Ini 5 Masalah Kesehatan saat Lebaran Menurut Menkes

Fabiola Febrinastri | Firsta Nodia
Ini 5 Masalah Kesehatan saat Lebaran Menurut Menkes
Hidangan khas Lebaran masyarakat Indonesia. (Shutterstock)

Risiko diabetes akan meningkat setelah Lebaran.

Suara.com - Lebaran di Indonesia identik dengan hidangan bersantan dan berminyak, seperti lontong opor, sambal goreng kentang, hingga rendang. Nah, setelah sebulan berpuasa, biasanya orang akan kalap makan saat hari raya.

Hal ini disebut memicu beragam masalah kesehatan. Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, pun mengungkap sederet masalah kesehatan yang biasanya mengintai saat Lebaran.

Berikut ulasannya seperti dirangkum Suara.com;

1. Berat badan naik
Bulan puasa, yang biasanya hanya memiliki dua waktu makan, yakni saat berbuka dan sahur, akan memicu penurunan berat badan bagi sebagian orang. Sayangnya, penurunan berat badan akan sia-sia jika kalap di saat Lebaran.

"Berat badan naik saat Lebaran biasanya dipicu karena pola makan. Ketika hari raya,  kita mengunjungi saudara dan keluarga yang jumlahnya banyak, lalu di setiap rumah kita makan atau nyemil kue, sehingga setelah Lebaran naik lima kilo," ujar Menkes Nila.

2. Diabetes
Menkes Nila mengatakan, risiko diabetes biasanya agak meningkat setelah Lebaran, karena di momen spesial tersebut, kue-kue manis dan cake terhidang di meja. Untuk mencegahnya, Nila mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan manis saat Lebaran.

"Saya akui, paska Lebaran, orang dengan diabetes biasanya agak meningkat karena kita lupa, segala makanan terenak ada di rumah kita makan," tambah dia.

3. Kolesterol
Nila juga mengingatkan risiko naiknya kolesterol, karena sajian khas Lebaran yang kaya santan, lemak dan minyak. Menurut Menkes, manfaat yang didapat selama berpuasa akan hilang begitu saja jika seseorang tidak bisa menjaga pola makannya saat lebaran.

"Saya kira, puasa Syawal bagus juga. Setelah Lebaran langsung saja puasa syawal, jadi bisa menahan untuk makan-makanan yang tinggi kolesterol," ujar Menkes seraya terkekeh.

4. Hipertensi
Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi juga merupakan kelompok yang rawan mengalami kekambuhan saat Lebaran, karena mungkin tinggi garam sehingga secara tidak langsung terjadi penumpukan garam dalam tubuh dan menyebabkan tekanan darah meningkat.

5. Batuk, pilek, diare
Menkes Nila mengatakan, faktor kelelahan mempersiapkan hidangan Lebaran, beberes rumah dan bersilahturahmi di momen Idul Fitri, bisa membuat daya tahan tubuh seseorang menurun. Akibatnya, ia lebih rentan mengidap berbagai masalah kesehatan, seperti batuk hingga pilek. Tak hanya itu, pola makan yang berlebihan saat Lebaran juga dapat memicu diare.

"Tolong jangan lupa isi piringku. Lihat piringnya seberapa. Jangan langsung menggunung," tandasnya.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS