasar.

Untuk memeriksa kemampuan VNS guna memulihkan kesadaran, para peneliti ingin memilih satu kasus sulit guna memastikan bahwa setiap peningkatan tak bisa dijelaskan secara kebetulan.

Mereka mencari seorang pasien yang telah tergeletak dalam "kondisi vegetatif" selama lebih dari satu dasawarsa tanpa tanda membaik.

Setelah satu bulan diberi rangsangan syaraf vagus, mereka melaporkan, perhatian pasien tersebut, gerakan dan kegiatan otaknya meningkat dengan mencolok.

Lelaki itu mulai menanggapi instruksi sederhana yang sebelumnya tak mungkin terjadi. Misalnya, ia dapat mengikuti satu objek dengan matanya dan menolehkan kepalanya sesuai permintaan.

baca juga

Ibu pria tersebut melaporkan peningkatan kemampuan untuk tetap sadar ketika mendengarkan suara seorang terapis yang membaca buku.

Setelah memberi rangsangan, para peneliti juga mengamati reaksi terhadap "ancaman" yang sebelumnya tak ada. Misalnya, ketika kepala pemeriksa secara tiba-tiba mendekati wajah pasien, ia bereaksi dengan terkejut dan membuka matanya lebar-lebar.

Setelah beberapa tahun dalam "kondisi vegetatif", ia telah memasuki kondisi kesadaran minimal, kata para peneliti tersebut.

Catatan kegiatan otaknya mengungkapkan perubahan besar di beberapa bidang otak yang terlibat dalam gerakan, rasa, dan kesadaran, dan juga memperlihatkan peningkatan konektifitas fungsi otak.

Pemeriksaan PET juga memperlihatkan peningkatan pada kegiatan metabolis pada wilayah kortikal dan sub-kortikal pada otak.

Para peneliti mengatakan temuan tersebut memperlihatkan campur-tangan yang benar dapat memberi perubahan pada kesadaran sekalipun dalam kasus klinis yang paling parah.

"Kekenyalan otak dan perbaikan otak masih mungkin sekalipun harapan tampaknya telah sirna," kata Sirigu.

Para peneliti itu sekarang merencanakan studi kolaboratif yang besar guna mengkonfirmasi dan memperluas poten pengobatan VNS pada pasien dalam "kondisi vegetatitf" atau kondisi kesadaran minimal.

Selain untuk membantu pasien, Sirigu mengatakan temuan tersebut juga akan meningkatkan pemahaman mengenai "kemampuan otak kita yang sangat menarik ini untuk memproduksi pengalaman kesadaran".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas! Asap Rokok Menempel di Baju Picu Kerusakan Otak

Awas! Asap Rokok Menempel di Baju Picu Kerusakan Otak

Lifestyle | Selasa, 26 September 2017 | 15:00 WIB

Ini Dia Olahraga Otak yang Bisa Bikin Anda Lebih Pintar

Ini Dia Olahraga Otak yang Bisa Bikin Anda Lebih Pintar

Health | Kamis, 21 September 2017 | 07:39 WIB

Perempuan Pengidap Kanker Otak Melahirkan, Sehari Kemudian Tewas

Perempuan Pengidap Kanker Otak Melahirkan, Sehari Kemudian Tewas

Health | Selasa, 12 September 2017 | 15:11 WIB

Cedera Otak Parah, Tuntutan Rp290 M Eks Petinju Ini Dikabulkan

Cedera Otak Parah, Tuntutan Rp290 M Eks Petinju Ini Dikabulkan

News | Selasa, 12 September 2017 | 10:13 WIB

Ini yang Terjadi pada Otak Saat Anda Lupa

Ini yang Terjadi pada Otak Saat Anda Lupa

Health | Senin, 07 Agustus 2017 | 20:50 WIB

Waspadai Gejala Parkinson Berikut Ini

Waspadai Gejala Parkinson Berikut Ini

Health | Rabu, 09 September 2015 | 18:45 WIB

Manfaat Musik untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Manfaat Musik untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Lifestyle | Selasa, 25 Maret 2014 | 07:54 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB