Ini 3 Terapi Baru Bagi Penderita Gangguan Irama Jantung

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Kamis, 20 September 2018 | 15:43 WIB
Ini 3 Terapi Baru Bagi Penderita Gangguan Irama Jantung
Ilustrasi gangguan irama jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Inovasi di bidang pengobatan terus dilakukan. Salah satunya dalam mencegah serangan stroke akibat sumbatan pada penderita gangguan irama jantung. Seperti diketahui, penderita gangguan irama jantung berisiko lima kali lebih tinggi mengidap stroke.

Disampaikan dr. Sunu Budhi Raharjo SpJP dari RS Jantung Harapan Kita, ada beberapa terapi advanced yang dapat dilakukan bagi pasien FA saat ini, antara lain teknik ablasi kateter, LAA Closure, serta Obat Antikoagulan Oral Baru (OKB). Tiga terapi ini, kata dia berperan dalam menurunkan risiko serangan stroke karena gangguan irama jantung.

Untuk metode LAA closure, kata dia, saluran yang paling sering terjadi gumpalan akan ditutup dengan alat yang menyerupai payung kecil. Jika biasanya untuk mencegah gumpalan, pasien harus mengonsumsi obat pengencer darah maka dengan LAA closure ini pasien tidak perlu mengonsumsi obat-obatan," ujar dr Sunu di sela-sela temu media Run for Heart Beat di RS Jantung Harapan Kita, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Sementara teknik ablasi kateter, kata dr. Sunu bertujuan untuk memperbaiki aktivitas listrik abnormal pada jantung dengan mengirimkan energi radiofrekuensi. Di Indonesia, kata dia, sudah ada 29 praktisi atau ahli aritmia yang dapat menggunakan alat Ablasi kateter. Walaupun SDM yang mampu menggunakan teknologi ini sudah cukup banyak, sayangnya hal ini tidak dibarengi dengan jumlah alat yang tersedia.

"Saat ini alatnya kurang dari 10 sehingga harus digunakan secara bergantian di seluruh Indonesia," tambah dia.

Permasalahan Iainnya, lanjut dia, sampai saat ini terapi OKB belum masuk ke dalam layanan BPJS kesehatan, padahal terapi OKB merupakan lompatan besar dalam terapi FA. Selain efektif OKB dapat mengatasi permasalahan risiko perdarahan reaksi silang antar obat dan lain-lain lain.

“Oleh karena itu butuh dukungan semua pihak, baik pemerintah, swasta, sangat diharapkan dalam mengatasi FA di Indonesia. Dalam kampanye FA kami memfokuskan pada pemberdayaan masyarakat, artinya masyarakat diajak untuk ikut andil dan mengetahui bagaimana mendeteksi FA dengan cara Meraba Nadi SendiRi atau 'menari'. Jika dilakukan dengan benar dan teryata ditemukan ada kelainan pada jantung, masyarakat diimbau untuk segera mengonsultasikannya ke dokter," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bisa Bikin Stroke, Kenali Penyakit Gangguan Irama Jantung

Bisa Bikin Stroke, Kenali Penyakit Gangguan Irama Jantung

Health | Kamis, 20 September 2018 | 14:00 WIB

Pertolongan Pertama Jika Terserang Stroke Seperti Mat Solar

Pertolongan Pertama Jika Terserang Stroke Seperti Mat Solar

Health | Rabu, 19 September 2018 | 15:59 WIB

Mat Solar Tolak Tawaran Syuting Sejak 2013

Mat Solar Tolak Tawaran Syuting Sejak 2013

Entertainment | Rabu, 19 September 2018 | 05:15 WIB

Terkini

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:02 WIB

×