Pesan Dokter Gigi, Jangan Veneer Jika untuk Sekadar Tren

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 14 November 2018 | 18:45 WIB
Pesan Dokter Gigi, Jangan Veneer Jika untuk Sekadar Tren
Dokter gigi sebut veneer sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. [Shutterstock]

Suara.com - Jika Anda memperhatikan tren selebriti di Indonesia, banyak di antara mereka yang memiliki gigi sangat putih bahkan lebih putih dari warna gigi pada umumnya. Ada banyak metode untuk membuat tampilan gigi menjadi lebih putih, salah satunya veneer.

Disampaikan drg. Diono Susilo selaku Sekjen Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) veneer sebaiknya tidak dilakukan sembarangan, apalagi hanya sekadar mengikuti tren.

Menurut drg Diono, veneer bisa dilakukan untuk mereka yang memiliki gigi sangat kusam sehingga satu-satunya cara terbaik untuk menutupi gigi aslinya adalah dengan menggunakan teknik veneer.

"Veneer itu di lapisan luar gigi. Veneer seharusnya tergantung indikasi. Apakah memang membutuhkan. Kalau pada mereka yang harus mengonsumsi antibiotik itu giginya kusam, nah mungkin dia bisa pakai veneer untuk menutupi kekurangannya," ujar drg Diono dalam temu media di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Diono menambahkan, ada banyak risiko yang terjadi jika seseorang melakukan veneer tanpa indikasi. Salah satunya dapat menyebabkan gigi bagian dalam menjadi rusak karena tertutupi oleh lapisan veneer.

Selain veneer yang kerap disalahgunakan karena alasan tren, ada pula pula perawatan gigi lainnya yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia yakni pemasangan behel.

Menurut drg Diono pemasangan behel atau kawat gigi tak sesuai indikasi dapat mengganggu fungsi pengunyahan yang pada gilirannya dapat menimbulkan ketidak nyamanan.

"Banyak yang bergaya pakai kawat. Yang sangat disayangkan fungsi pengunyahan yang tidak nyaman jadi terganggu. Ada juga gigi yang tidur keluar. Itu dampak yang tidak diinginkan. Kalau kebutuhan iya boleh, kalau tren jangan," tandas dia.

Nah, jelas ya pesan dari dokter gigi soal jangan pasang kawat atau veneer hanya untuk mengikuti tren.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Masa Depan, Pasang Implan Gigi Akan Gunakan Teknologi Robotik

Di Masa Depan, Pasang Implan Gigi Akan Gunakan Teknologi Robotik

Health | Rabu, 14 November 2018 | 16:21 WIB

Hati-hati, Gigi Berlubang Bisa Jadi Pemicu Pneumonia Lho!

Hati-hati, Gigi Berlubang Bisa Jadi Pemicu Pneumonia Lho!

Health | Senin, 12 November 2018 | 20:45 WIB

Boleh Dicoba, Tips untuk Memutihkan Gigi Secara Alami

Boleh Dicoba, Tips untuk Memutihkan Gigi Secara Alami

Health | Minggu, 11 November 2018 | 18:24 WIB

Ini Terapi Kecantikan yang Bakal Tren di 2019

Ini Terapi Kecantikan yang Bakal Tren di 2019

Lifestyle | Sabtu, 10 November 2018 | 19:00 WIB

RS Polri Kumpulkan 70 Data Gigi Korban Lion Air JT 610

RS Polri Kumpulkan 70 Data Gigi Korban Lion Air JT 610

News | Rabu, 07 November 2018 | 16:46 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB