Suka Emosi saat Lapar, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Vania Rossa | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 12 Juni 2018 | 10:57 WIB
Suka Emosi saat Lapar, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi perempuan meluapkan kemarahannya. (Shutterstock)

Suara.com - Apakah Anda pernah merasa stres dan emosional ketika perut bergemuruh sebagai tanda lapar? Anda tak sendirian. Dan sains akan mengungkap alasan di balik fenomena yang dialami banyak orang tersebut.

Penelitian University of North Carolina menemukan bahwa rasa lapar merupakan manifestasi dari emosi, dan umumnya seseorang akan menginterpretasikan sesuatu yang dilihatnya sebagai hal negatif saat lapar.

Selain itu, tingkat stres yang meningkat saat lapar juga bukan hanya disebabkan karena gula darah yang menurun, tapi mungkin merupakan respon emosional yang rumit karena komponen biologi, kepribadian, dan lingkungan.

"Kita semua tahu bahwa rasa lapar kadang-kadang dapat memengaruhi emosi dan persepsi kita tentang dunia di sekitar kita, tapi baru-baru ini istilah 'hangry' diterima Oxford Dictionary untuk merujuk pada kondisi marah dan emosional ketika lapar," ujar peneliti utama, Jennifer MacCormack, MA, di University of North Carolina di Chapel Hill.

Lebih lanjut Jennifer menjelaskan, ketika lapar, ada dua faktor utama yang menentukan apakah rasa lapar akan berkontribusi pada emosi negatif atau positif, yakni konteks dan kesadaran diri.

"Kami menemukan bahwa perasaan 'hangry' terjadi ketika seseorang merasakan ketidaknyamanan karena kelaparan tetapi menafsirkan perasaan itu sebagai emosi yang kuat tentang orang lain atau situasi yang dihadapinya," ujar asisten profesor Kristen Lindquist, PhD, rekan peneliti.

Untuk mendapatkan temuan ini, para peneliti melakukan percobaan pada lebih dari 400 orang Amerika untuk menarik kesimpulan mereka. Dalam sebuah percobaan, para peneliti menemukan bahwa individu yang lapar melaporkan emosi tidak menyenangkan seperti merasa stres dan kebencian.

Mereka juga menyatakan lebih banyak perasaan negatif terhadap orang lain. Namun ketika mereka menyadari emosi mereka, bahkan ketika lapar, justru tidak melaporkan perubahan emosi negatif.

"Penting untuk memerhatikan sinyal-sinyal tubuh termasuk emosi negatif, karena tidak hanya memengaruhi kesehatan mental jangka panjang tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup sehari-hari," tandas Jennifer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Berlibur Saat Kantong Tipis? Bisa Saja, Asal ....

Ingin Berlibur Saat Kantong Tipis? Bisa Saja, Asal ....

Lifestyle | Sabtu, 26 Mei 2018 | 16:34 WIB

Lima Hidangan Paling Hits yang Dipesan Lewat Go-Food

Lima Hidangan Paling Hits yang Dipesan Lewat Go-Food

Lifestyle | Sabtu, 12 Mei 2018 | 17:38 WIB

8 Rahasia Hidup Lebih Bahagia dan Bebas Stres

8 Rahasia Hidup Lebih Bahagia dan Bebas Stres

Lifestyle | Minggu, 06 Mei 2018 | 13:15 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB