Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui

Vania Rossa

Selasa, 10 Maret 2026 | 23:22 WIB
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
Dr. Zeiras Eka Djamal, SpM(K) sedang menjelaskan ciri-ciri mata dengan berbagai kelainan. (dok. JEC)
baca 10 detik
  • Glaukoma adalah penyakit saraf mata progresif penyebab kebutaan tertinggi kedua yang sering tidak terdiagnosis hingga kerusakan parah.
  • Penyakit ini merusak saraf optik akibat peningkatan tekanan bola mata, menyerang siapa saja namun dominan di atas 40 tahun.
  • Deteksi dini melalui pemeriksaan seperti tonometri dan OCT sangat penting untuk mengontrol perkembangan penyakit dan mencegah kebutaan.

Suara.com - Glaukoma adalah penyakit saraf mata progresif yang kerap berkembang tanpa gejala, sehingga sering baru terdeteksi ketika kerusakan penglihatan sudah parah. Penyakit ini menjadi penyebab kebutaan tertinggi kedua setelah katarak, dengan prevalensi di Indonesia mencapai 0,46% atau sekitar 4–5 orang per 1.000 penduduk.

Diperkirakan sekitar 80–90% kasus tidak terdiagnosis, sementara lebih dari 3,6 juta orang di dunia telah kehilangan penglihatan akibat glaukoma. Jumlah ini diprediksi meningkat menjadi 5,5 juta pada 2040 jika tidak ada intervensi yang memadai.

Glaukoma menyerang saraf optik secara bertahap, sering kali disebabkan oleh peningkatan tekanan bola mata yang merusak serabut saraf. Tekanan normal bola mata berada pada kisaran 10–21 mmHg, namun ketika meningkat atau saraf optik menjadi rentan, kerusakan dapat terjadi hingga menyebabkan penyempitan lapang pandang dan kebutaan permanen.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, namun lebih sering terjadi pada individu berusia di atas 40 tahun. Glaukoma bawaan juga dapat terjadi pada bayi dengan angka sekitar 1 dari 10.000–20.000 kelahiran.

Jenis-Jenis Glaukoma

  1. Glaukoma Primer Sudut Terbuka (Primary Open-Angle Glaucoma): Jenis paling umum, berkembang perlahan dan biasanya tidak menimbulkan gejala. Penyempitan penglihatan terjadi dari sisi samping sehingga kerap tidak disadari hingga stadium lanjut.
  2. Glaukoma Primer Sudut Tertutup (Angle-Closure Glaucoma): Bisa muncul tiba-tiba dengan gejala nyeri mata hebat, mata merah, sakit kepala, mual, dan penglihatan kabur. Kondisi ini termasuk darurat medis yang memerlukan penanganan segera.
  3. Glaukoma Kongenital: Terjadi pada bayi atau anak akibat kelainan bawaan pada sistem aliran cairan mata.
  4. Glaukoma Sekunder: Disebabkan kondisi lain seperti cedera mata, penggunaan steroid jangka panjang, diabetes, atau penyakit mata tertentu.

Deteksi Dini: Kunci Pencegahan Kebutaan

Prof. DR. Dr. Widya Artini Wiyogo, SpM(K), Ketua Glaukoma Service JEC Group, menekankan, “Mayoritas kasus glaukoma tidak menunjukkan gejala sehingga sering baru terdeteksi saat pemeriksaan kesehatan rutin. Jika muncul keluhan seperti sakit kepala hebat, penglihatan kabur, mual, atau nyeri mata, segera periksakan diri.”

Deteksi dini bisa dilakukan melalui beberapa pemeriksaan, antara lain:

  • Tonometri: Mengukur tekanan bola mata.
  • Optical Coherence Tomography (OCT): Memeriksa struktur saraf optik.
  • Visual Field Test/Perimetri: Menilai lapang pandang pasien.
  • Gonioskopi: Memeriksa sudut drainase mata.

Dengan diagnosis tepat dan pemantauan rutin, perkembangan glaukoma bisa dikontrol sehingga kualitas penglihatan tetap terjaga.

baca juga

Terapi dan Penanganan

  • Terapi Medikamentosa: Obat tetes mata untuk menurunkan tekanan bola mata; obat oral juga dapat digunakan jika tekanan sangat tinggi.
  • Terapi Laser: Selective Laser Trabeculoplasty (SLT) meningkatkan aliran keluar cairan mata, sedangkan Laser Peripheral Iridotomy (LPI) mencegah peningkatan tekanan pada glaukoma sudut tertutup.
  • Tindakan Operasi: Untuk kasus yang tidak responsif, prosedur seperti Trabeculectomy, Glaucoma Drainage Device, atau Minimally Invasive Glaucoma Surgery (MIGS) dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan bola mata secara efektif. Operasi katarak juga dapat membantu memperbaiki aliran cairan mata pada beberapa pasien.

Edukasi dan Skrining

Dalam rangka Pekan Glaukoma Sedunia 2026 (8–14 Maret), JEC Group memperluas edukasi dan skrining di sejumlah kota, termasuk seminar publik, talkshow radio, konten video edukasi, serta pemeriksaan tekanan bola mata dan kesehatan mata dasar gratis. Selain itu, seminar ilmiah bagi tenaga kesehatan juga digelar untuk meningkatkan pemahaman deteksi dini, terapi, dan penanganan glaukoma.

Dr. Zeiras Eka Djamal, SpM(K), Dokter Mata Subspesialis Glaukoma JEC Group, menambahkan, “Glaukoma sering disebut silent thief of sight karena kerusakan saraf optik terjadi perlahan tanpa gejala. Pemeriksaan rutin sangat dianjurkan, terutama bagi individu dengan riwayat keluarga, usia di atas 40 tahun, atau penderita penyakit sistemik seperti diabetes dan hipertensi.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi

Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi

Health | Rabu, 04 Februari 2026 | 08:39 WIB

Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru

Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru

Health | Selasa, 03 Februari 2026 | 07:58 WIB

Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital

Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital

Health | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:39 WIB

Terkini

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

×