Lika-Liku Dokter Muda, Ujian Berkali-kali, Depresi dan Bunuh Diri

Vania Rossa, Risna Halidi

Senin, 02 April 2018 | 21:00 WIB
Lika-Liku Dokter Muda, Ujian Berkali-kali, Depresi dan Bunuh Diri
dokter

Suara.com - Lika-Liku Dokter Muda, Ujian Berkali-kali, Depresi dan Bunuh Diri

Orang awam mungkin menganggap profesi dokter sebagai pekerjaan idaman dan bergelimang harta. Tapi nyatanya, ada proses panjang yang bukan hanya memakan waktu atau biaya, tetapi juga menguras mental dan harapan.

Dalam mendapatkan Sertifikat Profesi dan untuk bisa menimang gelar dr. di depan nama, seorang sarjana kedokteran atau S.Ked harus lebih dulu melakukan koas atau magang sebagai Dokter Mudaselama dua tahun.

Pun setelah rampung menyelesaikan masa koas, S.Ked tak serta merta memiliki ijin praktik dan menjadi dokter. Mereka harus kembali melakukan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter atau UKMPPD yang diselenggarakan oleh Kemristekdikti.

Aturan ini, bagi ribuan Dokter Muda, menjadi masalah besar dan dianggap mengganggu proses kelulusan bahkan bisa membuat frustasi.

Ichsan Fathillah, seorang Dokter Muda lulusan Universitas Muhammadiyah, Jakarta, bercerita bagaimana ia dan ribuan Dokter Muda lainnya telah melakukan koas namun belum memiliki Sertifikat Profesi.

Ichsan yang mewakili Perhimpunan Dokter Muda Indonesia mengatakan bahwa dirinya mendapat banyak laporan mengenai keganjilan proses UKMPPD serta dampak psikis dari uji kompetensi tersebut.

Pada 2016 lalu, seorang Dokter Muda asal Makassar dilaporkan telah melakukan tindakan bunuh diri akibat berkali-kali gagal dalam proses UKMPPD.

Pun pada awal Maret 2018 lalu, seorang Dokter Muda meninggalkan surat wasiat berisi perjuangannya mendapatkan gelar dokter sebelum meninggal dunia.

baca juga

"Sudah psikosomatis (penyakit fisik yang disebabkan oleh faktor mental, seperti stres dan kecemasan). Terus sakit ini dan sakit itu. Akhirnya timbul surat wasiat bagaimana dia berjuang hingga 20 kali ujian. Dia sakit-sakitan dan akhirnya meninggal pada awal Maret kemarin," kata Ichsan kepada Suara.com.

Proses transisi ini, kata Ichsan, dapat memakan waktu hingga bertahun-tahun dan menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah.

Dana tersebut diperlukan untuk membayar biaya bimbingan dan ujian, serta biaya SPP dengan besaran nominal mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp10 juta setiap enam bulan.

"Mau tidak mau, uang tidak ada. Kita harus tetap bimbingan dan biaya lagi. Per satu bulan kita juga harus bisa mengeluarkan biaya tiga sampai lima juta untuk biaya bimbingan dan ujian," tambah lelaki yang kini sudah banting stir menjadi konsultan kesehatan swasta tersebut.

Gelar Di Tangan Pilihan Ganda

Proses Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter dilaksanakan dalam dua jenis, yaitu ujian CBT atau Computer Base Test dan OSCE, metode menguji kompetensi klinik secara obyektif yang dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini 5 Aspirasi Dokter Terhadap Revisi UU Pendidikan Kedokteran

Ini 5 Aspirasi Dokter Terhadap Revisi UU Pendidikan Kedokteran

Health | Senin, 02 April 2018 | 15:16 WIB

Hanya Ada 4 Dokter Spesialis Kanker Anak di RS Dharmais

Hanya Ada 4 Dokter Spesialis Kanker Anak di RS Dharmais

Health | Selasa, 27 Maret 2018 | 10:52 WIB

Tulisan Dokter Sukar Dibaca, Tapi Ini Tampaknya Mustahil Terbaca

Tulisan Dokter Sukar Dibaca, Tapi Ini Tampaknya Mustahil Terbaca

Tekno | Selasa, 20 Maret 2018 | 22:17 WIB

Terkini

5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Menengok Jejak Perpaduan Budaya dalam Musik Indonesia lewat Pameran Popularia

Menengok Jejak Perpaduan Budaya dalam Musik Indonesia lewat Pameran Popularia

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?

Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Tantangan Media: Menangkap Nilai Pasar, Menjaga Demokrasi

Tantangan Media: Menangkap Nilai Pasar, Menjaga Demokrasi

Video | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Indeks CFX10 Turun Tipis 0,17%, Aset Kripto Ethereum Anjlok

Indeks CFX10 Turun Tipis 0,17%, Aset Kripto Ethereum Anjlok

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:09 WIB

Eric Bauza, Pengisi Suara Ikonik Bugs Bunny Meninggal Dunia

Eric Bauza, Pengisi Suara Ikonik Bugs Bunny Meninggal Dunia

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:03 WIB

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Halmahera Hingga Batam Dilirik Bahlil Jadi Lokasi Pengembangan Pembangkit Listrik Nuklir

Halmahera Hingga Batam Dilirik Bahlil Jadi Lokasi Pengembangan Pembangkit Listrik Nuklir

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×