Suhu Panas di Arab, Ini Tips Jemaah Haji Cegah Masalah Pernapasan

Ririn Indriani | Vessy Dwirika Frizona
Suhu Panas di Arab, Ini Tips Jemaah Haji Cegah Masalah Pernapasan
Ilustrasi cuaca atau suhu panas ekstrem di Mekkah, Arab Saudi, saat jemaah melakukan ibadah haji. (Shutterstock)

Arab Saudi diprediksi mengalami cuaca atau suhu panas ekstrem selama ibadah haji 2018.

Suara.com - Musim haji tahun ini bertepatan dengan musim atau suhu panas yang cukup ekstrem di Arab Saudi, sehingga jemaah haji harus waspada dengan kesehatan tubuhnya, termasuk kesehatan pernapasannya.

Suhu panas di Arab Saudi yang diprediksi dapat mencapai 53 derajat Celsius, berisiko menularkan penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus dan bakteri dapat mudah menyerang apabila kondisi kesehatan jemaah kurang baik.

Data dari Kementerian Agama Indonesia menyebutkan kasus penyakit yang sering dialami jemaah adalah sakit saluran pernapasan, mulai dari radang tenggorokan hingga gejala batuk.

Ini dikarenakan udara panas, kering, berdebu, serta dehidrasi sehingga rentan berbagai gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Setiap tahun banyak jemaah yang mengalami gangguan flu akut, kekambuhan asma hingga radang paru akibat daya tahan yang turun. Oleh karena itu disarankan menggunakan masker, terutama bila berada di luar ruangan," ungkap Dr. dr. Mukhtar Ikhsan, Sp.P(K), MARS, FIRS, Ketua Kelompok Kerja Kesehatan Haji, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dalam rilis Nexcare, Jumat (27/7/2018).

Lantas, upaya apalagi yang perlu dilakukan agar jemaah haji terhindar dari risiko kesehatan akibat suhu panas ekstrem di Arab Saudi?

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS