Ibu Harus Tahu! Ini Manfaat Perawatan Kanguru bagi Bayi Prematur

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 23 Juli 2018 | 16:25 WIB
Ibu Harus Tahu! Ini Manfaat Perawatan Kanguru bagi Bayi Prematur
Ilustrasi perawatan bayi dengan metode Kanguru. (Shutterstock)

Suara.com - Metode perawatan kanguru disebut-sebut sebagai salah satu perawatan yang memiliki banyak manfaat, khususnya bagi bayi prematur dan memiliki berat badan rendah.

Perawatan ini melibatkan kontak fisik antara ibu dan bayi yang intens. Namun, bagaimana tepatnya perawatan kanguru membantu merawat bayi Anda? Berikut deretan manfaat dari metode perawatan kanguru, yang dilansir dari Boldsky.

1. Pengaturan suhu
Bayi yang baru dilahirkan tidak dapat mengatur suhunya sendiri dengan sangat efektif. Apalagi bagi bayi prematur dan bayi dengan berat badan rendah.

Perawatan kulit ke kulit atau metode perawatan kanguru memastikan bahwa suhu tubuh Anda membantu menjaga suhu bayi pada tingkat yang sehat. Ia bekerja seperti inkubator yang digunakan oleh rumah sakit.

2. Membantu menormalkan fungsi tubuh
Ketika bayi lahir prematur, fungsi tubuhnya belum sempurna. Mereka mungkin rentan terhadap kondisi seperti hipotensi, sindrom stres pernapasan, patent duktus arteriosus dan displasia bronkopulmonal.

Hipotensi adalah keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal dan biasa disebut dengan tekanan darah rendah.

Sedangkan patent duktus arteriosus adalah kondisi ketika ductus arteriosus tetap terbuka setelah bayi lahir. Ductus arteriosus merupakan pembuluh darah yang dibutuhkan bayi sebagai sistem pernapasan semasa di dalam kandungan.

Melalui ductus arteriosus, darah bayi dari bilik jantung kanan mengalir ke sekitar paru-paru. Ductus arteroisus akan tertutup secara otomatis setelah bayi lahir karena paru-paru mereka sudah bisa terisi oleh udara yang dihirup.

Penutupan biasanya terjadi kurang dari beberapa hari. Pada bayi penderita patent ductus arteriosus, penutupan tersebut tidak terjadi.

Perlu dicatat bahwa ketika Anda memberikan metode perawatan kanguru kepada bayi prematur, fungsi tubuh mereka akan meningkat dan kondisi yang tidak diinginkan dapat dihindari.

Bayi yang menerima metode perawatan ini akan memiliki denyut jantung, pernapasan dan irama jantung yang stabil. Bayi-bayi ini juga bisa cepat pulih dari penyakit kardiovaskular dan pernapasan lebih cepat daripada bayi yang tidak diberikan metode perawatan kanguru.

Sementara Displasia Bronkopulmoner merupakan cedera pada paru-paru akibat terapi oksigen dengan konsentrasi tinggi dan pemakaian ventilator. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada bayi prematur.

3. Meningkatkan imunitas
Bayi yang lahir prematur biasanya akan sangat bergantung pada inkubator sampai siap menghadapi dunia. Inkubator dipilih untuk mencegah paparan bakteri dan kuman lain yang bisa menyebabkan infeksi. Tetapi penelitian telah menemukan bahwa dengan mempraktekkan metode perawatan kanguru, Anda menempatkan bayi ke dalam kontak dengan kuman ibu.

Ini memastikan bahwa sistem kekebalan bayi menjadi lebih kuat dengan sangat cepat. Antibodi yang diterima dari menyusui dan bakteri pada kulit ibu akan membantu dalam pematangan kekebalan bayi. Tetapi penting juga untuk diingat bahwa tidak baik memeluk bayi prematur Anda ketika Anda menderita flu atau penyakit menular lainnya.

4. Menambah berat badan bayi
Biasanya, dokter hanya akan membolehkan bayi prematur keluar dari rumah sakit jika bayi dinilai cukup sehat dan berat badannya cukup. Bayi-bayi yang menerima metode perawatan kanguru cenderung mendapatkan berat badan jauh lebih cepat dan keluar dari rumah sakit lebih awal dibandingkan dengan bayi yang tidak menerimanya. Ini mungkin karena kontak kulit-ke-kulit mendorong bayi mendapatkan makanan dan nutrisi lebih banyak dari ASI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selesma Berbeda dengan Influenza, Begini Cara Mengobatinya

Selesma Berbeda dengan Influenza, Begini Cara Mengobatinya

Health | Minggu, 22 Juli 2018 | 22:00 WIB

Begini Cara Tepat Membersihkan Area Sensitif Bayi Laki - Laki

Begini Cara Tepat Membersihkan Area Sensitif Bayi Laki - Laki

Health | Selasa, 17 Juli 2018 | 16:00 WIB

Awas! Ucapan Ini Bisa Menyinggung Wanita yang Program Bayi Tabung

Awas! Ucapan Ini Bisa Menyinggung Wanita yang Program Bayi Tabung

Lifestyle | Rabu, 11 Juli 2018 | 13:48 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB