Kisah Binsar yang Idap TBC MDR Karena Bandel Minum Obat

Vania Rossa, Firsta Nodia

Rabu, 21 Maret 2018 | 14:30 WIB
Kisah Binsar yang Idap TBC MDR Karena Bandel Minum Obat
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Suara.com - Kondisi tuberkulosis yang disebabkan infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis bisa berkembang menjadi TBC MDR atau multidrug resisten jika pasien tak menjalani pengobatan secara teratur. Pada kasus TB MDR, pasien akan menjalani masa pengobatan yang lebih lama dan efek samping yang berat.

Hal ini pula yang dirasakan Binsar Manik (38), mantan penderita TBC yang didiagnosis mengidap TBC MDR karena enggan menjalani pengobatan sampai tuntas. Dalam peringatan Hari TBC Sedunia yang dihelat Kementerian Kesehatan di Stasiun Jakarta Kota, Rabu (21/3/2018), Binsar bercerita bahwa dirinya didiagnosis mengidap TBC klasik pada 1997.

Kala itu dirinya masih duduk di bangku kelas 2 STM di Medan. Mulanya ia hanya mengeluh batuk yang tak kunjung sembuh. Hingga akhirnya orangtuanya membawanya ke klinik dan didiagnosis mengidap infeksi TBC.

"Saya nggak tahu apa yang terjadi karena saya belum dapat info TBC seperti apa. Saya hanya merasa sakit dan tidak bisa sekolah. Setelah diperiksa, saya diberi obat beberapa bulan dan merasa sehat. Sudah merasa kuat, saya tidak melanjutkan pengobatan," ujar Binsar.

Pengetahuan yang terbatas soal TBC membuat Binsar hanya menjalani pengobatan selama tiga bulan. Padahal normalnya pengobatan TBC membutuhkan waktu minimal enam bulan. Jika tidak, pasien berisiko mengalami kekambuhan karena infeksi bakterinya tidak tuntas diobati.

Benar saja, pada 2009, Binsar kembali mengeluh batuk. Kali ini batuk yang dikeluarkannya disertai dengan darah. Hingga akhirnya ia kembali mengonsultasikan diri ke dokter. Ia kembali menjalani pengobatan, namun lagi-lagi Binsar putus obat.

Hingga akhirnya batuk darah yang dialaminya semakin parah. Saat berada di Medan, dokter yang menanganinya di Jakarta mengatakan bahwa kasus TBC yang dialami Binsar mengarah pada multidrug resisten dan harus menjalani proses pengobatan yang ketat.

"Saya putuskan ke Jakarta karena saya mau sembuh. Saya dirawat tiga hari untuk observasi TBC MDR. Selama pengobatan saya merasa halusinasi, tidak mau makan, merasa tertekan. Dengan kondisi yang lemah dan obat yang begitu banyak dan suntik, saya nggak kuat karena nggak bisa bekerja," tambah dia.

Akhirnya ia berkomitmen untuk berhenti kerja selama satu tahun demi menjalani pengobatan TBC MDR hingga tuntas. Komitmen ini dipilihnya karena tak ingin anggota keluarga dan orang lain di sekitarnya tertular TBC seperti yang dialaminya.

"Saya sadar kalau saya nggak berobat, saya akan menularkan ke orang lain. Jadi saya putuskan saya harus berobat sampai sembuh," tambah dia.

Kini Binsar sudah dinyatakan sembuh TBC MDR sejak 2012 lalu. Ia pun bergabung dengan komunitas PETA alias Pejuang Tangguh untuk memotivasi para penderita TBC lainnya agar menjalani pengobatan hingga tuntas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Batuk Lebih dari Dua Minggu, Waspadai TBC

Batuk Lebih dari Dua Minggu, Waspadai TBC

Health | Rabu, 21 Maret 2018 | 12:30 WIB

Idap TBC Stadium 3, Putra Elvy Sukaesih Ditahan di Sel Khusus

Idap TBC Stadium 3, Putra Elvy Sukaesih Ditahan di Sel Khusus

Entertainment | Jum'at, 02 Maret 2018 | 16:29 WIB

Hati-hati, Penumpang Angkutan Umum Rentan Tertular TBC

Hati-hati, Penumpang Angkutan Umum Rentan Tertular TBC

Health | Selasa, 16 Januari 2018 | 21:41 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB