Hanya 51 Persen Penderita Tak Sadar Idap HIV/AIDS

Tomi Tresnady, Risna Halidi

Senin, 27 November 2017 | 20:33 WIB
Hanya 51 Persen Penderita Tak Sadar Idap HIV/AIDS
Acara Peringatan Hari AIDS Sedunia #UbahHidupLo untuk Indonesia Sehat yang berlangsung di Jakarta, Senin, (27/11/2017). [suara.com/Risna Halidi]

Suara.com - HIV-AIDS terus menjadi masalah kesehatan global dan dipercaya telah menginfeksi lebih dari 35 juta jiwa di seluruh dunia. Pada 2016, diperkirakan ada sekitar 36,7 juta orang yang hidup dengan HIV dan jumlah tersebut terus meningkat.

Hingga kini, tercatat sudah ada 76,1 juta jiwa manusia yang terinfeksi virus HIV sejak epidemi penyakit tersebut muncul untuk yang pertama kali di dunia.

Sayangnya, belum ada obat atau metode paten yang dapat menyembuhkan orang yang terinfeksi HIV.

Meski begitu, penderita HIV-AIDS atau ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) dapat mengonsumsi ARV atau Antiretroviral. ARV sendiri merupakan obat yang dapat mengendalikan virus HIV sehingga ODHA  dapat menikmati hidup yang produktif seperti orang kebanyakan.



Menurut hasil laporan perkembangan HIV-AIDS dari Ditjend Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI Triwulan 2 Tahun 2017, ada 255.527 penderita HIV-AIDS yang terdeteksi di Indonesia.

Sebanyak 72.4 persen dan kejadian HIV di Indonesia sendiri disebabkan oleh aktivitas seksual yang berisiko.

"Penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia menghadapi berbagai macam tantangan yang kompleks, sehingga membutuhkan kerja sama dari semua pihak. Mulai dari cakupan pencegahan dan pengobatan HIV, penguatan kualitas pelayanan kesehatan, regulasi yang tepat dan efektif, juga penghapusan stigma dan diskriminasi," kata Direktur Pencegahan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, dr. Wiendra Waworuntu M. Kes pada acara Peringatan Hari AIDS Sedunia #UbahHidupLo untuk Indonesia Sehat, di Jakarta, Senin, (27/11/2017).

Menariknya, diperkirakan ada 51 persen orang HIV tak mengetahui status mereka sebagai ODHA. Hal tersebut terjadi karena adanya kendala persepsi masyarakat di mana HIV-AIDS merupakan penyakit aib yang mematikan.

Akibatnya, banyak penderita HIV-AIDS tidak bersedia memeriksakan diri karena takut menerima stigma buruk.

"Untuk itu melalui kampanye #UbahHidupLo, mari bersama-sama menerapkan hidup sehat, untuk mewujudkan Indonesia sehat, Indonesia bebas HIV-AIDS di tahun 2030," tambah President Director DKT Indonesia, Juan Enrique Garcia dalam acara yang sama.

Provinsi DKI Jakarta masih menempati posisi pertama dengan jumlah infeksi HIV tertinggi di Indonesia dengan 48.502 jiwa.

Di tempa kedua Jawa Timur dengan 35.168 jiwa, dan ketiga Papua dengan 27.052 jiwa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kurangi Banjir Jakarta, Bendungan Sukamahi dan Ciawi Selesai 2019

Kurangi Banjir Jakarta, Bendungan Sukamahi dan Ciawi Selesai 2019

Bisnis | Minggu, 26 November 2017 | 17:30 WIB

Diresmikan Jokowi, Pedagang Batas RI-PNG Raup 600 Juta per Bulan

Diresmikan Jokowi, Pedagang Batas RI-PNG Raup 600 Juta per Bulan

Bisnis | Kamis, 23 November 2017 | 06:46 WIB

Sandiaga Buka Peluang PPSU Jadi PNS Setelah 3 Tahun Kerja

Sandiaga Buka Peluang PPSU Jadi PNS Setelah 3 Tahun Kerja

News | Rabu, 22 November 2017 | 10:38 WIB

Kemudahan Berbisnis di Jakarta Anjlok Dibanding Dua Tahun Lalu

Kemudahan Berbisnis di Jakarta Anjlok Dibanding Dua Tahun Lalu

Bisnis | Selasa, 21 November 2017 | 15:41 WIB

Kisah Klasik Jakarta, Kepiluan Pengasong Anak Berbalut Tisu

Kisah Klasik Jakarta, Kepiluan Pengasong Anak Berbalut Tisu

News | Selasa, 21 November 2017 | 06:00 WIB

Terkini

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 06:47 WIB

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 06:40 WIB

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

×