Masalah Gangguan Seksual pada Lelaki, Ini Penyebab dan Cirinya

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Kamis, 30 Agustus 2018 | 03:15 WIB
Masalah Gangguan Seksual pada Lelaki, Ini Penyebab dan Cirinya
Ilustrasi pasangan mengalami disfungsi seksual. (Shutterstock)

Suara.com - Disfungsi Ereksi (DE) merupakan gangguan seksual yang paling banyak dikeluhkan setelah ejakulasi dini, yang merupakan ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi dengan baik saat lelaki berhubungan seksual atau tengah terangsang dari sisi seksual.

Terdapat tiga kondisi yang bisa menjadi tanda-tanda terjadinya gangguan ereksi, yaitu ereksi yang kurang kokoh sehingga tidak dapat melakukan hubungan seksual, ereksi yang kurang lama, atau ereksi yang terjadi lebih sering dari biasanya.

Dokter spesialis andrologi dari RSUP Fatmawati, Nugroho Setiawan menjelaskan, DE dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yakni organik (95 persen) dan psikogenik (5 persen).

Faktor organik, lanjut dia terdiri dari usia dan gangguan kesehatan tubuh. Hal tersebut meliputi pembuluh darah, saraf, hormonal, struktur penis, dan pengaruh obat. Lelaki yang mengeluhkan DE juga rata-rata berusia mulai dari 40 hingga 80 tahun.

"Usia 40 tahun mendominasi usia rentan DE sebesar 54 persen. Ini bisa disebabkan oleh hormon testosteron yang menurun karena proses penuaan. Meski begitu, banyak juga pasien DE yang usianya 26-27 tahun karena faktor gaya hidup," jelasnya dalam temu media di Jakarta, Rabu (29/8/2019).

Beberapa gejala penyakit kardiovaskular, hipertensi, diabetes, depresi dan gejala saluran kemih bawah juga bisa menyebabkan DE. Penyakit ginjal kronis, multiple sclerosis, penyakit Peyronie dan cidera yang berhubungan dengan perawatan kanker prostat, juga merupakan beberapa penyakit dan gangguan yang dapat menyebabkan DE.

Faktor organik penyebab terjadinya DE tersebut, kata Nugroho juga bisa menjadi beban bagi para penderita DE yang mempengaruhi kondisi psikogeniknya. Di mana, setelah mengalami DE, penderita biasanya akan merasa stres dan malu yang mempengaruhi hubungan personal, dengan isteri atau pasangannya. Hal ini, kata dia dapat memicu dan memperburuk DE.

Bila dirasa mengalami DE, lanjutnya, maka aktivitas yang perlu ditingkatkan yaitu menjaga pola hidup untuk menjaga makanan. Ditambah lagi dengan melakukan terapi lini pertama berupa pemberian PDE-5 Inhibitors.

"Pengobatan DE ini 100 persen tanggung jawab dokter. Jadi pasien tidak ada yang bisa sembuh cuma dengan konsumsi obat di luar dari yang diresepkan dokter. Dari iklan-iklan yang dilihat di luar, karena DE ini memang penyakitnya sama, tapi obatnya beda-beda tergantung kondisi apa yang menyebabkan dia DE," tutupnya.

baca juga

Banyak penyebab gangguan seksual atau disfungsi ereksi pada lelaki, Anda bisa mengikuti solusi dengan menjaga pola hidup terutama menjaga makanan dan melakukan terapi lini pertama berupa pemberian PDE-5 Inhibitors.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan karena Murah, Ini Alasan Lelaki Lebih Senang Belanja Online

Bukan karena Murah, Ini Alasan Lelaki Lebih Senang Belanja Online

Lifestyle | Kamis, 02 Agustus 2018 | 14:38 WIB

Duh, Terlalu Sering Nonton Film Porno Bisa Picu Disfungsi Ereksi?

Duh, Terlalu Sering Nonton Film Porno Bisa Picu Disfungsi Ereksi?

Health | Selasa, 31 Juli 2018 | 20:25 WIB

Koleksi Celana Panjang Uniqlo Kedepankan Siluet Ramping

Koleksi Celana Panjang Uniqlo Kedepankan Siluet Ramping

Press Release | Minggu, 22 Juli 2018 | 21:00 WIB

Terkini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

×