Minum Air Garam Jadi Tren Kesehatan Baru, Apakah Aman?

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Jum'at, 25 Mei 2018 | 13:30 WIB
Minum Air Garam Jadi Tren Kesehatan Baru, Apakah Aman?
Ilustrasi air garam. (Shutterstock)

Suara.com - Seperti halnya fesyen, tren kesehatan juga datang dan pergi silih berganti. Seperti baru-baru ini santer beredar kabar tentang manfaat larutan air dan garam alami, atau yang disebut sole water, yang dapat membersihkan tubuh dari racun dan meningkatkan energi.

Pendiri Practical Nontoxic Living, Sophia Gushée, baru-baru ini memutuskan untuk menguji manfaat minuman tersebut selama seminggu.

Seperti dilansir dari The Independent, ia melaporkan bahwa setelah minum air garam, kulitnya menjadi bersih, kualitas tidur meningkat, dan membuatnya terpacu untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

Tapi, ahli gizi Rhiannon Lambert, tidak yakin dengan tren kesehatan ini, apalagi tentang klaim yang dapat membersihkan tubuh.

"Seringkali kita bingung dengan tren baru yang beredar di internet, dan kita harus berhati-hati," katanya.

"Penelitian menunjukkan bahwa garam dalam jumlah sedang dapat bermanfaat untuk mengatur tekanan darah. Namun sebaliknya, terlalu banyak garam dapat menyebabkan tekanan darah tinggi," ujarnya.

Lambert juga menegaskan bahwa mengonsumsi sejumlah kecil garam memang termasuk bagian dari diet. Tapi, mengenai penelitian tentang minum air garam dapat membantu berbagai hal, seperti membersihkan pencernaan, ini masih diragukan.

"Penting untuk diketahui bahwa semua manfaat itu berasal dari bahan utamanya, yakni air. Konsep tentang detoksifikasi, gagasan bahwa Anda dapat membersihkan kotoran dari dalam sistem tubuh Anda, ini adalah sebuah penipuan," tegasnya.

"Ini adalah konsep tanpa bukti ilmiah yang dirancang untuk menjual produk tertentu," tambah dia lagi.

Sole water bukan sekadar memasukkan garam ke dalam air, tetapi dibuat dengan cara melarutkan garam alami, seperti garam merah muda yang bersumber dari pegunungan Himalaya.

Ahli nutrisi Frida Harju-Westman berkeyakinan bahwa air garam dapat benar-benar bermanfaat jika menggunakan garam alami yang benar, bahkan menyatakan bahwa cairan itu dapat bekerja sebagai antihistamin bagi penderita alergi.

Namun bagaimana pun, peningkatan asupan garam dalam bentuk cairan ini dapat menyebabkan dehidrasi. "Untuk menghindari hal ini, pastikan Anda tidak minum lebih dari satu gelas air garam per hari, dan pastikan untuk minum banyak air," sarannya.

Jadi, pendapat ahli nutrisi mana yang mau Anda yakini?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Empat Jenis Olahraga Ini Bakal "Ngetop" di 2017!

Empat Jenis Olahraga Ini Bakal "Ngetop" di 2017!

Health | Selasa, 27 Desember 2016 | 19:30 WIB

Empat Masalah Kesehatan yang Masih Jadi Momok di 2017

Empat Masalah Kesehatan yang Masih Jadi Momok di 2017

Health | Sabtu, 31 Desember 2016 | 07:15 WIB

Sering Menelan Obat Tanpa Air Putih, Waspadai Risiko Ini

Sering Menelan Obat Tanpa Air Putih, Waspadai Risiko Ini

Health | Kamis, 22 Desember 2016 | 17:12 WIB

Terkini

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB