Terapi Pengencangan Vagina Berisiko Serius

Yazir Farouk | Risna Halidi | Suara.com

Minggu, 05 Agustus 2018 | 16:32 WIB
Terapi Pengencangan Vagina Berisiko Serius
Ilustrasi vagina, organ intim perempuan. [Shutterstock]

Suara.com - Terapi pengencangan vagina yang ditawarkan di klinik di Inggris dan Amerika Serikat ternyata memiliki risiko serius.

Menurut para ahli seperti dikutip dari BBC, risiko itu antara lain bisa berupa luka bakar, jaringan parut, rasa nyeri.

Terapi pengencangan non-bedah ini biasanya dilakukan dengan cara vagina dimasukkan alat yang disebut probe. Fungsi alat tersebut adalah memanaskan jaringan-jaringan vagina.

Meski bukan operasi bedah dan bisa dilakukan dalam waktu singkat, terapi ini belum tentu aman.

Apalagi probe, laser dan perangkat berbasis energi lain yang digunakan dalam metode menghancurkan sel pra-kanker serta operasi kutil kelamin dianggap belum teruji untuk terapi peremajaan vagina.

Regulator obat dan makanan di Amerika Serikat, FDA, mengatakan akan mengambil tindakan tegas jika pemasaran prosedur pengencangan vagina terus berlanjut.

"Ini memiliki risiko serius dan tidak ada bukti yang cukup. Kami sangat prihatin bahwa perempuan akan dirugikan," tulis peringatan dari FDA.

Paul Banwell, seorang konsultan ahli bedah plastik dan anggota British Association of Aesthetic Plastic Surgeons, memiliki pandangan yang sama dengan FDA.

Menurut Banwell, minat terhadap kesehatan bagian kewanitaan serta kesehatan seksual telah meningkat di kalangan perempuan. Tapi hal itu harus dibarengi dengan edukasi yang baik.

"Harus didorong bahwa setiap edukasi dan terapi harus diberikan dengan cara tidak dilebih-lebihkan dan pemasaran yang menyesatkan," kata Banwell.

Sementara, Dr Vanessa Mackay dari Royal College of Obstetricians and Gynecologists (RCOG) di Inggris Raya, menilai tidak ada bukti bahwa terapi pengencangan vagina non bedah efektif dalam meningkatkan jaringan vagina.

Jika seorang perempuan merasa khawatir tentang 'rasa' vagina mereka, Mackay menghimbau mereka untuk berolahraga atau berbicara dengan profesional kesehatan.

"Untuk memperkuat otot-otot di sekitar vagina, perempuan dianjurkan untuk mencoba latihan dasar panggul yang dapat membantu meningkatkan tonus otot dan sensitivitas saat berhubungan seks," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Dia Perubahan Vagina Saat Hamil

Ini Dia Perubahan Vagina Saat Hamil

Lifestyle | Senin, 14 Januari 2019 | 16:09 WIB

Foreplay dengan Fingering, Jangan Lupa Gunakan Kondom Jari

Foreplay dengan Fingering, Jangan Lupa Gunakan Kondom Jari

Health | Minggu, 13 Januari 2019 | 20:56 WIB

Jangan Coba-Coba Bersihkan Miss V Pakai Timun, Bisa Bikin Infeksi!

Jangan Coba-Coba Bersihkan Miss V Pakai Timun, Bisa Bikin Infeksi!

Health | Rabu, 09 Januari 2019 | 18:50 WIB

Terkini

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB