Empat Manfaat Kesehatan yang Dirasakan Penikmat Makanan Pedas

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 17 Juli 2018 | 14:12 WIB
Empat Manfaat Kesehatan yang Dirasakan Penikmat Makanan Pedas
Ilustrasi makanan pedas. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Banyak yang menganggap konsumsi makanan pedas seperti keripik pedas, rujak, balado, dan sambal yang banyak digemari masyarakat Indonesia ini bisa berbahaya bagi sistem pencernaan, tapi banyak pula penelitian yang mengungkap manfaat kesehatan dari makanan pedas.

Dr. Khursheed Jeejeebhoy, seorang profesor kedokteran di Universitas Toronto, Kanasa mengatakan bahwa dalam jumlah tertentu, cabai bisa berimplikasi positif bagi kesehatan. Ia juga menegaskan belum ada bukti yang menyebut cabai buruk bagi kesehatan.

Berikut beberapa manfaat mengonsumsi makanan pedas seperti dilansir laman Medical Daily.

1. Menjaga kesehatan jantung
Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2017 menemukan insiden kematian yang lebih rendah akibat penyakit vaskular, serangan jantung, dan stroke di antara mereka yang mengkonsumsi cabai. Selain itu konsumsi rempah-rempah juga diyakini dapat mengurangi tingkat kolesterol jahat dalam tubuh.

"Studi kami menunjukkan bahwa kenikmatan rasa pedas merupakan cara penting untuk mengurangi asupan garam dan tekanan darah," kata Dr. Zhiming Zhu, penulis senior dalam studi ini.

2. Membakar kalori ekstra
Menurut sebuah studi dari Universitas Purdue, orang membakar lebih banyak kalori dan berkurang nafsu makannya setelah mengonsumsi cabai merah. Namun perlu diingat bahwa makanan pedas bukan pintu ajaib untuk menurunkan berat badan secara signifikan. Tim peneliti mencatat penggunaan cabai merah pada makanan Anda dapat bermanfaat bila dikombinasikan dengan diet sehat dan gaya hidup aktif.

3. Mencegah kanker
Capsaicin, bahan yang membuat cabai terasa pedas dan panas,dianggap oleh para ahli memiliki sifat anti-kanker. Bahkan Gregory A. Plotnikoff, konsultan senior untuk inovasi kesehatan di Allina Hospitals and Clinics di Minnesota mengatakan cabai memiliki efek yang sama pada tubuh seperti obat kanker tertentu.

Namun, manfaat ini masih terus diperdebatkan dalam literatur medis karena temuan yang saling bertentangan. Menurut Cancer Research UK, kunyit telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji klinis awal untuk mencegah pertumbuhan sel kanker.

4. Menghilangkan rasa sakit
Capsaicin dalam cabai juga dapat membantu menghilangkan rasa sakit di tubuh. Mekanisme ini terjadi dengan menargetkan kimia otak yang dikenal sebagai "substansi P," yang memainkan peran penting dalam penyembuhan luka dan cedera.

baca juga

Beberapa penelitian juga menyarankan konsumsi cabai dengan kadar capsaicin yang lebih tinggi mungkin memiliki efek perlindungan terhadap bisul dengan membunuh bakteri yang dikenal sebagai H. pylori. Itulah empat manfaat kesehatan dari makanan pedas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tanam Lidah Buaya di Rumah Manfaatnya Segudang, Intip Yuk!

Tanam Lidah Buaya di Rumah Manfaatnya Segudang, Intip Yuk!

Health | Kamis, 28 Juni 2018 | 16:43 WIB

Tidak Disangka, Roti Bakar Punya Manfaat Tak Terduga Ini

Tidak Disangka, Roti Bakar Punya Manfaat Tak Terduga Ini

Health | Rabu, 27 Juni 2018 | 17:13 WIB

Makanan Pedas Saat Menyusui, Adakah Dampaknya pada Bayi?

Makanan Pedas Saat Menyusui, Adakah Dampaknya pada Bayi?

Health | Rabu, 30 Mei 2018 | 15:21 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB