Biaya Pengobatan Penyakit Kritis Naik 12-15 Persen per Tahun

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Kamis, 20 September 2018 | 21:15 WIB
Biaya Pengobatan Penyakit Kritis Naik 12-15 Persen per Tahun
Ilustrasi biaya mahal rumah sakit [shutterstock]

Suara.com - Data yang dihimpun Watson Global Medical Trend Survey Report menemukan bahwa biaya kesehatan di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 79 persen dari 2010 ke 2014. Itu sebabnya biaya pengobatan penyakit menjadi beban pengeluaran tersendiri bagi sebagian besar orang. Tak sedikit yang harus menjual harta bendanya untuk membiayai pengobatan penyakit kronis tertentu.

Disampaikan Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch mengatakan, jika ditilik per tahunnya, beban biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk pengobatan mencapai rata-rata 12-15 persen. Pembiayaan ini akan menjadi lebih mudah, kata dia, jika masyarakat mempersiapkannya sejak dini melalui asuransi.

"Kenaikan biaya pengobatan sangat tinggi dibanding rata-rata kenaikan pendapatan masyarakat. Kalau tidak dipersiapkan bisa-bisa masyarakat harus mengeluarkan biaya yang sangat besar dalam waktu yang mendadak," ujar Jens.

Menyadari bahwa prevalensi penyakit kronis yang membutuhkan biaya pengobatan besar semakin tinggi di Indonesia, Prudential kata Jens meluncurkan PRUcritical hospital cover yang memiliki opsi konvensional maupun syariah dalam unit PRUlink generasi baru dengan slogannya pasti dikasih lebih.

Dalam kesempatan yang sama, Himawan Purnama, Head of Product Development Prudential menjelaskan bahwa dengan inovasi yang terus berkembang di dunia teknologi kesehatan, banyak pasien penyakit kronis yang membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk sembuh.

Melalui PRUcritical hospital cover ini, maka pihak Prudential akan membayar tagihan pengobatan pasien untuk beberapa penyakit kronis seperti kanker, gagal ginjal, serangan jantung, stroke dan lainnya. Manfaat tahunan dari produk ini kata Himawan bisa mencapai Rp 15 Miliar.

"Produk ini merupakan asuransi tambahan dari asuransi kesehatan basic. Jadi perlindungan akan membayarkan biaya rumah sakit dari tahap evaluasi, pemulihan, bahkan sampai sembuh misalnya untuk kanker masih butuh pemeriksaan tambahan maka tagihan bisa diklaim sampai 5 tahun pasien dinyatakan sembuh," tambah Himawan.

Himawan mengatakan produk asuransi kesehatan tambahan ini sangat besar manfaatnya di era sekarang di mana penyakit kronis muncul pada usia yang lebih muda. Apalagi produk asuransi kesehatan basic tidak memberikan jaminan perlindungan untuk penyakit-penyakit kronis.

"Kalau yang basic saat kena kanker biayanya mahal banget dan biasanya nggak di cover. Sehingga dengan adanya asuransi tambahan ditargetkan untuk menanggulangi penyakit kritis yang berbiaya mahal," tandas dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Fakta dan Mitos Manfaat Baking Soda untuk Kesehatan

Ini Fakta dan Mitos Manfaat Baking Soda untuk Kesehatan

Health | Kamis, 20 September 2018 | 19:00 WIB

Terbukti : Konsumsi Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker

Terbukti : Konsumsi Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker

Health | Kamis, 20 September 2018 | 08:30 WIB

Cermati : Yoghurt Lebih Banyak Gula Dibandingkan Minuman Bersoda

Cermati : Yoghurt Lebih Banyak Gula Dibandingkan Minuman Bersoda

Health | Kamis, 20 September 2018 | 08:00 WIB

Terkini

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:52 WIB

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:12 WIB

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Banten | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×