Manfaat Olahraga Bela Diri: Meningkatkan Kewaspadaan

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Selasa, 27 Februari 2018 | 16:19 WIB
Manfaat Olahraga Bela Diri: Meningkatkan Kewaspadaan
Ilustrasi ilmu bela diri. (Shutterstock)

Suara.com - Olahraga bela diri tak hanya memerlukan tingkat kekuatan fisik yang baik, tapi juga kekuatan mental.

Kekuatan mental ini sangat penting untuk olahraga bela diri, sehingga dikatakan oleh para peneliti bahwa kekuatan pukulan dari seorang karateka mungkin bukan berasal dari kekuatan ototnya melainkan dari kontrol yang baik di otak terhadap gerakan ototnya.

Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak yang berlatih taekwondo meraih nilai tes matematika yang lebih baik, begitu pula dalam tes perilakunya.

Hal ini mengarah pada pertanyaan menarik, apakah berlatih bela diri dapat membuat otak mengembangkan kontrol yang lebih baik, atau apakah orang-orang dengan karakteristik otak inilah yang sebenarnya memilih untuk berlatih bela diri?

Peneliti secara khusus mengukur kewaspadaan para atlet bela diri untuk menilai kontrol mental, karena penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa kewaspadaan penuh dan olahraga dapat memiliki efek menguntungkan pada otak.

Dalam penelitian yang baru-baru ini diterbitkan, peneliti merekrut 21 orang dewasa amatir yang berlatih bela diri (karate, judo, dan taekwondo) dan 27 orang dewasa yang tidak pernah berolahraga, untuk mengikuti tes kewaspadaan.

Tes ini menilai tiga jenis perhatian: waspada (menjaga rasa kewaspadaan); orientasi (pergeseran perhatian), dan eksekusi (terlibat dalam memilih jawaban yang benar saat ada informasi yang bertentangan).

Pada tes kewaspadaan, orang yang memiliki skor tinggi pada tes ini mengindikasikan bahwa mereka mampu merespons serangan yang tidak terduga dengan tepat waktu dibandingkan mereka yang mendapat skor rendah. Demikian dikatakan Ashleigh Johnstone, seorang peneliti PhD di neuroscience kognitif, Universitas Bangor.

Meskipun ada perbedaan di setiap jenis olahraga bela diri dalam kaitannya dengan filosofi inti, intensitas, dan apakah olahraga bela diri tersebut tipe "bertarung" atau lebih ke arah "meditasi", para peneliti tidak membedakannya.

Peneliti mengundang para peserta ke laboratorium dan mencatat rincian pengalaman bela diri mereka (jenis, seberapa sering mereka berlatih, dan berapa lama mereka sudah mengikuti latihan ini) sebelum meminta mereka untuk mengambil bagian dalam tugas berbasis komputer.

baca juga

Peserta diminta melihat deretan lima anak panah, dan harus menanggapi arah panah tengah dengan menekan tombol huruf pada keyboard ("c" untuk panah yang menghadap ke kiri, dan "m" untuk panah ke kanan) secepat mungkin. Dalam beberapa percobaan, mereka diberi semacam peringatan yang menunjukkan bahwa anak panah akan segera muncul.

Biasanya dalam kebanyakan latihan bela diri ada unsur pertengkaran, yang merupakan bentuk simulasi bertarung dengan pasangan. Salah satu tujuan dari tes ini adalah bahwa setiap orang akan berusaha untuk tetap fokus dan menghindari pasangan mereka melakukan kontak. Bagaimanapun, tak ada orang yang mau ditinju di wajah.

Tentunya jarang lawan bertarung kita memberi peringatan mengenai kapan ia akan memukul, sehingga kita tetap harus waspada setiap saat, bersiap-siap untuk menghindar dari pukulan tersebut.

Selama penelitian, peserta olahraga bela diri mendapat skor lebih tinggi daripada mereka yang bukan peserta olahraga bela diri. Ini artinya, para peserta olahraga bela diri terbukti lebih cepat merespons anak panah, terutama saat tak ada peringatan yang diberikan. Ini menandakan bahwa peserta olahraga bela diri memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi, yang dapat mencerminkan kontrol kognitif yang lebih kuat.

