Hampir Setengah Praktik Aborsi di Dunia Tidak Aman

Chaerunnisa | Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 28 September 2017 | 12:00 WIB
Hampir Setengah Praktik Aborsi di Dunia Tidak Aman
Ilustrasi aborsi. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap tahun, diperkirakan ada sekitar 55,7 juta aborsi telah dilakukan di seluruh dunia. Di antara mereka, 25,5 juta dianggap dilakukan dengan praktik yang tidak aman.

Hal tersebut diungkapkan oleh sebuah laporan terbaru yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet. Periset dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan Guttmacher Institute melihat aborsi yang dilakukan di seluruh dunia dan mengklasifikasikan prosedur tersebut kepada kategori aman, kurang aman, dan paling tidak aman.

Caranya dilihat berdasarkan metode apa yang digunakan dan apakah seorang terlatih dilibatkan dalam praktik tersebut. Mereka menemukan, 55 persen aborsi yang dilakukan di seluruh dunia dianggap aman, yang berarti bahwa praktik aborsi menggunakan metode yang direkomendasikan oleh WHO, termasuk aborsi medis, aspirasi vakum atau dilatasi dan evakuasi, dan bahwa aborsi dilakukan dan didukung seseorang yang terlatih dalam prosedur tersebut.

Di antara aborsi yang tidak aman, ada hampir 31 persen diklasifikasikan oleh penulis penelitian dan dianggap kurang aman. Ini berarti aborsi dilakukan oleh penyedia yang terlatih namun menggunakan metode yang sudah ketinggalan zaman.

atau, aborsi telah dilakukan dengan metode yang disarankan saat ini, namun tanpa pengawasan seorang profesional.

Sedikitnya lebih dari 14 persen aborsi yang dilakukan di seluruh dunia tergolong paling tidak aman, yang berarti disediakan oleh seseorang yang tidak terlatih dan menggunakan metode yang tidak aman seperti kuretase tajam.

"Sangat menyedihkan bahwa ada banyak aborsi yang tidak aman, padahal sebenarnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat aborsi aman dinilai sangat sederhana," kata penulis studi Dr. Bela Ganatra, seorang ilmuwan di Departemen Kesehatan Reproduksi dan Penelitian di WHO.

"Ini adalah sesuatu yang bisa diberikan di tingkat perawatan primer."

Negara-negara dengan tingkat aborsi yang tidak aman juga negara-negara yang memiliki undang-undang paling ketat mengenai aborsi. Di negara-negara di mana aborsi legal dan tersedia, 87 persen aborsi dianggap aman. Di negara-negara di mana aborsi dilarang atau hanya diperbolehkan melindungi kesehatan perempuan, hanya 25 persen aborsi yang dianggap aman.

Kawasan dengan aborsi yang paling tidak aman adalah Afrika dan Amerika Latin. Namun, para penulis studi mencatat bahwa aborsi di Amerika Latin lebih mungkin diklasifikasikan sebagai "kurang aman" daripada "paling tidak aman," karena meningkatnya penggunaan misoprostol, obat aborsi, dan bukan prosedur tradisional yang tidak aman.

Ganatra mengatakan, memiliki akses terhadap aborsi hanyalah satu bagian dari memenuhi kebutuhan kesehatan reproduksi perempuan. Kontrasepsi dan pendidikan seks juga penting, katanya, namun argumen untuk melarang aborsi atau meningkatkan pembatasan prosedur sangat tidak membantu.

"Kami menemukan bahwa (aborsi) tidak umum berdasarkan undang-undang di setiap negara, namun kami melihat adanya hubungan antara jenis undang-undang aborsi dan keamanan aborsi," kata Ganatra.

Penulis laporan mengatakan, untuk mengatasi tingginya jumlah aborsi yang tidak aman di seluruh dunia, diperlukan lebih banyak upaya untuk memastikan bahwa metode yang tidak aman diganti dengan metode terbaru, dan pemantauan lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi kesenjangan dalam perawatan. (Time)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Demi Bayi Lelaki, Istri Dipaksa Suami 4 Kali Aborsi hingga Tewas

Demi Bayi Lelaki, Istri Dipaksa Suami 4 Kali Aborsi hingga Tewas

News | Kamis, 20 Juli 2017 | 17:33 WIB

Saat Ingin Aborsi, Pasien Klinik Bekasi Berikan Alamat Palsu

Saat Ingin Aborsi, Pasien Klinik Bekasi Berikan Alamat Palsu

News | Minggu, 01 Mei 2016 | 22:02 WIB

Aborsi Berkali-kali, Amankah?

Aborsi Berkali-kali, Amankah?

Health | Jum'at, 29 April 2016 | 21:09 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB