Cegah Difteri Meluas, Kemenkes Gelar Imunisasi Serentak

Chaerunnisa, Firsta Nodia

Rabu, 06 Desember 2017 | 15:09 WIB
Cegah Difteri Meluas, Kemenkes Gelar Imunisasi Serentak
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Mohammad Subuh. (Suara.com/Firsta)

Suara.com - Data yang dihimpun Kementerian Kesehatan pada Januari-November 2017 melaporkan adanya 593 kasus difteri pada 95 kabupaten/kota dalam 20 provinsi. Dari keseluruhan jumlah tersebut sebanyak 32 kasus berujung kematian.

Untuk mencegah perluasan difteri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan outbreak response immunization (ORI) yakni imunisasi tahap awal yang digelar serentak di 12 kabupaten/kota. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Mohammad Subuh mengatakan, imunisasi serentak ini akan menyasar balita berusia satu tahun hingga remaja berusia 19 tahun.

"Tanggal 11 Desember, hari Senin depan, kita sudah mulai ORI sampai nanti bulan Juli," kata Subuh saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Lebih lanjut, Subuh mengungkapkan, imunisasi ORI ini akan dilakukan dengan skema 016 yang berarti dilakukan tiga kali penyuntikan. Jadi, imunisasi dilakukan pada 11 Desember 2017, kemudian dilakukan satu bulan setelahnya yakni 11 Januari 2018, dan terakhir dilakukan lagi enam bulan setelahnya dalam waktu delapan bulan.

Kabupaten-kota tersebut antara lain Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Utara, Purwakarta, Karawang, Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Tangerang, Serang, Kota Tangerang, Kota Serang, dan Kota Tangerang Selatan.

Menurut Subuh, mewabahnya difteri di Indonesia tidak lepas dari penolakan masyarakat untuk diimunisasi. Padahal, difteri bisa menyebabkan kematian dalam selang waktu dua hingga lima hari usai terinfeksi virus.

"Ini karena dari lapangan, 66 persen kasus difteri karena tidak diimunisasi, 31 persen karena imunisasi tidak lengkap, dan hanya tiga persen imunisasi lengkap," ujar dia.

Subuh menjelaskan alasan dilakukannya ORI di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten dikarenakan kasus KLB difteri yang terberat terdapat di wilayah tersebut setelah Jawa Timur. Sedangkan Provinsi Jawa Timur sudah lebih dulu melakukan imunisasi dampak KLB secara inisiatif tanpa menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

"Saat ini diperlukan imunisasi rutin. Penguatan imunisasi harus mencapai 95 persen meski kita ingin 100 persen. Dalam pelaksanaan ORI kami berharap masyarakat tidak menolak demi mencegah perluasan difteri," tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas! Difteri Bisa Ancam Nyawa Jika Tidak Segera Ditangani

Awas! Difteri Bisa Ancam Nyawa Jika Tidak Segera Ditangani

Health | Selasa, 05 Desember 2017 | 10:59 WIB

IDAI: KLB Difteri Tanda Imunisasi Nasional Tak Mencapai Target

IDAI: KLB Difteri Tanda Imunisasi Nasional Tak Mencapai Target

Health | Sabtu, 02 Desember 2017 | 15:14 WIB

BPKN, Kemenkes, BPJS dan Kemendag, Bahas Pelayanan Kesehatan

BPKN, Kemenkes, BPJS dan Kemendag, Bahas Pelayanan Kesehatan

Health | Senin, 25 September 2017 | 14:14 WIB

Siaga Flu Burung, Kemenkes Segera Lakukan Upaya Ini

Siaga Flu Burung, Kemenkes Segera Lakukan Upaya Ini

Health | Rabu, 13 September 2017 | 15:53 WIB

Kemenkes: Sertifikasi Halal Vaksin MR Sedang Diproses

Kemenkes: Sertifikasi Halal Vaksin MR Sedang Diproses

Health | Sabtu, 09 September 2017 | 18:15 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×