Tiga Minggu Isap Vape, Lihat yang Terjadi dengan Perempuan Ini

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 21 Mei 2018 | 11:25 WIB
Tiga Minggu Isap Vape, Lihat yang Terjadi dengan Perempuan Ini
Vape atau rokok elektronik (elektrik). (Shutterstock)

Suara.com - Seorang perempuan muda berusia 18 tahun mengidap pneumonitis hipersensitivitas alias paru - paru basah, setelah mengisap vape alias rokok elektronik selama tiga minggu. Ini merupakan kasus pertama yang menegaskan efek negatif rokok elektronik untuk kesehatan.

Temuan ini berasal dari sebuah studi kasus yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, yang mengungkap kisah perempuan yang sebelumnya sehat, tapi setelah mengisap rokok elektronik secara rutin mulai mengalami kesulitan bernapas, diikuti dengan batuk dan nyeri dada yang sesak ketika menarik napas dalam-dalam.

Khusus untuk perempuan muda berusia 18 tahun ini, meski baru tiga minggu mengisap rokok elektronik, kondisinya sudah cukup buruk hingga ruang perawatannya dipindahkan ke ICU pediatrik dan memakai ventilator untuk membuatnya bernapas.

Menurut American Lung Association, paru-paru basah merujuk pada gangguan sistem kekebalan tubuh langka yang menyerang paru-paru dan membuatnya meradang sebagai reaksi alergi terhadap debu atau jamur yang dihirup lewat hidung.

Faktor-faktor tertentu juga dapat meningkatkan risiko Anda mengembangkan paru-paru basah, seperti usia, lingkungan, genetik, kebiasaan gaya hidup, dan jenis kelamin atau gender.

"Sekali lagi, paru-paru basah tergantung pada sistem kekebalan Anda, jadi mungkin saja kekebalan tubuh Anda tinggi sehingga faktor di atas tidak meningkatkan risiko Anda mengidap penyakit ini," ujar Raymond Casciari, M.D., seorang pulmonolog di Rumah Sakit St. Joseph di Orange, Calif dilansir Womenhealthmag.

Namun Raymond mengatakan lain halnya dengan rokok maupun rokok elektronik. Kandungan di dalamnya seperti nikotin dapat mengiritasi paru-paru sehingga memicu peradangan dan salah satunya bisa meningkatkan risiko paru-paru basah.

"Secara umum, ini adalah kisah peringatan bagi orang-orang muda yang berpikir bahwa rokok elektronik tidak separah merokok konvensional," katanya.

Lalu apa saja gejala dari paru-paru basah ini sendiri? Gejala paru-paru basah dapat bervariasi tergantung pada seberapa parah kasus Anda dan seberapa sensitif paru-paru Anda terhadap iritasi, tetapi umumnya seperti penyakit flu yang menyebabkan demam, menggigil, otot atau nyeri sendi, sakit kepala, batuk berdahak, bronkitis kronis, sesak nafas, penurunan berat badan, dan kelelahan.

"Kadang tubuh mereka bisa sampai membiru karena tidak mendapatkan cukup oksigen. Jika Anda merasakan gejala-gejala ini, konsultasikan dengan dokter secepat mungkin," kata Raymond.

Ia berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran agar orang tak menyepelekan efek dari menghisap rokok elektronik.

"Intinya mengembangkan paru-paru basah dari vaping jarang terjadi, tapi segeralah mengunjungi dokter jika Anda memiliki reaksi yang tidak biasa saat merokok elektronik," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rokok Elektrik Tak Sepenuhnya Aman untuk Kesehatan

Rokok Elektrik Tak Sepenuhnya Aman untuk Kesehatan

Health | Kamis, 26 April 2018 | 16:20 WIB

Meski Lebih Aman, Dua Produk Alternatif Rokok Ini Tetap Bahaya

Meski Lebih Aman, Dua Produk Alternatif Rokok Ini Tetap Bahaya

Health | Kamis, 14 Desember 2017 | 17:45 WIB

Uap Vape Penyebab Bayi Lahir Cacat?

Uap Vape Penyebab Bayi Lahir Cacat?

Health | Minggu, 19 November 2017 | 20:00 WIB

Terkini

Apakah Krim Malam Boleh Dipakai Saat Tidur Siang atau Kerja Shift Malam? Ini Penjelasan Dokter

Apakah Krim Malam Boleh Dipakai Saat Tidur Siang atau Kerja Shift Malam? Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:41 WIB

Buntut Kasus Jatah Makan Bolosego di Alun-Alun Kidul, Oknum Polisi Polsek Kraton Dipatsus

Buntut Kasus Jatah Makan Bolosego di Alun-Alun Kidul, Oknum Polisi Polsek Kraton Dipatsus

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:39 WIB

Kebakaran di Kota Bogor Hanguskan 5 Bangunan dan 1 Mobil

Kebakaran di Kota Bogor Hanguskan 5 Bangunan dan 1 Mobil

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 13:38 WIB

Italia Mau Batasi Pelajar Asing, Pemilu Memanas

Italia Mau Batasi Pelajar Asing, Pemilu Memanas

News | Selasa, 22 September 2026 | 13:38 WIB

Kala Ceri dan Tomat Jadi Inspirasi Karya Fesyen, Instalasi, hingga Kuliner

Kala Ceri dan Tomat Jadi Inspirasi Karya Fesyen, Instalasi, hingga Kuliner

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:36 WIB

Epson Hadirkan Proyektor 4K Ultra-Short-Throw EH-LS970B untuk Hiburan Layar Besar di Rumah

Epson Hadirkan Proyektor 4K Ultra-Short-Throw EH-LS970B untuk Hiburan Layar Besar di Rumah

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 13:35 WIB

Kenapa Setrika Lengket di Baju? Ini Cara Mengatasinya agar Baju Tak Rusak

Kenapa Setrika Lengket di Baju? Ini Cara Mengatasinya agar Baju Tak Rusak

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:32 WIB

Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Tak Diperkuat Sergio Aguero

Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Tak Diperkuat Sergio Aguero

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 13:32 WIB

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:30 WIB

Kenapa Harus Melihat Orang Lain Menderita Dulu untuk Belajar Bersyukur?

Kenapa Harus Melihat Orang Lain Menderita Dulu untuk Belajar Bersyukur?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 13:30 WIB

×