Dr Lie Dharmawan 'Dokter Gila' Pendiri Rumah Sakit Apung

Chaerunnisa

Senin, 04 Desember 2017 | 14:55 WIB
Dr Lie Dharmawan 'Dokter Gila' Pendiri Rumah Sakit Apung
Dr Lie Dharmawan mendirikan DoctorShare yang memberikan pelayanan Rumah Sakit Apung dan Flying Doctor. (Facebook DoktorShare)

Suara.com - Dr Lie Dharmawan dianggap sebagai 'dokter gila'. Pasalnya, lewat Yayasan DoctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli) yang didirikannya, dia menjadi 'malaikat' bagi kaum miskin.

Dr Lie bersama Lisa Suroso (yang juga aktivis Mei 1998) mendirikan Yayasan DoctorSHARE, sebuah organisasi kemanusiaan nirlaba yang memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan medis dan bantuan kemanusiaan. Lewat DoctorSHARE, kakek tiga cucu itu mendirikan Rumah Sakit Apung (Floating Hospital) dan Flying Doctors (dokter terbang).

Terlahir serbakekurangan, pemilik nama lengkap Dr. Lie Augustinus Dharmawan, Ph.D, Sp.B, Sp.BTKV itu mendirikan DoctorSHARE yang memberikan pelayanan medis secara cuma-cuma di berbagai wilayah Indonesia yang masyarakatnya kesulitan untuk berobat karena tiada biaya. Selain pengobatan umum di berbagai sudut Indonesia, program awal DoctorSHARE adalah pendirian Panti Rawat Gizi di Pulau Kei, Maluku Tenggara.

Bersama DoctorSHARE, lelaki kelahiran Kota Padang, 16 april 1946 itu mendirikan Rumah Sakit Apung (RSA) Swasta bernama KM RSA DR. LIE DHARMAWAN. Pelayanan medis dalam RSA dilakukan cuma-cuma.

"Ini merupakan rumah sakit apung pertama di Indonesia yang didirikan swasta, dan akan diikuti banyak rumah sakit lainnya," kata dr Lie, belum lama ini.

Bahkan, dari uangnya sendiri, lelaki 71 tahun itu membangun rumah sakit apung. Kemudian berlayarlah Lie Dharmawan mengunjungi pulau-pulau kecil di Nusantara, mengobati ribuan warga miskin yang tidak memiliki akses pada pelayanan medis.

Tujuan didirikannya RSA ini adalah untuk melayani masyarakat yang selama ini kesulitan mendapat bantuan medis dengan segera karena kendala geografis dan finansial, terutama untuk kondisi darurat, khususnya bagi masyarakat prasejahtera yang tersebar di kepulauan di Indonesia.

"Saat itu, ada anak kecil yang harus menempuh perjalanan panjang untuk bisa dioperasi. Dia sakit hemangioma atau tumor pembuluh darah. Dia datang, saya merasa kasihan. Tapi tidak ada darah dan tidak ada ICU. Saya merasa iba dan akhirnya saya lakukan operasi. Saya kerjakan dan anak itu akhirnya selamat. Sejak saat itu, saya bertekad untuk menghampiri mereka yang kesulitan mendapat perawatan medis," ujarnya. 

Rumah Sakit Apung milik dr. Lie hanyalah sebuah kapal sederhana yang terbuat dari kayu, yang di dalamnya disekat-sekat menjadi bilik-bilik yang diperuntukkan untuk merawat pasien-pasien inap ataupun pasien-pasien pascaoperasi. Lie dijuluki dokter gila karena keberaniannya memakai kapal kayu mengarungi pelosok negeri untuk membantu mereka yang kurang mampu tetapi memerlukan pelayanan kesehatan segera.

baca juga

"Waktu itu saya menjual satu rumah untuk membeli kapal bekas. Saya sudah melakukan operasi besar dan kecil di rumah sakit itu," ungkapnya. 

Kepala ruang bedah RS Husada, Jakarta, itu tidak pernah lupa kata-kata ibunya sejak kecil. Yang mengantarkan keberhasilannya menjadi dokter dengan keahlian empat spesialis bedah, ahli bedah umum, bedah jantung, bedah toraks, dan bedah pembuluh darah. 

"Lie, kalau kamu jadi dokter, jangan memeras orang kecil atau orang miskin. Mungkin mereka akan membayar kamu berapapun tetapi diam-diam mereka menangis di rumah karena tidak punya uang untuk membeli beras," ungkap Lie menirukan ucapan sang bunda.

Selain perkataan sang bunda, pemilik nama kecil Lie Tek Bie itu bertekad menjadi dokter karena adiknya meninggal akibat diare akut dan telambat ditangani oleh dokter. Kedua hal itulah yang membuat lie dharmawan bertekad kuat untuk menjadi dokter.

