Ini Tantangan Pola Asuh yang Dihadapi Orangtua Zaman Now

Sabtu, 12 Mei 2018 | 08:00 WIB
Ini Tantangan Pola Asuh yang Dihadapi Orangtua   Zaman Now
Anak lelaki cenderung lebih dekat dengan ibu dan anak perempuan lebih dekat dengan ayah. (Shutterstock)

Suara.com - Kemudahan dalam mengakses informasi di era sekarang ini justru menjadi bumerang bagi orangtua zaman now. Di satu sisi, orangtua zaman now lebih melek akan informasi seputar pola asuh. Namun di sisi yang lain, banyaknya informasi ini justru membuat orangtua lebih mudah cemas dalam mengambil keputusan.

Disampaikan psikolog anak dan keluarga Ajeng Raviando, perbedaan ini disebabkan karena perbedaan pola asuh orangtua dengan anak-anak mereka saat ini. Dulu, kata Ajeng, orangtua kerap mendidik anak-anak mereka untuk belajar dengan fokus di ruangan yang sepi. Hal ini akan terbawa hingga akhirnya mereka menjadi orangtua.

"Gaya belajar orangtua sama anak-anak zaman sekarang kan beda. Anak zaman now terbiasa multitasking tanpa perlu fokus seperti orangtuanya dulu. Mereka terbiasa dengan banyak stimulasi yang membuat mereka tetap bisa fokus," ujar dia dalam peluncuran kampanye HP Homework Rescue di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Ia menambahkan, agar perbedaan pola asuh ini bisa diatasi orangtua zaman now, Ajeng mengimbau para orangtua untuk mengubah pola pikirnya. Orangtua, kata dia, harus menerapkan pola pengasuhan positif di mana bisa memberikan kebebasan pada anak untuk belajar sesuai dengan gaya yang disukainya.

"Ada anak yang gaya belajarnya audio, jadi lebih senang pakai musik. Ada juga yang audio visual, lebih bisa menyerap kalau pakai film. Ada juga yang kinestetik atau dengan gerakan-gerakan. Jadi nggak bisa dipaksa dengan gaya belajar zaman dahulu," tambah dia.

Ajeng pun mengingatkan agar orangtua tidak hanya berfokus pada hasil seperti yang diajarkan orangtuanya pada zaman dulu. Menurut dia, hal ini akan membebani kondisi sosio psikis anak yang pada gilirannya berakibat pada masa depannya.

Katanya lagi, orangtua zaman now sangat fokus dengan akademis anak. "Kebayang, kasihan anak, di sekolah belajar, terus pulang masih bimbel. Ada banyak hal yang terlewatkan. Termasuk kesempatan mengasah social skills anak, soft skills juga," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI