Studi: Seperlima Penyintas Kanker Alami Stres Pascatrauma

Ririn Indriani, Risna Halidi

Selasa, 21 November 2017 | 11:10 WIB
Studi: Seperlima Penyintas Kanker Alami Stres Pascatrauma
Ilustrasi perempuan merasa stres. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi yang menyoroti kebutuhan untuk identifikasi dini, pemantauan dan perawatan terhadap gangguan stres pascatrauma (PTSD) mengungkapkan bahwa seperlima pasien kanker adalah penderita PTSD juga.

Meskipun PTSD dikenal berkembang pada individu yang mengalami peristiwa traumatis seperti kecelakaan serius atau bencana alam, tapi ternyata PTSD juga dapat terjadi pada pasien yang didiagnosis menderita kanker.

Terkena peristiwa traumatis, seperti penyerangan seksual, peperangan, tabrakan lalu lintas, atau ancaman lain pada kehidupan seseorang seringkali dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan stres pasca trauma.

PTSD sendiri ditandai dengan kegagalan untuk pulih setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang mengerikan. Kondisi bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dengan berbagai pemicu yang bisa mengembalikan kenangan akan trauma disertai reaksi emosional dan fisik yang intens.

Biasanya, kelainan ini dapat diobati melalui berbagai jenis metido psikoterapi serta pengobatan lain untuk mengatasi gejala.

Sayangnya, meski perawatan bisa membantu sampai batas tertentu, namun kondisinya tidak bisa disembuhkan.

"Banyak pasien kanker percaya bahwa mereka perlu mengadopsi mentalitas pejuang, dan tetap positif dan optimis dari diagnosis melalui pengobatan untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk mengalahkan kanker," kata Caryn Mei Hsien Chan, dari Universitas Nasional Malaysia dilansir Zeenews.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa perlu ada kesadaran yang lebih besar bahwa tidak ada salahnya mendapatkan bantuan untuk mengatasi gejolak emosional, terutama depresi, kecemasan, dan PTSD pasca kanker.

Selain itu, banyak pasien juga hidup dalam ketakutan bahwa kanker sempat hadir akan kembali. Penyintas kanker yang mengalami PTSD juga biasanya akan berpikir bahwa kanker telah kembali ketika melihat benjolan, merasakan nyeri atau rasa sakit, merasa lelah atau saat mengalamidemam.

Chan mengatakan bahwa penyintas kanker juga kerap melewatkan kunjungan ke ahli onkologi atau dokter lain untuk menghindari ingatan tentang pengalaman kanker masa lalu mereka.

"Kami memerlukan layanan evaluasi dan dukungan psikologis untuk pasien kanker pada tahap awal dan terus berlanjut karena kesejahteraan psikologis dan kesehatan mental  sama pentingnya dengan kesehatan fisik," imbuhnya.

Untuk penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer, tim meneliti 469 orang dewasa dengan berbagai jenis kanker dan menemukan kejadian PTSD sebesar 21,7 persen pada penelitian selama enam bulan.

Meskipun angka tersebut turun menjadi 6,1 persen pada penelitian selama empat tahun, sekitar sepertiga pasien ditemukan memiliki gejala yang terus-menerus atau memburuk selama empat tahun kemudian.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Psikolog: Pura-Pura Sakit Tanda Gangguan Mental

Psikolog: Pura-Pura Sakit Tanda Gangguan Mental

Health | Jum'at, 17 November 2017 | 14:57 WIB

Satu dari Tujuh Orang Alami Gangguan Jiwa karena Pekerjaan

Satu dari Tujuh Orang Alami Gangguan Jiwa karena Pekerjaan

Health | Kamis, 05 Oktober 2017 | 18:20 WIB

Hati-hati, Masalah Pekerjaan Bisa Memicu Gangguan Jiwa!

Hati-hati, Masalah Pekerjaan Bisa Memicu Gangguan Jiwa!

Health | Jum'at, 22 September 2017 | 13:30 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×