Ini Dia Olahraga Otak yang Bisa Bikin Anda Lebih Pintar

Ririn Indriani

Kamis, 21 September 2017 | 07:39 WIB
Ini Dia Olahraga Otak yang Bisa Bikin Anda Lebih Pintar
Mengisi Teka Teki Silang (TTS), salah satu olahraga otak yang bisa membuat Anda lebih pintar. (Shutterstock)

Suara.com - Olahraga tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan tubuh, tetapi juga membantu mengasah ketajaman otak. Dengan olahraga otak, akan terbentuk saraf-saraf baru yang dapat melindungi Anda dari gejala demensia atau kepikunan sejak dini.

Selain itu, jalinan saraf baru akan meningkatkan kemampuan kognitif otak untuk berpikir logis dan memecahkan masalah. Itu sebabnya, olahraga otak sama pentingnya dengan olahraga tubuh.

Ketahui beragam cara yang bisa Anda lakukan untuk olahraga otak dihimpun Hello Sehat.

1. Membaca
Anda suka membaca? Nah, hobi yang satu ini nyatanya merupakan salah satu bentuk olahraga otak, lho! Pasalnya, membaca dapat melenturkan otot-otot otak Anda, baik ketika Anda membaca bacaan yang ringan (seperti komik atau majalah) maupun bacaan “berat” yang berisi beragam informasi.

Membaca juga akan memperluas wawasan Anda sehingga Anda jadi lebih cerdas. Karena itu, usahakan untuk menambah jenis bacaan Anda.

Bahkan, menurut penelitian Dr. Nikolaos Scarmeas yang dilakukan pada 2001, diketahui bahwa membaca dapat membantu membangun ‘cadangan kognitif’ untuk menunda timbulnya demensia.

2. Bermain puzzle atau teka-teki silang (TTS)
Sejak dulu teka-teki silang (TTS) terkenal sebagai cara untuk mengasah kemampuan otak. Nah, menurut  pusat pelatihan kognitif LearningRx, selain teka-teki silang, puzzle dan Sudoku juga nyatanya dapat melatih kemampuan otak, khususnya otak kiri.

Jika Anda terbiasa bermain teka-teki silang dan puzzle, tambahkan strategi baru dan terus tingkatkan kesulitan dari hari ke hari untuk meningkatkan kesuksesan latihan otak Anda, misalnya memecahkan teka-teki silang dengan tema yang tidak biasa.

Sedangkan untuk mengasah kemampuan otak kanan yang berfungsi untuk membantu Anda berpikir kreatif, Anda bisa melakukan permainan strategi seperti catur, monopoli atau game komputer lainnya.

4. Belajar bahasa asing
Belajar bahasa asing akan mengaktifkan bagian otak yang belum digunakan sejak Anda mulai berbicara. Sebuah penelitian 2007 di York University di Toronto, menemukan bahwa penggunaan beberapa bahasa dapat meningkatkan pasokan darah ke otak untuk menjaga kesehatan jalinan saraf.

5. Main musik
Suatu studi oleh Nina Kraus yang dimuat di website Live Science menunjukan bahwa orang yang main alat musik dapat merespon suara dan bahasa lebih baik. Mereka juga akan cenderung mengalami proses penuaan otak yang lebih lambat.
Dalam studi lainnya, Kraus juga menemukan berlatih alat musik bisa meningkatkan kemampuan seseorang untuk mendengar dalam suasana bising, dan mengenali aspek emosi dari suatu ucapan.

6. Aktivitas fisik
Latihan fisik juga dapat meningkatkan kesehatan otak, karena dapat meningkatkan aliran darah ke otak Anda. Lakukannya latihan fisik apapun yang Anda senangi, selama hal tersebut membuat Anda aktif bergerak atau beraktivitas.

Salah satu contoh aktivitas fisik yang bisa Anda lakukan sebagai bentuk olahraga otak adalah latihan aerobik. Hal ini berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine dan US National Library of Medicine.

Penelitian ini menemukan bahwa latihan aerobik memiliki manfaat bagi otak Anda, asal dilakukan secara rutin dan konsisten selama 45 menit atau lebih. Jika perlu, Anda juga bisa menambahkan gerakan jalan cepat atau jogging dalam rutinitas sehari-hari untuk mendapatkan manfaatnya.

