Dampak Buruk Pengalaman Sekolah yang Negatif bagi Anak Autisme

Selasa, 28 November 2017 | 07:12 WIB
Dampak Buruk Pengalaman Sekolah yang Negatif bagi Anak Autisme
Ilustrasi autisme. (Shutterstock)

Suara.com - Pengalaman negatif selalu berdampak buruk bagi anak, apalagi bila hal tersebut terjadi di sekolah dan diterima anak dengan autisme.

Dikatakan, pengalaman negatif yang mereka dapatkan di lembaga pendidikan dapat meningkatkan risiko pengembangan masalah harga diri dan kesehatan mental yang rendah di kemudian hari.

Autisme merupakan gangguan perkembangan yang mengganggu kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi. Ini sebabnya, anak dengan autisme sering dikucilkan secara sosial dan emosional di sekolah. Secara negatif, hal tersebut dapat memengaruhi bagaimana siswa dengan autisme melihat dirinya sendiri.

"Pengaturan pendidikan umum yang inklusif mungkin secara tidak sengaja menonjolkan rasa 'berbeda' dengan cara yang negatif terhadap teman sekelas mereka yang dengan autisme," kata pemimpin penulis penelitian, Emma Williams, seorang profesor di Universitas Surrey, Inggris.

Temuan tersebut berdasarkan hasil analisis dari 17 penelitian sebelumnya. Hasilnya, siswa dengan autisme melihat dirinya sendiri lewat persepsi mereka melihat bagaimana orang lain memperlakukan dan berinteraksi dengannya.

Anak-anak dengan autisme juga memiliki kecenderungan untuk menginternalisasi sikap negatif dan reaksi orang lain terhadap mereka.

Persepsi diri yang negatif pada akhirnya dapat menyebabkan keinginan untuk mengisolasi diri dan turunnya harga diri, sehingga membuat murid dengan autisme rentan terhadap masalah kesehatan mental.

"Kami tidak mengatakan bahwa sekolah arus utama (umum) 'buruk' bagi siswa autisme, karena bukti lain menunjukkan bahwa mereka memiliki sejumlah efek positif, termasuk meningkatkan kinerja akademis dan keterampilan sosial," kata Williams.

Di sisi lain, anak-anak dengan autisme yang memiliki persahabatan yang baik dan saling mendukung, serta diterima oleh teman sekelas, berhasil mengurangi kesulitan sosial mereka dan merasa nyaman dengan diri mereka sendiri.

Baca Juga: Autisme Lebih Rentan pada Anak Lelaki Ketimbang Perempuan

"Sebaliknya, kami menyarankan bahwa dengan menumbuhkan budaya penerimaan dan melakukan perubahan kecil, seperti menciptakan tempat yang tidak mengganggu untuk bersosialisasi, dan mendengarkan kebutuhan murid, sekolah dapat membantu murid-murid ini berpikir dan merasa lebih positif tentang diri mereka sendiri," tandasnya.

Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan dalam jurnal Autism. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI