BNPB: Water Bombing Tak Berguna Jika Api Karhutla Sudah Membesar

Bella

Kamis, 10 September 2026 | 21:08 WIB
BNPB: Water Bombing Tak Berguna Jika Api Karhutla Sudah Membesar
Sejumlah petugas menyaksikan helikopter water bombing VN8416 milik BNPB menjatuhkan air saat memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Gambut Jaya, Muaro Jambi, Jambi, Rabu (30/7/2025). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc]
baca 10 detik
  • Kepala BNPB Suharyanto menyatakan helikopter *water bombing* tidak selalu efektif dan hanya berguna saat api masih kecil di lokasi sulit.
  • BNPB menetapkan satuan tugas darat sebagai kekuatan utama dan menggunakan helikopter secara selektif untuk mendukung operasi pemadaman di lapangan.
  • BNPB mengandalkan operasi modifikasi cuaca untuk menghasilkan hujan guna membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengingatkan penggunaan helikopter pengebom air atau water bombing tidak selalu efektif untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Suharyanto, helikopter hanya efektif ketika api masih relatif kecil, terutama untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses satuan tugas melalui jalur darat.

“Helikopter water bombing itu hanya efektif ketika apinya masih kecil terutama di tempat-tempat yang susah dijangkau satgas darat, digunakan untuk membantu satgas darat memutus kepala apinya,” kata Suharyanto dalam kunjungan kerja mendampingi Wapres Gibran di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis.

Ia menjelaskan pemadaman dari udara pada dasarnya berfungsi sebagai pendukung operasi darat. Karena itu, pengerahan helikopter harus disesuaikan dengan kondisi kebakaran di lapangan.

Ketika api sudah telanjur membesar dan meluas, kemampuan water bombing dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan pemadaman di area tersebut.

“Tapi kalau api sudah besar, sia-sia pakai helikopter, enggak ada gunanya itu water bombing,” ujarnya.

Atas pertimbangan tersebut, BNPB menempatkan satgas darat sebagai kekuatan utama dalam penanganan karhutla. Sementara helikopter digunakan secara selektif untuk membantu memadamkan titik api yang masih terbatas atau berada di wilayah yang sulit dijangkau dari darat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto (Kiri) [Antara]
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto (Kiri) [Antara]

Hujan Jadi Andalan Tambahan

Selain pemadaman melalui darat dan udara, BNPB juga mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu menangani karhutla di Kalimantan Selatan.

Suharyanto mengatakan OMC tetap dilakukan ketika terdapat potensi pertumbuhan awan yang memungkinkan menghasilkan hujan di wilayah terdampak.

baca juga

Menurut dia, hujan menjadi salah satu faktor paling efektif untuk membantu memadamkan karhutla. Namun, upaya tersebut tetap bergantung pada kondisi atmosfer.

Karena itu, BNPB mengombinasikan berbagai metode penanganan, mulai dari pengerahan satgas darat, penggunaan helikopter secara selektif hingga OMC ketika kondisi cuaca memungkinkan.

“Seluruh dukungan pemadaman harus digunakan sesuai karakter kebakaran agar sumber daya udara dan darat dapat bekerja secara efektif, terutama untuk mencegah api kecil berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujar Suharyanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tinjau Penanganan Karhutla Kalimantan, Gibran Minta Maaf Kondisi Udara Belum Pulih

Tinjau Penanganan Karhutla Kalimantan, Gibran Minta Maaf Kondisi Udara Belum Pulih

News | Kamis, 10 September 2026 | 17:26 WIB

PBB Diminta Turun Tangan Soal Karhutla, Pemerintah Prabowo Didesak Tanggung Jawab

PBB Diminta Turun Tangan Soal Karhutla, Pemerintah Prabowo Didesak Tanggung Jawab

News | Kamis, 10 September 2026 | 15:04 WIB

Eks Kepala BMKG Soroti Salah Kaprah Penanganan Karhutla, Singgung soal Birokrasi Berbelit

Eks Kepala BMKG Soroti Salah Kaprah Penanganan Karhutla, Singgung soal Birokrasi Berbelit

News | Kamis, 10 September 2026 | 12:20 WIB

Media Asing Sorot Kebakaran Hutan Indonesia Sumbang Emisi Tertinggi Dunia

Media Asing Sorot Kebakaran Hutan Indonesia Sumbang Emisi Tertinggi Dunia

News | Kamis, 10 September 2026 | 11:26 WIB

Gambut Terbakar, Narasi Bermunculan: Di Mana Mitigasi Karhutla?

Gambut Terbakar, Narasi Bermunculan: Di Mana Mitigasi Karhutla?

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 10:15 WIB

Karhutla dan Budaya Menunggu Bencana: Mengapa Kita Tak Belajar Mencegah?

Karhutla dan Budaya Menunggu Bencana: Mengapa Kita Tak Belajar Mencegah?

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 14:30 WIB

Karhutla Jadi Bencana Paling Banyak Terjadi di Indonesia, Capai 627 Kejadian

Karhutla Jadi Bencana Paling Banyak Terjadi di Indonesia, Capai 627 Kejadian

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 07:00 WIB

Puan Desak Aparat Usut Dugaan Lahan Karhutla Dialihfungsikan Jadi Sawit

Puan Desak Aparat Usut Dugaan Lahan Karhutla Dialihfungsikan Jadi Sawit

Video | Rabu, 09 September 2026 | 17:05 WIB

Deforestasi dan Karhutla Disebut Jadi Lingkaran Setan: Mengapa?

Deforestasi dan Karhutla Disebut Jadi Lingkaran Setan: Mengapa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 18:49 WIB

Kematian Orangutan Sempurna Ungkap Ancaman Karhutla bagi Satwa Liar

Kematian Orangutan Sempurna Ungkap Ancaman Karhutla bagi Satwa Liar

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:51 WIB

Terkini

KPK Telusuri Deposito dan Bangunan Milik Eks Kepala Kanwil Pajak Haniv

KPK Telusuri Deposito dan Bangunan Milik Eks Kepala Kanwil Pajak Haniv

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:01 WIB

Suzuki GN160 Tantang Yamaha XSR 155 di Segmen Motor Retro, Harganya Jauh Lebih Murah

Suzuki GN160 Tantang Yamaha XSR 155 di Segmen Motor Retro, Harganya Jauh Lebih Murah

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 21:00 WIB

Gak Salah Sasaran Lagi! Bansos Bakal Disalurkan Lewat AI Mulai Oktober 2026

Gak Salah Sasaran Lagi! Bansos Bakal Disalurkan Lewat AI Mulai Oktober 2026

Video | Kamis, 10 September 2026 | 20:55 WIB

Kuasa Hukum BTN Siap Somasi, Ini Fakta di Balik Klaim Dana Rp17 Miliar

Kuasa Hukum BTN Siap Somasi, Ini Fakta di Balik Klaim Dana Rp17 Miliar

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 20:52 WIB

Pelindo Segera Go International, Bersaing dengan Singapura

Pelindo Segera Go International, Bersaing dengan Singapura

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 20:51 WIB

Sunscreen Apa yang Bagus untuk Mencerahkan Wajah? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review

Sunscreen Apa yang Bagus untuk Mencerahkan Wajah? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 20:50 WIB

Bupati Bogor : Kebakaran TPA Galuga Meluas Hingga 7,1 Hektare

Bupati Bogor : Kebakaran TPA Galuga Meluas Hingga 7,1 Hektare

Jabar | Kamis, 10 September 2026 | 20:49 WIB

BRI Perkuat Layanan Global Lewat Inovasi BRImo Taiwan

BRI Perkuat Layanan Global Lewat Inovasi BRImo Taiwan

Riau | Kamis, 10 September 2026 | 20:48 WIB

Kronologi TNI AL Temukan Pelampung di Perairan Banten dalam Pencarian 5 Jurnalis Hilang

Kronologi TNI AL Temukan Pelampung di Perairan Banten dalam Pencarian 5 Jurnalis Hilang

News | Kamis, 10 September 2026 | 20:47 WIB

Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026

Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026

Kaltim | Kamis, 10 September 2026 | 20:43 WIB

×