7. Mengobrol dengan orang lain
Selain yang sudah diuraikan, olahraga otak nyatanya bisa dilakukan hanya dengan sekedar bersosialisasi atau melakukan interakasi dengan orang di sekitar Anda. Ini bisa dilakukan dengan cara berkumpul bersama teman-teman, komunitas, ataupun kelompok yang bisa memperluas jaringan sosial Anda.

Bahkan, sebuah studi 2006 oleh Dr David Bennett dari Rush University Medical Center menemukan bahwa memiliki jaringan sosial dapat memberikan perlindungan terhadap gejala klinis penyakit Alzheimer.

8. Mencari beragam hal baru
Jika Anda sudah melakukan beberapa cara yang sudah disebutkan di atas dan muncul perasaan bosan karena terlalu sering melakukannya, tantang otak untuk belajar keterampilan baru atau hal-hal yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya.

Jika Anda bukan seniman, cobalah untuk belajar melukis, ikut kursus membuat kerajinan dari tanah liat, atau belajar menjahit. Jika Anda bisa bermain piano, belajarlah memainkan gitar. Intinya, temukanlah sesuatu yang baru dan menarik untuk dapat menjaga otak Anda tetap aktif.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pentingnya Olahraga untuk Mereka yang Tinggal di Hunian Vertikal

Pentingnya Olahraga untuk Mereka yang Tinggal di Hunian Vertikal

Lifestyle | Senin, 11 September 2017 | 12:25 WIB

Olahraga Apa yang Tepat untuk Pengidap Hipertensi?

Olahraga Apa yang Tepat untuk Pengidap Hipertensi?

Health | Kamis, 31 Agustus 2017 | 16:16 WIB

Olahraga Dapat Membantu Pertajam Daya Ingat Anda

Olahraga Dapat Membantu Pertajam Daya Ingat Anda

Health | Senin, 28 Agustus 2017 | 17:27 WIB

Terkini

Tiket Solo Run Fest 2026 Diskon 20 Persen via BRImo, Cek Cara Klaimnya

Tiket Solo Run Fest 2026 Diskon 20 Persen via BRImo, Cek Cara Klaimnya

Bri | Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Ongkos Sebuah Kegagalan: Mengapa Orang Dewasa Sulit Mencoba Hal Baru?

Ongkos Sebuah Kegagalan: Mengapa Orang Dewasa Sulit Mencoba Hal Baru?

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Lewat wondrX 2026, BNI Perkuat Kedekatan Penggemar dengan Para Bintang Bulu Tangkis

Lewat wondrX 2026, BNI Perkuat Kedekatan Penggemar dengan Para Bintang Bulu Tangkis

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:58 WIB

Apakah Tinted Sunscreen Wajib Diset Pakai Bedak Tabur? Pahami Dulu 5 Hal Ini

Apakah Tinted Sunscreen Wajib Diset Pakai Bedak Tabur? Pahami Dulu 5 Hal Ini

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Pemadaman Karhutla di Pelalawan Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat

Pemadaman Karhutla di Pelalawan Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:42 WIB

Pedro Acosta Tak Takut pada Marc Marquez, Persaingan di Ducati Bakal Panas?

Pedro Acosta Tak Takut pada Marc Marquez, Persaingan di Ducati Bakal Panas?

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Tekan Stunting di Maluku Utara, Edukasi Gizi Diperkuat hingga Tingkat Keluarga

Tekan Stunting di Maluku Utara, Edukasi Gizi Diperkuat hingga Tingkat Keluarga

Health | Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Cara Merawat Kulit Terbakar Matahari Pakai Serum Centella Asiatica, Ikuti 10 Tipsnya

Cara Merawat Kulit Terbakar Matahari Pakai Serum Centella Asiatica, Ikuti 10 Tipsnya

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Review Film Mutiny: Sinema Aksi Cepat Tanpa Basa-Basi yang Penuh Adrenalin!

Review Film Mutiny: Sinema Aksi Cepat Tanpa Basa-Basi yang Penuh Adrenalin!

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Pecah! Gelar Pertunjukan HIVI! Tutup MOKAKU UPI 2026 di Bumi Siliwangi

Pecah! Gelar Pertunjukan HIVI! Tutup MOKAKU UPI 2026 di Bumi Siliwangi

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:27 WIB

×