Meski begitu, Lie tidak dengan mudah mewujudkan cita-citanya menjadi dokter. Sempat mendapat penolakan dari kampus-kampus kedokteran di Jakarta, Lie melanjutkan kuliahnya ke Jerman. Dan Lie kemudian memutuskan untuk menjadi pekerja serabutan untuk mengupulkan uangnya membeli tiket ke Jerman untuk melanjutkan cita-citanya.

Di usianya yang ke 21 tahun, Lie Dharmawan pun mendaftarkan diri ke sekolah kedokteran di Berlin Barat, Jerman namun tanpa dukungan beasiswa. Dengan tekad yang kuat ia akhirnya diteriman di fakultas Kedokteran Free University, Berlin Barat.

Dan untuk memenuhi biaya kuliah dan kehidupan sehari-harinya, Lie Dharmawan kemudian bekerja sebagai kuli bongkar muat barang. pada kesempatan lain, Lie juga bekerja di sebuah panti jompo yang salah satu tugasnya adalah membersihkan kotoran orangtua berusia 80 tahunan.

Lie Dharmawan tetap berprestasi sekalipun sibuk bekerja, sehingga dia mendapat beasiswa dan dapat menggunakan biaya sekolah adik-adiknya. Lie berhasil menyelesaikan pendidikannya dan mendapat gelar M.D. (Medical Doctor) pada tahun 1974. Setelah lulus dari Free University, ia kemudia melanjutkan pendidikannya di University Hospital, Cologne, Jerman.

Dia kemudian melanjutkan S3 di Free University Berlin. Empat tahun setelahnya, Lie sukses menyandang gelar Ph.D. Setelah 10 tahun, Lie akhirnya lulus sebagai dokter dengan empat spesialisasi sekaligus yakni ahli bedah umum, ahli bedah toraks, ahli bedah jantung dan ahli bedah pembuluh darah. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sonya Go Kembalikan Akupunktur untuk Kesehatan dan Kecantikan

Sonya Go Kembalikan Akupunktur untuk Kesehatan dan Kecantikan

Lifestyle | Senin, 20 November 2017 | 09:49 WIB

Enrico Soesila ke Belanda Demi Jadi Tukang Cukur

Enrico Soesila ke Belanda Demi Jadi Tukang Cukur

Lifestyle | Senin, 13 November 2017 | 08:00 WIB

Lulu Lutfi Labibi  Menduniakan Lurik

Lulu Lutfi Labibi Menduniakan Lurik

Lifestyle | Senin, 06 November 2017 | 09:32 WIB

Oscar Lawalata Ajak Anak Muda Jadi Seniman Batik

Oscar Lawalata Ajak Anak Muda Jadi Seniman Batik

Lifestyle | Senin, 30 Oktober 2017 | 11:13 WIB

Dian Pelangi Terus Membawa Budaya Indonesia ke Mancanegara

Dian Pelangi Terus Membawa Budaya Indonesia ke Mancanegara

Lifestyle | Senin, 23 Oktober 2017 | 13:32 WIB

Susi Pudjiastuti, Menteri yang Tak Lulus SMP tapi Gemar Membaca

Susi Pudjiastuti, Menteri yang Tak Lulus SMP tapi Gemar Membaca

Lifestyle | Senin, 16 Oktober 2017 | 10:31 WIB

Terkini

Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala

Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League

Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League

Bola | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!

Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:19 WIB

SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan

SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:11 WIB

RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang

RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang

Jogja | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:59 WIB

5 Rekomendasi Bedak Touch-Up Praktis dengan Kaca dan Spons untuk Aktivitas Seharian

5 Rekomendasi Bedak Touch-Up Praktis dengan Kaca dan Spons untuk Aktivitas Seharian

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:58 WIB

4 Shio Paling Beruntung 30 Agustus 2026: Siap-Siap Panen Rezeki di Akhir Bulan

4 Shio Paling Beruntung 30 Agustus 2026: Siap-Siap Panen Rezeki di Akhir Bulan

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak

Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak

Jogja | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:48 WIB

Siswa di Kampar Diduga Dianiaya Senior, Sempat Dilarikan ke RS karena Hidung Patah

Siswa di Kampar Diduga Dianiaya Senior, Sempat Dilarikan ke RS karena Hidung Patah

Riau | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:46 WIB

Tujuh Perusahaan Antre IPO di BEI, Dua Punya Aset Jumbo

Tujuh Perusahaan Antre IPO di BEI, Dua Punya Aset Jumbo

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:42 WIB

×