Para peneliti juga melihat efek dari latihan bela diri jangka panjang, dan menemukan bahwa mereka yang telah berpengalaman dalam bela diri memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih baik. Ini artinya, semakin lama seseorang berlatih bela diri, semakin besar tingkat kewaspadaannya.

Kesimpulannya, efek peningkatan perhatian dari latihan bela diri ini bersifat jangka panjang, dan tidak didapat dengan singkat setelah latihan.

Olahraga bela diri hanyalah satu dari sekian banyak aktivitas yang dapat meningkatkan kesehatan, tapi temuan para peneliti menunjukkan bahwa olahraga ini dapat membantu meningkatkan otak Anda secara signifikan sama seperti halnya tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hati-Hati, Mendengarkan Musik Saat Olahraga Bisa Menurunkan Fokus

Hati-Hati, Mendengarkan Musik Saat Olahraga Bisa Menurunkan Fokus

Health | Selasa, 20 Februari 2018 | 13:55 WIB

Coregasm, Cara Mudah Mendapatkan Orgasme

Coregasm, Cara Mudah Mendapatkan Orgasme

Lifestyle | Rabu, 14 Februari 2018 | 20:00 WIB

Para Lelaki, Inilah Penyebab Tubuh Anda Sulit Berotot

Para Lelaki, Inilah Penyebab Tubuh Anda Sulit Berotot

Health | Jum'at, 02 Februari 2018 | 08:49 WIB

Terkini

Belajar Memeluk Diri Sendiri Lewat Kupeluk Diriku Sendiri Sehangat Perhatianku untuk Orang Lain

Belajar Memeluk Diri Sendiri Lewat Kupeluk Diriku Sendiri Sehangat Perhatianku untuk Orang Lain

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:00 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: Purbaya Dinilai Menteri Terbaik, Bahlil Masuk Daftar Terbawah

2 Tahun Prabowo-Gibran: Purbaya Dinilai Menteri Terbaik, Bahlil Masuk Daftar Terbawah

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Body Butter Viva yang Paling Wangi Mana? Intip 3 Varian Aromanya

Body Butter Viva yang Paling Wangi Mana? Intip 3 Varian Aromanya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Kabut Asap Karhutla di Kalteng Makin Pekat, DPR Desak Pemerintah Cepat Turun Tangan

Kabut Asap Karhutla di Kalteng Makin Pekat, DPR Desak Pemerintah Cepat Turun Tangan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Pemerintah Siapkan Perpres Baru soal Penyelesaian Utang Whoosh

Pemerintah Siapkan Perpres Baru soal Penyelesaian Utang Whoosh

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Skandal di Ruang Kelas: Dosen UPN Veteran Jatim Diduga Paksa Cium Mahasiswi Hukum

Skandal di Ruang Kelas: Dosen UPN Veteran Jatim Diduga Paksa Cium Mahasiswi Hukum

Jatim | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Sekuel Dr. STONE TERRAFORMING Resmi Diproduksi, Petualangan Senku Berlanjut

Sekuel Dr. STONE TERRAFORMING Resmi Diproduksi, Petualangan Senku Berlanjut

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Beli Solar Subsidi di Lampung Diawasi Ketat: Satpol PP Bakal Tongkrongi SPBU Razia STNK dan QR Code

Beli Solar Subsidi di Lampung Diawasi Ketat: Satpol PP Bakal Tongkrongi SPBU Razia STNK dan QR Code

Lampung | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:48 WIB

7 Parfum Wanita yang Wanginya Fresh dan Tidak Bikin Enek dari Brand Lokal

7 Parfum Wanita yang Wanginya Fresh dan Tidak Bikin Enek dari Brand Lokal

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Erick Thohir Buka Opsi Pindahkan Laga Timnas Indonesia vs Yordania Imbas Konflik di Timur Tengah

Erick Thohir Buka Opsi Pindahkan Laga Timnas Indonesia vs Yordania Imbas Konflik di Timur Tengah

Bola | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:44 WIB

×