Terapi Kanker Payudara Kini Cuma Butuh Waktu Lima Menit

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Rabu, 11 Juli 2018 | 16:52 WIB
Terapi Kanker Payudara Kini Cuma Butuh Waktu Lima Menit
Ilustrasi kanker payudara. (Shutterstock)

Suara.com - Jika selama ini terapi kanker payudara kerap membuat pasien berada di rumah sakit hingga berjam-jam, maka dengan hadirnya obat trastuzumab subkutan, pasien bisa menghemat waktu dan tenaga saat menjalani pengobatan.

Dr. dr. Nugroho Prayogo, SpPD-KHOM, Peneliti SafeHer mengatakan, sebelumnya obat trastuzumab diberikan lewat infus atau intravena. Cara pemberian obat ini biasanya membutuhkan waktu hingga 90 menit. Namun dengan Trastuzumab subkutan, pasien hanya membutuhkan waktu lima menit untuk mendapatkan suntikan di bagian paha.

"Trastuzumab ini terapi sistemik. Artinya dibutuhkan ketika sel kanker sudah keluar dari gumpalan dan masuk ke dalam sirkulasi darah. Jadi, obat ini diperlukan untuk membunuh sel yang sudah lepas dari induknya sehingga tidak akan kambuh lagi," ujarnya pada temu media di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Nugroho menambahkan, trastuzumab yang sebelumnya hanya tersedia dalam formulasi infus intravena adalah obat yang telah digunakan untuk penanganan kanker payudara HER2-positif, yang diderita oleh sekitar 22,8 persen dari semua perempuan yang terdiagnosa dengan kanker payudara di Indonesia. Selain bermanfaat untuk pasien, lanjut dia, Trastuzumab subkutan juga menghemat waktu pelayanan perawat spesialis kanker dan farmasi rumah sakit

"Jadi, kalau pemberian trastuzumab yang intravema butuh waktu hingga 4 jam mulai dari administrasi, lalu pemeriksaan awal hingga diinfuskan obat ini, kalau yang subkutan hanya butuh waktu 1.4 jam. Pasien bisa lebih nyaman dan tenaga medis juga bisa lebih efisien dalam menangani pasien kanker lainnya," jelas Nugroho merinci.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Binay Swarup, MD. PGDBA, Medical Director, PT Roche Indonesia mengatakan bahwa terapi trastuzumab subkutan sudah tersedia di Indonesia setelah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 23 Mei 2018.

"Trastuzumab subkutan diberikan melalui injeksi di paha bagian atas pasien selama 2 sampai 5 menit dibanding dengan 30 sampai 90 menit dengan infus intravena. Hal ini mengurangi waktu tunggu pasien tanpa berinteraksi dengan klinisi sebanyak 26 persen dan waktu penanganan oleh klinisi sebanyak 58 persen, sehingga pasien lebih sebentar berada di rumah sakit dan dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik," jelasnya panjang lebar.

Di samping manfaat untuk pasien, Swarup mengklaim bahwa rumah sakit juga bisa mendapat keuntungan dalam penghematan biaya perawatan hingga 35 persen per pasien setiap tahunnya. Keuntungan tersebut ditimbulkan dari penghematan waktu dalam persiapan dan pemberian trastuzumab subkutan dan tidak ada sisa obat yang terbuang dibandingkan dengan infus intravena.

"Sementara waktu, obat trastuzumab subkutan ini belum ditanggung oleh BPJS karena dalam proses pengajuan ke fomularium nasional namun tratuzumab intravena atau yang melalui infus sudah ditanggung BPJS," jelasnya tentang terapi kanker payudara terkini yang ada di Indonesia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jantung, Kanker dan Infeksi, Paling Banyak Diderita Karyawan

Jantung, Kanker dan Infeksi, Paling Banyak Diderita Karyawan

Health | Rabu, 11 Juli 2018 | 12:00 WIB

Bagi Perempuan Bekerja, Ini Daftar Lima Gangguan Kesehatan

Bagi Perempuan Bekerja, Ini Daftar Lima Gangguan Kesehatan

Health | Selasa, 10 Juli 2018 | 17:30 WIB

Peneliti AS Temukan Obat yang Mampu Memakan Sel Kanker

Peneliti AS Temukan Obat yang Mampu Memakan Sel Kanker

Health | Kamis, 05 Juli 2018 | 11:30 WIB

Terkini

Kasus Sutrimo Naik Penyidikan! Polisi Temukan Unsur Pidana di Balik Kejanggalan Kematian

Kasus Sutrimo Naik Penyidikan! Polisi Temukan Unsur Pidana di Balik Kejanggalan Kematian

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Daftar Perombakan MSCI untuk Saham Indonesia, IHSG Bersiap Tertekan?

Daftar Perombakan MSCI untuk Saham Indonesia, IHSG Bersiap Tertekan?

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Hearts2Hearts Debut Jepang Lewat Iconic Heart: Semangat Tuk Ikuti Kata Hati

Hearts2Hearts Debut Jepang Lewat Iconic Heart: Semangat Tuk Ikuti Kata Hati

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:35 WIB

30 Kumpulan Gambar Ucapan Selamat Hari Pramuka 2026 Gratis, Desain Menarik untuk Medsos

30 Kumpulan Gambar Ucapan Selamat Hari Pramuka 2026 Gratis, Desain Menarik untuk Medsos

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:35 WIB

4 Sebab Ibu Hamil yang Berencana Lahiran Normal Mendadak Harus Operasi Caesar

4 Sebab Ibu Hamil yang Berencana Lahiran Normal Mendadak Harus Operasi Caesar

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:33 WIB

KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas

KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,63 Triliun hingga Juli 2026, Puluhan Ribu UMKM Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:18 WIB

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Lampung | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:08 WIB

×