Imunisasi Serentak Tahap Pertama Berhasil Turunkan Kasus Difteri

Rabu, 10 Januari 2018 | 17:10 WIB
Imunisasi Serentak Tahap Pertama Berhasil Turunkan Kasus Difteri
Petugas Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat memberikan vaksin DPT (Difteri, Tetanus, dan Pertusis) ke Mahasiswa Universitas Tarumanegara (UNTAR) di Jakarta, Jumat (15/12).

Suara.com - Kembali mewabahnya difteri di Indonesia merupakan salah satu tantangan yang dihadapi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sepanjang 2017.

Tercatat 170 kabupaten/kota di Indonesia dilaporkan terdapat kasus difteri.

Sebagai langkah untuk mengatasi kejadian luar biasa (KLB) Difteri ini, Kemenkes menggelar outbreak response immunization (ORI) yakni, imunisasi ulang yang digelar serentak di 12 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten selama tiga kali.

Setelah dilakukan ORI tahap awal pada Desember lalu, Kemenkes mencatat tinggal 85 kabupaten/kota yang melaporkan kasus difteri pada Januari 2018 ini.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh mengatakan pada awal 2018 ini akan dilakukan ORI lanjutan pada kabupaten/kota lainnya.

"ORI adalah SOP apabila terjadi kejadian luar biasa seperti difteri. Upaya ini sudah membuahkan hasil karena pada Januari ini hanya 11 kasus baru yang dilaporkan," ujar Subuh pada temu media di Kementerian Kesehatan, Rabu (10/1/2018).

Ia mengimbau kepada orangtua yang memiliki anak berusia 1 hingga 19 tahun dan belum mendapatkan ORI pertama, untuk segera menghubungi petugas kesehatan agar mendapatkan imunisasi tersebut.

"Ini bisa dilaksanakan bersamaan dengan ORI putaran kedua, bagi anak yang telah mendapatkan ORI sebulan yang lalu," ujar Subuh.

Keberhasilan pencegahan difteri dengan imunisasi, tambah dia, sangat ditentukan oleh cakupan imunisasi, yaitu minimal 95 persen. Subuh pun mengatakan wabah (KLB) difteri kemungkinan terjadi karena immunity gap, yaitu kesenjangan atau kekosongan kekebalan di kalangan penduduk di suatu daerah.

"Dalam pelaksanaan ORI kami berharap masyarakat tidak menolak demi mencegah perluasan difteri," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI