Terbukti : Konsumsi Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker

RR Ukirsari Manggalani | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 20 September 2018 | 08:30 WIB
Terbukti : Konsumsi Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker
Ilustrasi makanan cepat saji [Shutterstock].

Suara.com - Makanan cepat saji kerap dikaitkan dengan efek negatif terhadap kesehatan. Ternyata hal ini terbukti, lewat sebuah penelitian terkini yang dilakukan di Eropa. Disebutkan bahwa konsumsi makanan cepat saji bisa memicu kanker.

Untuk membantu konsumen membuat pilihan yang lebih sehat, tim peneliti mengatakan perlunya penerapan sistem pelabelan kode warna pada gerai makanan di seluruh dunia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Medicine beberapa pekan lalu (18/9/2018) ini pun melakukan pelabelan lima warna pada makanan, dilihat dari kualitas gizinya.

Untuk makanan yang diberi nilai A memiliki kualitas gizi tertinggi, diwakili oleh warna hijau gelap, hingga nilai E yang merujuk pada makanan dengan kualitas gizi buruk, diwakili oleh warna merah gelap.

"Tujuan dari penelitian baru ini adalah menyediakan bukti ilmiah dari nilai sistem. Kami menyebutnya sebagai Nutri-Score," ujar peneliti utama, Mélanie Deschasaux dan Mathilde Touvier.

Dengan menggunakan sistem yang sama dengan Nutri-Score, tim peneliti memeriksa dan menganalisa pola diet hampir setengah juta orang dari sepuluh negara Eropa. Selanjutnya, peneliti juga melihat tren kanker di negara para responden bermukim.

Setelah memperhatikan faktor-faktor lainnya juga seperti merokok, riwayat keluarga mengidap kanker, dan indeks massa tubuh, peneliti menemukan responden yang mengonsumsi makanan dengan kualitas gizi buruk seperti pada makanan cepat saji dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker.

"Kami menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji berisiko tinggi memicu kanker kolorektal, saluran pernapasan, dan kanker perut," tambah mereka.

Selain berhenti merokok, pedoman yang direkomendasikan oleh American Cancer Society untuk mencegah kanker adalah melakukan aktivitas fisik dan menjalani pola makan sehat.

Temuan baru yang menyarankan sistem pelabelan Nutri-Score ini juga bisa terbukti bermanfaat dalam upaya pencegahan mengedukasi konsumen agar dapat mencari pilihan yang lebih sehat saat membeli makanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cermati : Yoghurt Lebih Banyak Gula Dibandingkan Minuman Bersoda

Cermati : Yoghurt Lebih Banyak Gula Dibandingkan Minuman Bersoda

Health | Kamis, 20 September 2018 | 08:00 WIB

Jepang Raih Rekor Dunia Jumlah Lansia Terbanyak

Jepang Raih Rekor Dunia Jumlah Lansia Terbanyak

Health | Rabu, 19 September 2018 | 13:00 WIB

Agar Kulit Tetap Sehat, Jangan Asal Pilih Sabun

Agar Kulit Tetap Sehat, Jangan Asal Pilih Sabun

Health | Senin, 17 September 2018 | 06:07 WIB

Cegah Kanker dengan Lakukan Gaya Hidup Ini!

Cegah Kanker dengan Lakukan Gaya Hidup Ini!

Health | Minggu, 16 September 2018 | 07:44 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB