Awas! Depresi Pascamelahirkan Rawan Terjadi Berkali-kali

Ririn Indriani, Risna Halidi

Selasa, 03 Oktober 2017 | 12:40 WIB
Awas! Depresi Pascamelahirkan Rawan Terjadi Berkali-kali
Ilustrasi depresi pascamelahirkan. (Shutterstock)

Suara.com - Kelahiran anak memang kerap mempengaruhi kesehatan mental seorang ibu. Banyak perempuan mengalami perubahan suasana hati setelah persalinan, entah hanya sementara dan singkat hingga depresi klinis yang bertahan lama, dan lebih dalam yang juga dikenal sebagai depresi pascamelahirkan.

Depresi pascamelahirkan atau PPD, juga sangat umum terjadi saat ini daripada yang mungkin disadari banyak orang.

Sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, depresi pascamelahirkan mempengaruhi satu dari enam perempuan sesaat setelah persalinan.

Sebuah penelitian terbaru juga memperingatkan, seseorang yang mengalami depresi pascamelahirkan cenderung mwmiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terjadi lagi setelah kelahiran berikutnya.

Di antara lebih dari 450.000 ibu baru di Denmark yang tidak mengalami depresi sebelumnya, kurang dari satu persen mengalami depresi pascamelahirkan. Tapi mereka yang pernah, memiliki 27 sampai 46 kali lebih mungkin mengulang fase depresi pascamelahirkan kembali nantinya.

Tim peneliti mencatat dalam PLoS Medicine,sekitar lima persen sampai 15 persen dari semua ibu didiagnosis dengan depresi setelah melahirkan. "Risiko gangguan afektif postpartum (AD) di kalangan perempuan tanpa penyakit kejiwaan sebelumnya rendah," kata penulis studi terkemuka Marie-Louise Rasmussen kepada Reuters Health melalui email dilansir Zeenews.

Tapi bagi perempuan yang mengalami depresi pascamelahirkan, "risiko gangguan afektif kemudian meningkat dan risiko episode gangguan afektif postpartum yang berulang masih tinggi," kata Rasmussen lagi yang juga seorang peneliti dengan Statens Serum Institut di Kopenhagen.

Temuan ini, kata dia, menggarisbawahi keseriusan masalah depresi pascamelahirkan pertama kali dan kebutuhan akan adanya tindakan pencegahan primer dan sekunder.

"Sedangkan untuk semua perempuan yang merenungkan untuk memiliki lebih banyak anak, dukungan sosial dari pasangan dan lingkungan sangat penting bahkan mungkin lebih untuk perempuan dengan riwayat postpartum AD sebelumnya," terang Rasmussen.

Pada beberapa perempuan, tambah dia, obat pencegahan atau psikoterapi mungkin relevan.

Dr. Jonathan Alpert, ketua departemen Psikiatri dan Ilmu Perilaku di Sistem Kesehatan Montefiore di New York, mwngatakan bahwa temuan ini cukup meresahkan.

"Laporan tersebut menggarisbawahi pentingnya depresi pascamelahirkan sebagai prediktor episode gangguan mood atau depresi pascamelahirkan di masa depan," jelasnya.

Setiap perempuan dengan riwayat kejiwaan, menurut Alpert, harus dipantau secara ketat untuk risiko depresi pascamelahirkan. Begitu juga setiap perempuan dengan histori depresi pascamelahirkan pada kelahiran pertama, harus diikuti secara ketat di tahun-tahun berikutnya untuk risiko depresi secara umum dan depresi pascamelahirkan selanjutnya.

"Meskipun baby blues postpartum dan air mata setelah melahirkan adalah kejadian yang biasa, suasana hati yang terus-menerus tertekan, perubahan suasana hati yang parah, atau pemikiran terdistorsi adalah tanda-tanda yang membutuhkan pertolongan segera," katanya.

Seorang perempuan harus segera menghubungi ahli kandungan mereka untuk mendapatkan evaluasi dan kemungkinan pengobatan seperti antidepresan atau psikoterapi Alpert. "Setiap perempuan yang memiliki pikiran untuk menyakiti dirinya sendiri atau bayinya harus segera mencari bantuan darurat," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Psikolog: Nikah Muda Bisa Picu Depresi hingga Bunuh Diri

Psikolog: Nikah Muda Bisa Picu Depresi hingga Bunuh Diri

Lifestyle | Kamis, 28 September 2017 | 20:26 WIB

Studi: Perempuan yang Dilecehkan Rekan Kerja Berisiko Depresi

Studi: Perempuan yang Dilecehkan Rekan Kerja Berisiko Depresi

Lifestyle | Senin, 25 September 2017 | 21:27 WIB

Remaja Perempuan Lebih Depresi Dibandingkan Remaja Laki-laki

Remaja Perempuan Lebih Depresi Dibandingkan Remaja Laki-laki

Health | Jum'at, 22 September 2017 | 00:00 WIB

Survei: 40 Persen Perempuan Alami Depresi dan Kecemasan

Survei: 40 Persen Perempuan Alami Depresi dan Kecemasan

Lifestyle | Rabu, 30 Agustus 2017 | 08:23 WIB

21 Persen Perempuan Rahasiakan Depresi Pascamelahirkan

21 Persen Perempuan Rahasiakan Depresi Pascamelahirkan

Health | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 11:10 WIB

Di Sini Para Ibu Saling Menguatkan Agar Tak Depresi

Di Sini Para Ibu Saling Menguatkan Agar Tak Depresi

Lifestyle | Sabtu, 22 April 2017 | 10:33 WIB

Terkini

BEI Buka Suara Usai MSCI Rombak Indeks, 10 Saham RI Turun Kasta

BEI Buka Suara Usai MSCI Rombak Indeks, 10 Saham RI Turun Kasta

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Tak Perlu beli Baru, Ini 6 Cara Mengatasi HP Lemot agar Kembali Cepat dan Responsif

Tak Perlu beli Baru, Ini 6 Cara Mengatasi HP Lemot agar Kembali Cepat dan Responsif

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Mencekam di Dasar Sumur Tasikmalaya: Mayat Perempuan Ditemukan Bersama Ular Kobra

Mencekam di Dasar Sumur Tasikmalaya: Mayat Perempuan Ditemukan Bersama Ular Kobra

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Baru Sebulan Jual Sabu, IRT di Medan Ditangkap Polisi

Baru Sebulan Jual Sabu, IRT di Medan Ditangkap Polisi

Sumut | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:34 WIB

Lagu 'Astaga Bercanda' Viral dan Bikin Baper: Cerita Cinta Segitiga yang Dibalut Tawa

Lagu 'Astaga Bercanda' Viral dan Bikin Baper: Cerita Cinta Segitiga yang Dibalut Tawa

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33 WIB

Kejutan! Lesti Kejora Bakal Meriahkan Konser 30 Tahun UNGU, Cek Harga Tiketnya

Kejutan! Lesti Kejora Bakal Meriahkan Konser 30 Tahun UNGU, Cek Harga Tiketnya

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Mengerikan

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Mengerikan

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Tempat Penampungan Imigran di Pekanbaru Dirazia Aparat Gabungan

Tempat Penampungan Imigran di Pekanbaru Dirazia Aparat Gabungan

Riau | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:30 WIB

4 Episode Pertama 'My Bias, By Boss' Penuh Momen Kocak dan Salah Paham

4 Episode Pertama 'My Bias, By Boss' Penuh Momen Kocak dan Salah Paham

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Sempat Sakit, Eks Dirut BJB Yuddy Renaldi Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

Sempat Sakit, Eks Dirut BJB Yuddy Renaldi Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:26 WIB

×