Pernah Vaksin Difteri, Perlukah Diulang saat Dewasa?

Ririn Indriani

Jum'at, 08 Desember 2017 | 08:21 WIB
Pernah Vaksin Difteri, Perlukah Diulang saat Dewasa?
Ilustrasi penyakit difteri. (Shutterstock)

Suara.com - Belakangan ini penyakit difteri kembali mewabah di Indonesia.

Difteri sebenarnya merupakan penyakit lama dan sudah ada vaksin penangkalnya yang disebut dengan vaksin DPT.

Namun penyakit ini kembali menyerang orang dewasa yang sudah pernah mendapatkan vaksin difteri sejak kecil. Kok bisa? Lantas, apakah ini berarti orang dewasa harus divaksin lagi? Berikut ulasan lengkap yang dihimpun Hello Sehat.

Memahami Jenis dan Jadwal Pemberian Vaksin Difteri
Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh Corynebacterium dan biasanya menyerang amandel, tenggorokan, hidung, serta kulit. Penyakit ini menyebar dengan cepat melalui partikel udara lewat batuk, bersin, atau tertawa.

Jika terkena penyakit ini, Anda akan merasakan gejala berupa radang tenggorokan, serak, hingga masalah pernapasan. Bahkan, difteri bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani sehingga membutuhkan pencegahan berupa vaksin.

Vaksin untuk difteri itu sendiri ada tiga jenis, yaitu DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td. Vaksin ini diberikan pada usia yang berbeda, sebagai berikut:

1. Bayi di bawah satu tahun diberikan tiga dosis vaksin DPT-HB-Hib dengan jarak satu bulan
2. Anak usia 18 bulan diberikan satu dosis vaksin DPT-HB-Hib
3. Anak sekolah kelas 1 SD diberikan satu dosis vaksin DT di bulan November
4. Anak sekolah kelas 2 SD diberikan satu dosis vaksin Td di bulan November
5. Anak sekolah kelas 5 SD diberikan satu dosis vaksin Td di bulan November

Nah, kini saatnya Anda memastikan apakah anak Anda sudah menerima imunisasi lengkap sesuai jadwalnya, termasuk vaksin difteri ini. Jika dirasa belum lengkap, maka segera dilengkapi, karena bisa jadi anak akan memiliki risiko terkena difteri saat ia dewasa.

Lantas, bagaimana dengan orang yang pernah vaksin difteri saat kecil, kok masih bisa terkena saat dewasa? Munculnya kasus difteri pada orang dewasa memang sebagian besar karena tidak divaksin atau status imunisasi yang kurang lengkap sejak kecil.

Itulah sebabnya Anda perlu memastikan apakah Anda sudah menerima vaksin difteri atau belum. Jika memang belum, maka Anda tetap harus diimunisasi lagi untuk mencegah terkena penyakit ini.

Namun Anda juga perlu mengetahui meski saat kecil sudah divaksin, kekebalan tubuh Anda terhadap penyakit difteri ini bisa saja menurun seiring berjalannya waktu. Hal ini akan diperparah bila tidak dilakukan upaya pencegahan terhadap difteri secara maksimal.

Belum lagi dengan beberapa orangtua yang menganggap imunisasi tidak berdampak apapun pada kekebalan tubuh sehingga menolak vaksin difteri untuk anak. Hal ini yang menyebabkan adanya celah bagi penyakit difteri untuk kembali masuk dan menular ke anak-anak maupun orang dewasa.

Kapan Vaksin Difteri untuk Dewasa?
Vaksin difteri untuk orang dewasa menggunakan vaksin Td/Tdap, yaitu vaksin DPT dengan reduksi antigen dan pertusis. Bedanya adalah Tdap menggunakan komponen pertusis aseluler, artinya bakteri pertusis dibuat tidak aktif sehingga jarang menyebabkan demam.

Idealnya, vaksin difteri diberikan sebanyak tiga dosis sejak usia dua tahun hingga usia 18 tahun (usia 5 tahun, 10-12 tahun, dan 18 tahun). Setelah itu, vaksin ini akan semakin efektif bila diberikan setiap 10 tahun selama seumur hidup. Mengapa? Sebab, vaksin hanya mampu memberikan perlindungan selama 10 tahun, sehingga setelah 10 tahun perlu diberikan booster atau penguat.

Menurut CDC, pemberian vaksin difteri diberikan pada usia 19-64 tahun sebanyak satu dosis. Berikut jadwal pemberian vaksin difteri bagi dewasa:

1. Belum Pernah Vaksin TD
Orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin Td atau belum lengkap status imunisasinya, diberikan 1 dosis vaksin Td diikuti dengan vaksin Td sebagai penguat setiap 10 tahun.

2. Dewasa yang Belum Pernah Imunisasi
Orang dewasa yang sama sekali tidak diimunisasi, diberikan dua dosis pertama dengan jarak 4 minggu dan dosis ketiga diberikan setelah 6 sampai 12 bulan dari dosis kedua
    
3. Belum Menyelesaikan Tiga Dosis Vaksin TD
Orang dewasa yang belum menyelesaikan tiga dosis vaksin Td seri primer diberikan sisa dosis yang belum dipenuhi

Di Indonesia memang belum memiliki program imunisasi difteri untuk dewasa. Ini sebabnya Anda perlu memastikan apakah status imunisasi Anda sudah lengkap atau belum. Jika dirasa belum, segeralah vaksin difteri untuk mencegah penyakit difteri.

Bila terdapat salah satu orang yang termasuk suspek difteri di lingkungan sekitar Anda, maka Anda harus segera meminta divaksinasi ulang meskipun sudah pernah divaksin saat kecil. Ini bertujuan untuk menambah kekebalan tubuh Anda dari penularan penyakit difteri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas! Difteri Bisa Ancam Nyawa Jika Tidak Segera Ditangani

Awas! Difteri Bisa Ancam Nyawa Jika Tidak Segera Ditangani

Health | Selasa, 05 Desember 2017 | 10:59 WIB

Sandiaga: Gagal Vaksin Salah Satu Penyebab Difteri

Sandiaga: Gagal Vaksin Salah Satu Penyebab Difteri

News | Selasa, 05 Desember 2017 | 10:35 WIB

IDAI: KLB Difteri Tanda Imunisasi Nasional Tak Mencapai Target

IDAI: KLB Difteri Tanda Imunisasi Nasional Tak Mencapai Target

Health | Sabtu, 02 Desember 2017 | 15:14 WIB

Terkini

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:11 WIB

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:10 WIB

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Bukan Sekadar Mengejar Juara, Marching Band Rorotan Siap Tunjukkan Prestasi di Kejurnas FYBI 2026

Bukan Sekadar Mengejar Juara, Marching Band Rorotan Siap Tunjukkan Prestasi di Kejurnas FYBI 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan

Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan

Banten | Jum'at, 06 November 2026 | 20:57 WIB

×