Kontrasepsi Berkembang Pesat di Negara Termiskin di Dunia

Tomi Tresnady

Rabu, 06 Desember 2017 | 02:34 WIB
Kontrasepsi Berkembang Pesat di Negara Termiskin di Dunia
Perempuan memegang alat kontrasepsi kondom dan pil untuk mengendalikan kelahiran. [shutterstock]

Suara.com - Penggunaan alat kontrasepsi semakin pesat di seluruh dunia dan mencegah jutaan aborsi tidak aman serta kematian ibu setiap tahun di negara termiskin di dunia, kata ahli pada Selasa.

Hampir 40 juta wanita dan anak perempuan menggunakan kontrasepsi modern sekarang jika dibandingkan dengan lima tahun lalu di 69 negara di Afrika, Asia, dan Amerika Latin, kata laporan kelompok pembela Keluarga Berencana 2020 (FP2020).

Keluarga berencana adalah sarana kunci untuk mengurangi kemiskinan, karena program tersebut membebaskan perempuan bekerja dan menjadikan keluarga lebih kecil, yang memungkinkan orangtua mencurahkan lebih banyak sumber daya untuk kesehatan dan pendidikan setiap anak, kata ahli.



Kondom, pil KB dan metode kontrasepsi lain telah mencegah 84 juta kehamilan tidak diinginkan, 26 juta aborsi tidak aman dan 125 ribu kematian ibu pada tahun lalu, kata FP2020.

"Yang kita lihat adalah perubahan lebih cepat di semua negara," kata Beth Schlachter, direktur eksekutif FP2020, seperti dilaporkan Antara.

Lebih dari separuh pengguna kontrasepsi baru terdapat di Asia, di mana 38 persen wanita usia subur menggunakan pengontrol kelahiran modern, menurut perkiraan FP2020.

Di Afrika, tingkat penggunaan kontrasepsi meningkat menjadi 23,4 persen dari 19,5 persen sejak 2012 hingga 2017, kata laporan tersebut.

Namun, masa depan beberapa proyek keluarga berencana diragukan sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengembalikan sebuah kebijakan pada tahun ini yang menghalangi dana AS untuk kelompok-kelompok luar negeri, yang melakukan atau memberikan informasi tentang aborsi, tambahnya.

Pendonor internasional berjanji mengisi celah tersebut dan menjanjikan 207 juta dolar AS pada pertemuan puncak keluarga berencana pada Juli, namun Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) mengatakan bahwa dibutuhkan tambahan 700 juta dolar AS pada 2020, dan tanpa pihaknya harus mengurangi layanan.

Sedikit-dikitnya 214 juta wanita di negara berkembang kekurangan akses terhadap pengendali kelahiran - menghasilkan 89 juta kehamilan yang tidak diinginkan dan 48 juta aborsi per tahun, menurut UNFPA.

"Terdapat kemungkinan ketidakpastian pada kenyataannya, tapi dedikasi masyarakat kita terhadap wanita dan anak perempuan lebih kuat dari sebelumnya," kata Natalia Kanem, direktur eksekutif UNFPA, dalam pernyataan menyertai laporan tersebut.

Prakarsa FP2020 dimulai pada 2012 dengan tujuan memungkinkan 120 juta lebih wanita dan anak perempuan di negara berkembang menggunakan alat kontrasepsi modern pada 2020.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pil KB Sebabkan Flek?

Pil KB Sebabkan Flek?

Health | Rabu, 01 November 2017 | 13:24 WIB

Fakta Mengejutkan di Hari Kontrasepsi Sedunia

Fakta Mengejutkan di Hari Kontrasepsi Sedunia

Health | Selasa, 26 September 2017 | 17:11 WIB

Pil Kontrasepsi, Turunkan Risiko Penyakit Autoimun Ini

Pil Kontrasepsi, Turunkan Risiko Penyakit Autoimun Ini

Health | Minggu, 20 Agustus 2017 | 18:00 WIB

Pil KB Tingkatkan Risiko Kena Kanker Payudara

Pil KB Tingkatkan Risiko Kena Kanker Payudara

Health | Selasa, 04 Juli 2017 | 16:16 WIB

Minum Pil KB Saat Hamil Bisa Bikin Keguguran?

Minum Pil KB Saat Hamil Bisa Bikin Keguguran?

Health | Selasa, 27 Juni 2017 | 07:59 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×