Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Anda Kurangi Gula

Ririn Indriani

Senin, 06 November 2017 | 07:42 WIB
Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Anda Kurangi Gula
Ilustrasi konsumsi gula berlebihan, mengurangi gula. (Shutterstock)

Suara.com - Gula merupakan salah satu hal yang harus dikontrol asupannya, di samping minyak dan garam. Hal ini karena terlalu banyak asupan gula dapat menyebabkan ketidakseimbangan gula darah pada tubuh Anda.

Jika terjadi terus-menerus, dapat menyebabkan diabetes mellitus tipe 2. Untuk menghindari hal ini, maka banyak disarankan pada Anda untuk mengurangi gula.

Nah, jika sudah mengurangi gula, apa yang bisa terjadi pada tubuh?

Pernahkah Anda menghitung berapa banyak gula yang Anda konsumsi dalam sehari? Bukan hanya gula meja yang Anda tambahkan pada sajian kopi atau teh, tapi juga kandungan gula yang ada pada makanan, seperti donat, kue, es krim, permen, cokelat, makanan kering, atau makanan manis lainnya. Jumlahnya mungkin sulit Anda hitung dan mungkin sangat banyak.

Padahal, American Heart Association merekomendasikan agar Anda mengonsumsi gula tambahan tidak lebih dari 9 sendok teh untuk pria (setara dengan 36 gram) dan 6 sendok teh untuk wanita (setara dengan 25 gram). Sedangkan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan agar pria maupun wanita mengonsumsi gula tambahan tidak lebih dari 4 sendok makan.

Jadi mulai sekarang, sebaiknya perhatikan asupan gula Anda, terutama asupan gula pada minuman yang biasanya kurang Anda sadari. Coba mulai kurangi tambahan gula pada minuman teh atau kopi, atau ganti dengan pemanis rendah kalori.

Selain itu, jangan biasakan untuk memesan teh manis atau minuman manis lainnya saat Anda makan di restoran. Ganti dengan air putih yang lebih sehat.

Ini yang Terjadi Setelah Mengurangi Gula
Mengurangi gula tidak hanya menurunkan risiko Anda terhadap diabetes tipe 2. Tapi, juga dapat meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Nah, berikut ini manfaat yang bisa dirasakan pada tubuh saat Anda mulai mengurangi gula dikutip Hello Sehat.

1. Kulit menjadi lebih sehat
Penelitian menunjukkan bahwa gula dalam darah dapat membentuk efek domino molekuler yang disebut glycation. Glycation merupakan proses di mana molekul gula mengikat dan merusak kolagen dan elastin di kulit. Hal ini menyebabkan kulit menjadi kurang kencang dan elastis, sehingga keriput lebih mudah muncul. Sehingga, dengan mengurangi gula, maka kulit Anda akan terlihat lebih awet muda.

2. Jantung juga menjadi lebih sehat
Konsumsi gula berlebih, selain berpengaruh pada gula darah juga berpengaruh pada kesehatan jantung. Dilansir dari Prevention, konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan kadar insulin, yang kemudian dapat mengaktifkan sistem simpatik, meningkatkan tekanan darah, dan detak jantung.

Menurut James J. DiNicolantonio, PharmD, peneliti kardiovaskular di St. Luke’s Mid-Atlantic Heart Institute di Kansas City.

Sebuah penelitian dalam jurnal JAMA 2014 pun menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih (lebih dari 21 persen dari konsumsi kalori per hari) dapat memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung dua kali lipat dibandingkan orang yang mengonsumsi gula 17-21 persen dari kalori per hari.

3. Penumpukan lemak dalam tubuh menurun
Gula mengandung kalori. Artinya, konsumsi gula berlebih dapat menyumbang kalori berlebih pada tubuh Anda. Kalori berlebih ini dapat disimpan dalam bentuk lemak dalam tubuh sehingga membuat Anda mengalami kenaikan berat badan.

Sebaliknya, dengan mengurangi konsumsi gula, artinya Anda juga mengurangi kalori yang masuk ke tubuh, sehingga Anda dapat terhindar dari kenaikan berat badan dan obesitas.

4. Peningkatan kerja otak
Kelebihan asupan gula pada gilirannya dapat menghambat komunikasi antara sel di otak, sehingga menghalangi proses pembelajaran dan ingatan, demikian yang disimpulkan dari sebuah penelitian dari UCLA pada hewan.

Hal ini mungkin bisa dilihat saat Anda banyak konsumsi gula di pagi hari yang dapat membuat Anda mengantuk, sehingga membuat Anda jadi kurang fokus.Untuk itu, sebaiknya kurangi konsumsi gula Anda atau ganti dengan pemanis non-gula yang rendah kalori.

Otak bisa memanfaatkan gula menjadi energi lebih efisien saat Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

5. Risiko diabetes menurun
Kelebihan asupan gula dapat menyebabkan penumpukan lemak perut di tubuh. Hal ini membuat risiko resistensi insulin semakin meningkat, sehingga risiko penyakit diabetes pun ikut meningkat.

Nah, dengan mengurangi konsumsi gula, maka risiko Anda terkena diabetes akan berkurang. Saat asupan gula berkurang, tubuh akan menghasilkan lebih sedikit insulin dan hati akan lebih efektif memecah racun yang tersimpan dalam tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Alasan Mengapa Gula Bikin Orang Cepat Merasa Haus

Alasan Mengapa Gula Bikin Orang Cepat Merasa Haus

Health | Rabu, 06 September 2017 | 11:29 WIB

Konsumsi Gula Berlebih Picu Kanker?

Konsumsi Gula Berlebih Picu Kanker?

Health | Selasa, 29 Agustus 2017 | 16:48 WIB

Cara Ini Atasi Lonjakan Pola Konsumsi Gula Garam dan Lemak

Cara Ini Atasi Lonjakan Pola Konsumsi Gula Garam dan Lemak

Health | Selasa, 25 Juli 2017 | 21:01 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×