Ini Dampak Serius Kekurangan Gizi Mikro

RR Ukirsari Manggalani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 19 September 2018 | 09:00 WIB
Ini Dampak Serius Kekurangan Gizi Mikro
Ilustrasi bayi [Shutterstock].

Suara.com - Kekurangan gizi merupakan salah satu masalah yang harus ditangani secara serius, karena jika dibiarkan, hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan kematian. Direktur Nutrition International (NI) Indonesia, Sri Kusyuniati, mengatakan, pemenuhan gizi mikro adalah hal yang perlu menjadi perhatian.

Meski hanya dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sedikit, pemenuhan gizi mikro bisa berpengaruh ke dalam kehidupan secara lebih luas, mulai dari pendidikan dan peningkatan ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan hidup.

"Memang tidak terlihat secara nyata, tetapi kekurangan zat gizi mikro bisa menimbulkan dampak serius. Nyatanya, di negara berkembang, termasuk Indonesia masih begitu banyak anak yang kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi, asam folat, iodium dan Vitamin A," ujarnya dalam media briefing NI Indonesia di Jakarta, Selasa (18/9/2019).

Berdasarkan data, lanjut Sri, ada 33 persen anak di negara berkembang yang sangat sedikit mendapatkan asupan Vitamin A. Dampaknya, hal ini bisa memperburuk daya tahan tubuh mereka.

Untuk iodium, ada 38 juta yang mengalami defisiensi iodium, di mana 18 juta di antaranya mengalami gangguan mental. Serta ada 40 persen anak-anak di negara berkembang mengalami anemia karena defisiensi zat besi, yang dapat membatasi perkembangan mental mereka.

"Publik hanya tahu persoalan stunting dan kurang asupan zat gizi makro, padahal kekurangan zat mikro seperti zat besi dan asam folat juga berkontribusi terhadap persoalan stunting," paparnya.

Hal inilah yang lantas membuat NI bersama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berupaya membantu meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak, remaja putri dan para ibu.

Hal ini dilakukan secara langsung, lewat pemenuhan suplemen kapsul vitamin A bagi anak-anak, membantu meningkatkan penggunaan zinc bersama oralit osmolaritas rendah sebagai terapi dalam pengobatan diare balita, meningkatkan jumlah rumah tangga mengonsumsi garam beryodium, meningkatkan jumlah perempuan dalam mengonsumsi suplemen zat besi dan asam folat secara rutin dan mendukung fortifikasi tepung terigu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bunda, Ini Ragam Fakta Penting Soal Infeksi Telinga pada Bayi

Bunda, Ini Ragam Fakta Penting Soal Infeksi Telinga pada Bayi

Health | Senin, 17 September 2018 | 17:15 WIB

Banyak Produk Susu di Indonesia, Pilih Tanpa Kandungan Gula

Banyak Produk Susu di Indonesia, Pilih Tanpa Kandungan Gula

Lifestyle | Minggu, 16 September 2018 | 09:15 WIB

Kenalkan Anak pada Nutrisi Sehat dengan Belajar Menanam Sayur

Kenalkan Anak pada Nutrisi Sehat dengan Belajar Menanam Sayur

Health | Jum'at, 14 September 2018 | 14:37 WIB

Perhatikan 3 Mitos Gangguan Pencernaan Pada Si Kecil

Perhatikan 3 Mitos Gangguan Pencernaan Pada Si Kecil

Health | Selasa, 11 September 2018 | 20:30 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB