Hati - hati, Akupuntur Lebah Bisa Mengancam Nyawa, Ini Buktinya!

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Rabu, 21 Maret 2018 | 19:15 WIB
Hati - hati, Akupuntur Lebah Bisa Mengancam Nyawa, Ini Buktinya!
Akunpuntur lebah, Apitherapy. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang perempuan berusia 55 tahun meninggal dunia setelah menjalani pengobatan akupunktur lebah. Perempuan yang tak disebut namanya itu melakukan perawatan akupuntur dengan sengatan lebah yang dinamakan "apitherapy", sekitar sebulan sekali selama dua tahun.

Terapi alternatif tersebut dilakukan perempuan yang berprofesi sebagai petenis itu untuk mengobati otot dan rasa stres yang menderanya.

Namun dalam satu sesi, menurut sebuah laporan di Journal of Investigational Allergology and Clinical Immunology yang dilansir Independent.co.uk, ia kesulitan bernapas dan kesadarannya hilang mendadak setelah sengatan lebah hidup.

Meski dibawa ke rumah sakit dan diberi adrenalin, juga antihistamin dalam usaha untuk menghentikan reaksinya, perempuan asal Spanyol tersebut meninggal beberapa minggu kemudian, karena mengalami banyak kegagalan organ.

Apitherapy atau akupunktur lebah dilakukan oleh para praktisi dengan menempatkan lebah di suatu tempat di tubuh pasien. Lalu mereka mencubit kepala serangga sampai sengatan itu muncul.

Serangga ini mati tak lama kemudian. Banyak orang mengklaim, bahwa akupuntur lebah efektif untuk mengobati berbagai penyakit dan mengurangi rasa sakit.

"Kami telah merawat pasien dengan puluhan penyakit, mulai dari arthritis hingga kanker, semuanya dengan hasil positif," Wang Menglin, seorang ahli akupunktur lebah, mengatakan kepada ABC News di Australia pada 2013.

Teknik ini paling populer di Cina dan Korea dan meski sedikit bukti efektivitasnya, teknik ini telah diperkenalkan di tempat lain.

Ilmuwan Paula Vazquez-Revuelta dan Ricardo Madrigal-Burgaleta, dari Rumah Sakit Universitas Ramon y Cajal di Spanyol menulis, meskipun apitherapy diklaim memiliki beberapa manfaat, bukti yang dipublikasikan tentang keefektifannya dan keamanannya tetaplah terbatas.

baca juga

Meskipun perempuan tersebut sudah menerima perawatan selama beberapa tahun ini, kedua ilmuan tersebut mengatakan bahwa paparan berulang terhadap alergen, dapat membawa risiko reaksi alergi lebih besar daripada populasi umum.

"Risiko menjalani apitherapy dapat melebihi manfaat yang diperkirakan, membawa kita untuk menyimpulkan bahwa praktik ini tidak aman dan tidak disarankan," kata keduanya.

Tinjauan terpisah terhadap apitherapy, oleh jurnal ilmiah PLOS One menemukan bahwa efek samping umum terjadi, termasuk reaksi kulit ringan yang biasanya sembuh selama beberapa hari terhadap respons imunologis berat yang mengancam jiwa seperti anafilaksis.

Laporan itu melaporkan kasus fatal lainnya dari akupuntur lebah, yaitu seorang perempuan Korea Selatan berusia 65 tahun juga meninggal dunia pada 2011.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Robot Lebah Ini Bisa Bantu Penyerbukan

Robot Lebah Ini Bisa Bantu Penyerbukan

Tekno | Sabtu, 24 Februari 2018 | 20:30 WIB

Pijat Refleksi dan Akupuntur Bisa Pulihkan Stroke?

Pijat Refleksi dan Akupuntur Bisa Pulihkan Stroke?

Health | Rabu, 18 Januari 2017 | 08:41 WIB

Uniknya Museum Lebah di Spanyol

Uniknya Museum Lebah di Spanyol

Lifestyle | Senin, 11 Juli 2016 | 11:01 WIB

Terkini

Drakor Bisa Kenalkan Budaya Korea pada Dunia, Kenapa Indonesia Belum?

Drakor Bisa Kenalkan Budaya Korea pada Dunia, Kenapa Indonesia Belum?

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 12:40 WIB

Kelme Kenalkan Jersey Ketiga Timnas Indonesia, Warna Biru dan Kuncup Melati Punya Makna Khusus

Kelme Kenalkan Jersey Ketiga Timnas Indonesia, Warna Biru dan Kuncup Melati Punya Makna Khusus

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 12:35 WIB

8 Liquid Sunscreen yang Tidak Menyumbat Pori, Tekstur Ringan dan Nyaman untuk Kulit

8 Liquid Sunscreen yang Tidak Menyumbat Pori, Tekstur Ringan dan Nyaman untuk Kulit

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:32 WIB

Petani Milenial di Pulau Obi Panen 8,3 Ton Padi per Hektare

Petani Milenial di Pulau Obi Panen 8,3 Ton Padi per Hektare

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 12:30 WIB

Honor MagicOS 11 Resmi Hadir: Usung Liquid Glass, AI Agentik, dan Storage Space 2.0

Honor MagicOS 11 Resmi Hadir: Usung Liquid Glass, AI Agentik, dan Storage Space 2.0

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 12:30 WIB

5 Bahaya Membiarkan Bunga Es Kulkas Menumpuk Terlalu Tebal, Tak Cuma Bikin Boros Listrik

5 Bahaya Membiarkan Bunga Es Kulkas Menumpuk Terlalu Tebal, Tak Cuma Bikin Boros Listrik

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:28 WIB

Eskalasi Konflik Houthi Berisiko Hambat Pasokan Energi Global, Indonesia Bisa Ikut Terancam

Eskalasi Konflik Houthi Berisiko Hambat Pasokan Energi Global, Indonesia Bisa Ikut Terancam

News | Jum'at, 18 September 2026 | 12:16 WIB

Penjualan Mobil Daihatsu Tembus 97 Ribu Unit Periode Januari - Agustus

Penjualan Mobil Daihatsu Tembus 97 Ribu Unit Periode Januari - Agustus

Otomotif | Jum'at, 18 September 2026 | 12:14 WIB

6 Shio Paling Kreatif yang Cocok Kerja di Industri Media dan Konten

6 Shio Paling Kreatif yang Cocok Kerja di Industri Media dan Konten

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:12 WIB

7 HP Murah Layar Curved, Mulai Rp2 Jutaan di September 2026

7 HP Murah Layar Curved, Mulai Rp2 Jutaan di September 2026

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 12:08 WIB

×